25.4.07

Indonesia Perlu Belajar dari Soekarno dan Soeharto

Jakarta, Kompas - Bangsa Indonesia, terutama generasi muda, perlu
belajar dari perjalanan kepemimpinan Soekarno dan Soeharto, baik itu
keberhasilan maupun nasib mereka yang harus mengakhiri kekuasaan
dengan cara yang tidak baik. Dengan demikian, hal-hal baik dari mereka
dapat ditiru, sementara yang buruk tidak terulang.

Salah satu pelajaran berharga yang dapat dipetik, para pemimpin jangan
terlalu percaya kepada laporan anak buah dan sesekali harus turun ke
bawah melihat langsung keadaan rakyat. Pemimpin juga jangan terlalu
lama berkuasa.

"Bung Karno diturunkan karena terlambat keluar dari bus. Sedangkan Pak
Harto terlambat banting setir," kata Retnowati Abdulgani-Knapp dalam
peluncuran buku tulisannya berjudul Soeharto, The Life and Legacy of
Indonesian's Second President, Rabu (25/4). Retnowati mengaku butuh
waktu sekitar tiga tahun untuk menulis buku ini.

Sebagai pembicara lain dalam peluncuran buku ini, Direktur Program
Pascasarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Azyumardi Azra, Ketua Dewan Pendiri Universitas Pancasila Siswono Yudo
Husodo, serta Pemimpin Redaksi Harian Kompas Suryopratomo.

Azyumardi menuturkan, Indonesia masih membutuhkan sejumlah segi
kepemimpinan Soekarno dan Soeharto. Yang dibutuhkan dari Soekarno
adalah kemampuannya menciptakan solidaritas. Sedangkan dari Soeharto,
yang dibutuhkan adalah kemampuannya sebagai pemecah masalah. "Saat
memimpin, Soeharto berhasil mengatasi sejumlah masalah, seperti
kemiskinan, dengan pembangunan, " kata dia. (NWO)


http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0704/26/Politikhukum/3483840.htm

Sphere: Related Content

1 comment:

brul apen said...

menurut saya, soekarno merupakan sosok pemimpin besar yg belum ada tandingannya di negeri indonesia ini. kita patut mencontoh semangatnya utk mempersatukan bangsa ini dan mewujudkan TRISAKTI! namun sangat disayangkan, kepemimpinannya harus digerogoti oleh sakit dan pengkhianatan org2 yg berada di bawah komando soeharto yg menghalalkan sgala cara utk merebut kekuasaan!
jika saya harus menyalahkan mengapa indonesia saat ini adalah negara yg semrawut dan mengemis2, dgn bangga saya menyalahkan soeharto dan kroni2nya!
zaman orde baru, pemerintahan adalah negara, negara adalah keluarga, keluarga adalah cendana!
saya sgt kasian dengan pahlawa2 kita terdahulu,,sampai detik ini cita2nya clm terwujud utk mewujudkan indonesia sbg negara maju yang bisa BERDIKARI dan mewujudkan bangsa yg tidak pelupa thdp jasa pahlwan dan sejarah!
kini indonesia tinggal sejarah,darah,dan sampah!
kecuali kita bersatu dan terus berdoa agar akan ada pemimpin yg hebat, yg berwibawa dan matang konsepnya utk membangun bumi pertiwi ini..