28.1.08

AP Sebut Mantan Diktator, CNN si Tangan Besi

Tribun Timur Makassar - Senin, 28-01-2008

Media Asing Liput Wafatnya Soeharto


KEMARIN, seluruh stasiun televisi meliput khusus wafatnya mantan Presiden Soeharto. Satu hal dari seluruh tayangan itu adalah sebagian besar menurunkan laporan simpati dan keberhasilan Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun. Keberhasilan Soeharto membawa
Indonesia meraih swasembada beras pada 1984 diulas berulang-ulang.

Swasembada beras memang termasuk prestasi terbesar Soeharto. Betapa tidak, ia berhasil mengubah RI dari negara pengimpor beras terbesar dunia menjadi negara yang mampu
menyediakan sendiri beras dan akhirnya juga mampu mengekspor. Sejak kabar kematian diterima stasiun TV sekitar pukul 13.30 WIB, nyaris sepanjang siang hingga malam, stasiun TV seakan berlomba menayangkan jasa-jasa Soeharto.

Itu mainstream media kita. Bagaimana dengan media internasional? Wafatnya Soeharto menghiasi seluruh media internasional. Salah satunya adalah kantor berita Malaysia,
jiran kita, Bernama. Dalam berita yang mereka lansir, Bernama memberi judul tulisannya dengan kalimat Malaysia Loses Close Friend With Suharto's Death (Malaysia Kehilangan Sahabat Dekat dengan Wafatnya Suharto). Pak Harto, oleh media ini, digambarkan sebagai pemimpin Indonesia yang mengakhiri konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia, yang dimaklumkan oleh Presiden Soekarno.

Konferensi di Bangkok pada 28 Mei 1966, menurut Bernama, merupakan catatan keberhasilan Soeharto dalam upaya untuk mencairkan hubungan yang panas sejak konfrontasi "Ganyang Malaysia" yang digaungkan Bung Karno. Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohammad, yang sempat menjenguk Soeharto menuturkan, selama masa 22 tahun dia menjabat, ia tidak pernah terlibat masalah dengan Soeharto. Sejumlah masalah kecil yang timbul segera diselesaikan melalui, "kekuatan kepemimpinan Soeharto", tambah Mahathir.

Jika Bernama memberikan pujian, lain halnya dengan kantor berita internasional Amerika Serikat (AS), Associated Press (AP). Kantor berita ini memberi judul tulisannya dengan Former Indonesian Dictator Suharto Dies (Mantan Diktator Indonesia Suharto Meninggal).
Media-media asing tidak menulis dengan nama Soeharto.

Dalam paragraf pertama, AP menulis, "Mantan diktator Soeharto, seorang jenderal yang
menumbangkan gerakan komunis di Indonesia dan melengserkan founding father negara itu dan mengantarnya ke tampuk kekuasaan selama 32 tahun dan membunuh jutaan lawan politiknya, meninggal, Minggu." Berikutnya, sama seperti media-media lainnya, AP lalu menggambarkan secara singkat proses sakit yang diderita Soeharto hingga kemudian pengumuman tentang wafatnya. AP melansir pernyataan ketua Tim Dokter Kepresidenan Marjo Subiandono yang mengatakan, Soeharto wafat pada pukul 13.10 WIB. Penyebabnya adalah kegagalan multiorgan.

Dalam laporan tersebut juga digambarkan Soeharto sebagai seorang pemimpin yang totaliter
yang "menempatkan tentara berada di desa" di negara dengan sekitar 60 ribu pulau tak berpenghuni yang membentang sepanjang 3.000 mil. Soeharto juga dituliskan sebagai
salah seorang pemimpin paling brutal di dunia dan dituduh telah melakukan korupsi.

Namun, kata AP, kesehatan yang buruk membuat dia tidak terjamah oleh pengadilan. AP juga mengutip pernyataan seorang profesor ekonomi dari Universitas Northwestern, Jeffrey Winters. Ia mengatakan, korupsi telah merampas dekade paling jaya Indonesia, dan merusak peluang
terbaiknya untuk beranjak dari negara miskin ke negara kelas menengah.

Yang menarik adalah ulasan soal sejarah Soeharto AP sedikit mengulas tentang hal ini. Kata media itu, "seperti kebanyakan orang Indonesia, Suharto (AP tidak menulis Soeharto) hanya menggunakan satu nama. Dia lahir 8 Juni 1921, dari sebuah keluarga petani di Desa Godean, Provinsi Jawa Tengah.

Sementara media AS lainnya, CNN, menulis dengan berita yang juga cukup keras. Malah, media terkenal ini menulis nama Suharto dengan sangat lengkap termasuk gelar haji yang disandangnya, Haji Muhammad Suharto, dengan menggunakan label "diktator".

Tapi yang menarik adalah penulisan smiling general, yang ditambahkan CNN, memerintah negaranya dengan tangan besi selama tiga dekade. Digambarkan, Soeharto tewas sehari
setelah dokter menyatakan dia tampak membaik. Oleh CNN, Soeharto juga digambarkan
sebagai pemimpin yang memajukan perekonomian Indonesia dan membawa Indonesia sebagai sebuha kekuatan regional kepulauan. Namun, dia juga memerintah dengan tuduhan korupsi yang menimpanya.

"Dia dikenal sebagai smiling general. Dia dapat sangat gembira kelihatannya, tapi di balik senyum itu ada lapisan baja," kata Richard Woolcott, seorang mantan Dubes Australia untuk Indonesia seperti dikutip CNN. "Dalam jangka pendek, dia mungkin dinilai agak keras oleh para pengkritik Australia dan negara lainnya di Barat, tapi dalam jangka panjang, saya menilai sejarawan akan melihat kontribusinya bagi Indonesia sangat positif," ujar Woolcott.

Sphere: Related Content

No comments: