14.1.08

Bekas Bos Kian Kritis, Sudomo Nyanyi-Nyanyi

 
----- Original Message -----
From: Sunny
Sent: Monday, January 14, 2008 7:06 AM
Subject: [zamanku] Bekas Bos Kian Kritis, Sudomo Nyanyi-Nyanyi

 
Senin, 14 Jan 2008,
 
 

Bekas Bos Kian Kritis, Sudomo Nyanyi-Nyanyi


Selain Harmoko, ada satu lagi orang kepercayaan Soeharto yang sampai sekarang belum terlihat menjenguk mantan orang kuat Orde Baru itu. Dialah Laksamana TNI (pur) Sudomo, mantan menteri tenaga kerja (Menaker) dan Pangkopkamtib (panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban). Pada era Orde Baru, Sudomo begitu disegani karena sering disebut-sebut sebagai "tangan kanan" Soeharto yang bertugas memberesi lawan-lawan politik.

Namun, kemarin, saat mantan bosnya sedang berada di titik kritis kedua sejak sakit sepuluh hari lalu, Sudomo justru larut dengan aktivitasnya sebagai ketua Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki). Radar Bandung (Grup Jawa Pos) melaporkan, bertempat di Lapangan Gasibu Bandung, Sudomo itu asyik jalan sehat, menyanyi di atas panggung, dan mentraktir puluhan wartawan di Rumah Makan Sindang Reret.

Di umur yang sudah mencapai 81 tahun, Sudomo terlihat begitu bugar. Dengan energik, mantan pejabat yang memopulerkan istilah oknum pada akhir 1970-an itu melahap rute jalan sehat. Tak terlihat lelah, di akhir acara Sudomo ikut naik panggung hiburan. Berduet dengan Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan, Sudomo lantang menyanyikan lagu Kemesraan milik Iwan Fals.

"Ingin tahu resep usia 81 tahun tapi terlihat seperti 17 tahun?" tanya Sudomo di atas panggung saat disinggung tentang kebugarannya. "Ingat ini, rajin olahraga, makan teratur, dan sering-sering nonton Inul," kilah Sudomo dengan gaya humor khasnya yang langsung disambut tawa peserta jalan sehat.

Sudomo baru terlihat serius saat ditanya tentang kesehatan mantan atasannya, Soeharto. Menurut pelopor litsus atau penyaringan ideologis terhadap para calon pegawai negeri dan ABRI itu, selama Soeharto dirawat, dirinya belum menyempatkan diri untuk menjenguk. "Masalah nengok itu gampang. Biasanya orang kalau ditengok akan tambah sakit. Biarkan saja Pak Harto istirahat dulu," kata jenderal kelahiran Malang 20 September 81 tahun silam itu.

Dibandingkan dengan sebuah kunjungan, lanjut Sudomo, yang terpenting sekarang ini adalah doa. "Sebab, dengan doa, terdapat sebuah harapan supaya Yang Mahakuasa memberikan kesembuhan," ujarnya.

Terkait dengan adanya beberapa orang yang menjenguk Soeharto, Sudomo berpandangan bahwa hal tersebut dilakukan mungkin karena ada yang ingin mencari popularitas saja. "Banyak orang menengok Pak Harto di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) bisa karena hanya ingin mencari popularitas saja," ujarnya sekali lagi dengan mimik serius.

Lebih lanjut, Sudomo mengatakan, selain ada sisi kekurangan, manusia pasti memiliki kelebihan. Begitu pun mantan presiden Indonesia tersebut. Dia menilai, sudah cukup kemajuan yang dicapai selama menjabat presiden. Karena itu, nilai plus dari Soeharto tersebut sebaiknya dijadikan pertimbangan dalam proses hukum yang kini masih melilit mantan atasannya tersebut. "Lebih baik sekarang jangan dulu bicara kasus hukum. Masak orang sakit diperlakukan seperti itu," terangnya
. (dni/jpnn

__._,_.___

Ingin bergabung di zamanku? Kirim email kosong ke: zamanku-subscribe@yahoogroups.com

Klik: http://zamanku.blogspot.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___


No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.19.2/1221 - Release Date: 12/01/2008 14:04

Sphere: Related Content

No comments: