15.1.08

Amuk Rakyat Solo Minta Pengadilan in Absentia Soeharto

Tribun Kaltim.

      Selasa, 15-01-2008 | 14:35:50  

      SOLO, TRIBUN - Amuk Rakyat, kependekan dari Aliansi Masyarakat
untuk Kesejahteraan Rakyat, melanjutkan dendam kesumatnya terhadap
bekas Presiden Soeharto. Aliansi ini beranggotakan, antara lain,
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS, STAIMUS, UNIVET Sukoharjo,
UNIBA, HMI Sukoharjo, PMII Sukoharjo dan LPH YAPHI Solo. Sedikitnya
70 aktivis aliansi itu beraksi di kantor Kejaksaan Negeri Solo,
Selasa (15/1) siang ini.

      Mereka berjalan kaki dari kampus 2 UNS di Jl Urip Sumoharjo,
kawasan Mesen, menuju kantor Kejaksaan. Aneka poster mereka usung.
Semuanya bernada galak. Mulai dari Soeharto Dalang Segala Bencana
(SDSB) sampai Adili Soeharto in Absentia. Mereka bahkan menggotong
seperangkat alat musik pengiring seni tari Reog ala Ponorogo.

      "Kita doakan Soeharto dan orang-orang yang menikmati
keuntungan dari KKN rezim Orba dapat imbalan semestinya," seru Rauf,
koordinator aksi. Aksi masih berlangsung hingga siang ini. Mereka
ingin menemui Kepala Kejaksaan Negeri Solo Momock Bambang.

      Tujuannya, memaksa Momock mengirim faksimili ke Kejaksaan
Agung dan kantor Presiden Susilo soal pencabutan Surat Ketetapan
Penghentian Penuntutan Perkara (SKP3). Namun, Momock dikatakan
sedang pergi. Mereka hanya ditemui Kasi Intelijen Widodo dan Kasubag
Pembinaan Reki Nurhayati.

      "Beliau sedang rapat di Semarang. Saya terima surat pernyataan
anda, tapi saya tidak diberi mandat untuk memberikan pernyataan,"
kata Widodo. Ia menyarankan para demonstran balik lagi ke kantor
kejaksaan, Rabu (16/1) besok jika ingin bertemu Momock.

     
Dilaporkan Junianto Setyadi.

Sphere: Related Content

No comments: