20.1.08

Benazir Bhutto dan Mbak Tutut


almarhumah benazir bhutto saat berkampanye

Mbak Tutut, anak Soeharto, berambisi keras untuk jadi presiden. Walau kemampuannya hanya begitu-begitu saja, dia tak pantang menyerah. Lalu ditelponnya Benazir untuk meminta nasihat.

"Mbak Benazir, tolongin dong kasih tahu caranya untuk menjadi Presiden....."

"Oh itu mudah Tut, coba kamu pake kacamata kayak saya....."

Tutut segera pake kacamata kayak Benazir, tapi tidak terpilih juga menjadi presiden. Ia kecewa.

Lalu Benazir ditelpon lagi, "Mbak Benazir, udah pake kacamata kayak mba kok saya belum terpilih juga sih?"

"Ohh, memang sih ada syarat yang lain Tut. Ccoba kamu pake kerudung kayak saya."

Tutut segera pake kerudung, ternyata berhasil. Walau tidak terpilih jadi presiden, Tutut terpilih jadi menteri "Soksial".

Tutut tak puas, ambisinya untuk jadi presiden tak bisa dibendung.

Dia telpon lagi Benazir, "Mbak Benazir, gimana dong, masak sih udah pake kacamata dan berkerudung kayak mbak, saya masih belum terpilih juga?"

Dengan agak sungkan, Benazir berkata, "Memang sih ada syarat yang sangat berat untuk menjadi presiden Tut, dan mungkin kamu gak bakalan sanggup melakukannya."

Karena penasaran Tutut ngotot terus, "Ayo dong mbak, apapun syaratnya saya akan melaksanakannya."

Karena didesak, Benazir akhirnya berkata "Begini Tut, supaya kamu jadi presiden, kamu harus mengikuti langkah saya, yaitu bapak kamu harus digantung seperti yang dialami bapak saya."

Tutut "..%*^&^*(^%^%

Sphere: Related Content

No comments: