14.1.08

Anak Cucu Pak Harto Sudah Ikhlas

 
----- Original Message -----
From: Sunny
Sent: Monday, January 14, 2008 6:57 AM
Subject: [kkn-watch] Anak Cucu Pak Harto Sudah Ikhlas

 
Senin, 14 Jan 2008,

 
Anak Cucu Pak Harto Sudah Ikhlas

PERISTIRAHATAN TERAKHIR: Kompleks pemakaman Giribangun, tempat Ibu Tien Soeharto bersemayam dengan tenang.


Dikumpulkan Tim Dokter dalam Kondisi Paling Kritis
JAKARTA - Harapan semakin sangat tipis. Kondisi mantan Presiden Soeharto berada dalam titik terburuk. Bila Jumat (11/1) lalu dinyatakan status gawat, kemarin (13/1) lebih gawat lagi. Kecuali otak dan pencernaan, semua organ penguasa Orde Baru itu mengalami penurunan fungsi secara drastis.

Ketua Tim Dokter Kepresidenan Mardjo Soebiandono menjelaskan, pihaknya kemarin pagi telah mengumpulkan seluruh keluarga mantan presiden itu. Di hadapan para anak dan cucu Soeharto, tim dokter menjelaskan kondisi terakhir yang sangat kritis tersebut.

"Kita sudah memberitahukan kemungkinan terburuk. Mereka menyerahkan segala upaya kepada kita dan mengikhlaskan kemungkinan terburuk kepada Tuhan," cerita Mardjo.

Keadaan di RSPP (Rumah Sakit Pusat Pertamina) juga tampak tegang. Puluhan polisi berjaga di lobi gedung A maupun di sekeliling rumah sakit. Saking gawatnya, konferensi pers yang biasanya digelar paling lambat pukul 10.00 molor hingga pukul 13.00.

Mardjo menjelaskan, pukul 08.00 mantan orang kuat itu mengalami penyumbatan saluran napas di paru-paru kiri. "Tapi, kondisi ini sudah bisa diatasi setelah dilakukan tindakan bronkoskopi (pembersihan saluran pernapasan)," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama dr Christian Johannes mengungkapkan, fungsi paru-paru Soeharto 100 persen telah diambil alih alat bantu pernapasan (ventilator). "Tapi, alat itu kita setting (atur) jika Bapak (Soeharto) sudah bisa bernapas normal, ventilator akan memberikan oksigen dalam jumlah normal," ujarnya di ruang konferensi pers RSPP kemarin.

Menyambung penjelasan Chris, panggilan dokter Christian Johannes, dokter Munawar mengatakan, penyumbatan di paru-paru Soeharto mengganggu fungsi jantungnya. "Kekurangan oksigen secara umum menyebabkan fungsi jantung menurun," ujar dokter ahli jantung tersebut.

Kondisi itu makin kompleks karena fungsi ginjal Soeharto juga kian lemah. "Alat CVVHD (cardiac veno venus haemofiltration) masih terus dipasang untuk mengeluakan cairan dalam tubuh Pak Harto karena ginjalnya tidak berfungsi dengan baik," timpal dokter Mardjo.

Dokter Munawar menambahkan, pemasangan ventilator pada saluran napas Soeharto bukan tanpa risiko. "Kemungkinan timbul infeksi di saluran napas beliau," ungkapnya.

Dengan kompleksitas penurunan fungsi organ dalam mantan presiden itu, Mardjo memperkirakan harapan hidup Soeharto hanya tinggal 50 persen. "Kita berdoa mudah-mudahan Tuhan mengabulkan untuk menyembuhkan Pak Harto lagi," ujarnya lirih.

Ketika ditanya kapan ventilator bisa dicabut, tim dokter kompak mengatakan tak akan mencabut alat bantu pernapasan itu. "Kita tidak akan copot-copot alat itu kecuali semua organ tubuhnya sudah tidak berfungsi," tegas Mardjo. Djoko Rahardjo, juga anggota tim dokter, menambahkan, selama jantung Soeharto masih berdenyut, ventilator yang sekarang jadi penyangga hidupnya tak akan dicabut.

Kendati tim dokter menyimpulkan telah terjadi penurunan fungsi hampir semua organ, mereka membantah bahwa upaya penggunaan ventilator, alat CCVHD, dan semua bentuk pengobatan itu justru makin menyiksa Soeharto. "Kita tidak paksa beliau hidup karena sampai sekarang otak masih berfungsi dan jantung masih berdenyut," tambah Djoko.

Seorang sumber Jawa Pos yang layak dipercaya mengungkapkan, kondisi Soeharto sudah sangat kritis. "Dokter (kemarin pagi) memperkirakan hidup Pak Harto tidak akan sampai besok (hari ini) karena fungsi organ vitalnya terus menurun," ujarnya ketika dihubungi. Bahkan, menurut dia, yang lebih parah Soeharto diperkirakan hanya bertahan hidup antara pukul 16.00 hingga 18.00. Tapi, kenyataannya, penguasa Orba itu masih bertahan melawan masa kritis.

Pernyataan sumber Jawa Pos itu didukung penjelasan ketua tim dokter kepresidenan sekitar pukul 16.30 kemarin. Menurut dokter ahli bedah itu, paru-paru kiri Soeharto yang sempat tersumbat kemarin pagi akhirnya kolaps. Padahal, sekitar pukul 08.00 kondisi itu dapat diatasi dengan menggunakan terapi bronkoskopi. Namun, ternyata perkiraan itu meleset. Ketika dihubungi kembali sekitar pukul 20.00, sumber Jawa Pos itu mengatakan, kondisi Soeharto masih berstatus quo. "Artinya, beliau belum meninggal. Hanya kondisinya masih antara sadar dan tidak serta belum keluar dari kondisi kritis sejak pagi tadi," tambahnya.

Sore kemarin kembali ditemukan flek yang menyumbat paru-paru kiri. "Sedang diusahakan pembersihan," ujarnya. Penurunan kondisi paru-paru itu diikuti penurunan kadar Hb-nya menjadi 7,8 gr% dari kadar 8,5 gr% pada Sabtu (12/1) sore.

Untuk mengatasinya, tim dokter terus mengupayakan transfusi darah. Targetnya, dalam dua hari ini 600 cc darah akan ditambahkan agar Hb (sel darah merah) Soeharto bisa mencapai angka 10 gr%.

Kegawatan kondisi Soeharto terlihat dari kedatangan Bupati Karanganyar Rina Iriani dan Kapolri Jenderal (Pol) Sutanto. Namun, Rina membantah kunjungannya karena ingin melaporkan kesiapan skenario pemakaman mantan presiden itu di Solo. "Saya hanya bersilaturahmi dengan keluarga Pak Harto dan mendoakan agar beliau diberi kesempatan," ujar wanita yang kemarin berkerudung cokelat itu.

Bahkan, Kapolri berusaha menghindari pertanyaan wartawan dengan cara keluar lewat pintu belakang usai naik ke kamar Soeharto di lantai V. Padahal, pasukan pengamanannya telah satu jam berdiri di pintu tempat dia masuk. (nue/bay/ein/t
of

__._,_.___
Recent Activity
Visit Your Group
Search Ads

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

Y! Messenger

Instant smiles

Share photos while

you IM friends.

Moderator Central

Yahoo! Groups

Get the latest news

from the team.

.

__,_._,___


No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.19.2/1221 - Release Date: 12/01/2008 14:04

Sphere: Related Content

No comments: