27.1.08

Belasungkawa dari Mancanegara

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Indonesia. "Kepemimpinan Soeharto selama 32 tahun merupakan periode penting dalam sejarah Indonesia, di mana Indonesia telah memainkan peran yang signifikan dalam hubungan internasional,

" tutur Ban, Senin (28/1).

Malaysia

Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi mengucapkan belasungkawa atas kepergian Soeharto yang dianggap sebagai seorang yang telah membuka jalan persahabatan antara dua negara. "Kami sangat menghargai hubungan yang sangat baik yang telah diprakarsai oleh Pak Harto," tutur Badawi.

Menlu Syed Hamid Albar menilai kepergian Soeharto menimbulkan rasa kehilangan yang besar. "Meskipun banyak peristiwa terjadi di akhir jabatannya, sesungguhnya Soeharto berkontribusi bagi pembangunan ekonomi serta bagi ASEAN secara keseluruhan," tambah Syed Hamid.

Soeharto, yang berkuasa dari 1966-1998, tutup usia setelah dirawat lebih tiga minggu di rumah sakit akibat gangguan di jantung dan paru-paru. Keberhasilan Soeharto mendongkrak perekonomian diwarnai dengan berbagai tragedi pertumpahan darah termasuk pembantaian ribuan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) dan para simpatisannya, pelanggaran HAM terutama di Aceh, Papua dan Timor Timur hingga praktik-praktik korupsi.

Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad, sejawat dekat Soeharto yang sama-sama berkuasa dalam waktu lama, menilai angka yang dipublikasikan tentang orang-orang komunis yang disebut-sebut dibantai rezim Soeharto "benar-benar omong kosong".

"Saya tahu faktanya. Saya tahu apa yang terjadi. Indonesia adalah negara yang diliputi anarki ketika itu, dan ia tidak punya otoritas apa pun. Ketika pembantaian orang-orang komunis mulai terjadi, ia belum menjadi presiden. Ia tidak memerintahkan pembantaian," bela Mahathir.

Mahathir, yang berkuasa di Malaysia selama dua dekade dan mundur pada 2003, memandang Soeharto sebagai teman rakyat Malaysia dan bagi dirinya sendiri. "Ia merupakan pemimpin yang hebat dan juga seorang negarawan internasional. Bagi saya, ini agak sedikit pribadi, saya mengenal dia dan bekerja sama dalam jangka waktu panjang," komentar Mahathir.

"Kendati Indonesia bukan sebuah negara demokrasi yang ideal selama Soeharto berkuasa, faktanya ia membawa stabilitas bagi Indonesia. Tentu ada harga yang harus dibayar," ungkap Mahathir yang dikutip Bernama ketika ditanya tentang orang-orang yang menderita di bawah kekuasaan Soeharto.

Filipina

"Sebagai tokoh pembentuk ASEAN, Soeharto merupakan salah satu dari sekian banyak tokoh yang mempelopori visi perdamaian, pembangunan dan kemakmuran," komentar Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo di tengah liburannya di Dubai.

Singapura

Perdana Menteri Lee Hsien Loong ke Jakarta untuk memberikan penghormatan terakhirnya, Minggu (27/1).

Thailand

Peran besar mendiang Soeharto, khususnya di ASEAN, ditegaskan pula oleh Perdana Menteri Thailand Surayud Chulanont. Thailand menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas kontribusi Soeharto dalam menciptakan perdamaian dan keamanan di kawasan. "Berdirinya ASEAN pada 1967 dan upaya mentransformasikan ASEAN menjadi organisasi regional yang matang dan utuh, bisa terwujud berkat kepemimpinan, komitmen dan restu mendiang Soeharto," ungkap Chulanont.

Bersama rekan-rekan sejawatnya di kawasan Asia Tenggara, Soeharto telah membuat kawasan ini jauh lebih aman, lebih kuat, dan percaya diri ketimbang beberapa dekade yang lampau. "Kontribusinya tidak ternilai khususnya dalam memperkuat ASEAN menjadi organisasi regional yang penuh semangat," tambah Menlu Thailand Nitya Pibulsonggram.

Belanda

Menlu Belanda Maxime Verhagen menyebut Soeharto sebagai "tokoh politik penting" yang mewujudkan "periode stabilitas berkesinambungan" di Indonesia.

Australia

Perdana Menteri Australia Kevin Rudd juga menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga dan rakyat Indonesia. Tetapi Rudd tetap memandang Soeharto sebagai tokoh yang kontroversial, khususnya dalam masalah HAM dan Timor Timur.

PM Rudd menyampaikan penghargaan atas peran mantan Presiden RI ke-2 itu dalam memodernisasi Indonesia dan membantu membentuk ASEAN dan APEC. "Ia adalah tokoh yang berpengaruh di kawasan Australia dan sekitarnya," kata Rudd.

Tetapi, Rudd, yang juga pemimpin kelompok tengah kiri Australia, juga tidak sungkan-sungkan untuk mengkritik catatan pelanggaran HAM seorang Soeharto. "Mantan presiden tersebut juga tokoh yang kontroversial terkait pelanggaran HAM dan kasus Timor Timur. Banyak yang tidak setuju dengan pendekatan yang dilakukan Soeharto," kata Rudd dalam sebuah pernyataan.

"Sekarang, sebagai negara demokrasi terbesar ke-3 di dunia, Indonesia adalah sejawat dan tetangga dekat tempat Australia berbagi kepentingan-kepentingan keamanan dan politik yang penting," kata Rudd.

"Keberhasilan Indonesia sebagai sebuah negara demokrasi yang moderen bukanlah kepentingan hanya bagi Australia saja, tetapi juga untuk seluruh kawasan dan dunia," ia menandaskan.

AS

Duta Besar AS Cameron R Hume mengatakan selama 32 tahun kepemimpinannya, Indonesia mencapai pembangunan ekonomi dan sosial yang luar biasa. Jasa Soeharto di dunia internasional tampak ketika ia turut mensponsori pembentukan ASEAN. Soeharto juga dinilai memberikan Indonesia peran yang penting dalam Gerakan Non Blok, sementara di saat yang sama ia juga terus menjalin hubungan erat dengan AS.

"Meskipun terdapat kontroversi mengenai warisan kepemimpinannya, Presiden Soeharto merupakan tokoh besar dalam sejarah yang meninggalkan warisan yang abadi bagi Indonesia dan wilayah Asia Tenggara," ungkap Hume.

Jepang

Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda dan Menteri Luar Negeri Masahiko Komura menyuarakan ungkapan serupa. "Ia memberikan kontribusi dalam meningkatkan hubungan persahabatan Jepang-Indonesia. Saya atas nama pemerintah dan rakyat Jepang menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya," kata Fukuda.

Inggris

Ungkapan duka cita juga disuarakan oleh Menteri Luar Negeri Inggris David Miliband.

"Ia memainkan peran penting dalam sejarah dan pembangunan Indonesia," ungkap Miliband. [AP/AFP/WWH/E-9/B-14]

Sphere: Related Content

No comments: