19.1.08

Bangsa yang Lupa Sejarah

Kabar Indonesia.
           
Oleh : M.Hasoloan Sinaga 

           
18-Jan-2008, 22:55:51 WIB - [www.kabarindonesia.com]

           
           
KabarIndonesia - Akhir-akhir ini bangsa Indonesia seakan
kehilangan jika Soeharto yang saat ini sakit dan dirawat di RSPP
meninggal dunia. Hampir setiap saat semua media, baik media cetak
maupun media elektronik menyiarkan atau menayangkan berita tentang
perkembangan sakitnya Soeharto.

           
Para dokter yang menangani pun harus membuat pernyataan
pers minimal 2 (dua) kali sehari. Kunjungan dari keluarga maupun
kolega termasuk mereka-mereka yang selama masa orde baru menjadi
anak buahnya, bahkan orang yang pernah dipenjarakan Soeharto pun
tidak henti-hentinya berdatangan.

           
Di berbagai daerah di tanah air digelar pengajian,
istiqosah dan zikir massal untuk mendoakan agar Soharto lekas
sembuh. Para tokoh politik maupun tokoh hukum yang selama ini teriak
paling keras untuk menuntut Soeharto agar diadili mengeluarkan
pernyataan agar memaafkan kesalahan Soeharto, dan tidak perlu lagi
untuk menuntutnya ke pengadilan. 

           
Segala pernak-pernik yang ada hubungannya dengan
Soeharto dikupas tuntas oleh media dengan nara sumber yang hebat-
hebat. Sungguh luar biasa kharisma Soeharto, sang jenderal besar
ini. Pada saat sekarat pun ternyata perhatian masyarakat khususnya
para elit politik tidak berkurang. Justru sebaliknya. Sepertinya
jika Soeharto meninggal dunia, maka nasib sebagian besar rakyat yang
saat ini hidup dalam tekanan ekonomi akan berubah. 

           
Padahal begitu banyak masalah yang dihadapi bangsa ini
dibandingkan dengan sakitnya Soeharto. Mulai kelangkaan BBM-minyak
tanah, mahalnya harga-harga kebutuhan pokok, bencana alam,
pengangguran yang makin bertambah, kemiskinan yang makin besar
jumlahnya dan sebagainya seakan tidak mendapat perhatian dari
pemerintah. 

           
Realitas ini membukakan mata hati kita selaku anak
bangsa. Perjuangan yang selama ini dilakukan oleh orang yang
mendedikasikan dirinya untuk kebebasan dari rejim Soeharto yang
represif seakan tidak berarti. Pengorbanan para aktifis yang mati
muda, orang yang ditangkap dan dipenjarakan, para orang tua yang
kehilangan anggota keluarganya, rakyat miskin yang tergusur karena
kebijakan pemerintahan Soeharto saat itu, seakan sia-sia. 

           
Bangkrutnya negara ini sebagai buah dari kebijakan
Soeharto di masa lalu pun, seakan tidak cukup untuk meniadakan
kharisma dan pesona Soeharto. Bangsa ini memang bangsa yang pelupa
dengan sejarah masa lalu!

Sphere: Related Content

No comments: