28.1.08

Berita meninggalnya Soeharto di Jerman

Oleh Yanti Mirdayanti

Sejak kemarin orang-orang Jerman sudah langsung mendengar berita tentang meninggalnya almarhum Soeharto. Buktinya, mertua langsung telpon saya dan bertanya apakah saya sudah mengetahui berita tersebut, padahal saya baru saja bberapa menit sampai di rumah dari perjalanan Jakarta-Bonn.

Orang-orang Jerman pada umumnya memang senang mendengarkan berita, baik dari radio maupun televisi. Hampir di setiap dapur orang Jerman selalu ada radio.

Senin dini hari ini saya masih jetlag. Tidur malam berakhir hanya sampai jam 1 pagi. Ingin segar, pergi mandi dan cuci rambut dengan air hangat. Lalu turun ke dapur mencari makanan. Maklum, kalau di Indonesia ini jam 7 WIB, jam sarapan pagi. Sambil mengunyah makanan, saya mulai menyalakan televisi.

Saya penasaran ingin terus mengikuti perkembangan berita seputar meninggalnya alm. Soeharto. Kebetulan jam 2:30 pagi ini (8:30 WIB) ada teman kirim SMS, berbunyi: 'Jenazah Pak Harto sedang diterbangkan ke Solo. Acara penguburan akan ditayangkan live 24 jam.'

Maka semakin kupelototi siaran TV. Ganti-ganti channel antara BBC, ALjazeera dan CNN. Ketiga channel tsb sejak jam 4 subuh ini tiap jamnya memberitakan hal-hal aktual, termasuk updated berita tentang upacara penerbangan sampai penguburan Pak Harto. Kupasan berita- beritanya berimbang: jasa baik dan sejarah jelek diungkapkan.

Subuh break dulu. TV dimatikan. Sambil menyiapkan anak-anak ke sekolah, TV kembali dinyalakan. Setelah anak-anak berangkat, jam 8 kurang, kembali kupelototi TV. Berita terakhir yang diikuti adalah dimasukkannnya jasad almarhum Soeharto ke tempat peristirahatannya.
Sebelumnya tampak Sang Saka Merah Putih menutupi peti jenazah.

Selesai jasad ditutup tanah, tampak Presiden SBY menancapkan payung berhias ke atas kuburan. Selain payung, SBY juga memasang bunga yang sudah dirancang besar itu, diletakkan bergandengan di sebelah payung.

Oh, ya, ada sesuatu yang menarik perhatian saya karena baru kali ini saya melihat ritual semacam ini. Yaitu sesuatu yang dilakukan Tutut Soeharto. Sepertinya memecahkan sebuah kendi (?). Saya tidak tahu, apa arti ritual pemecahan barang tersebut.

Kenyang dengan berita TV, kulalap beberapa koran harian Jerman. Beberapa judul terbaca sbb:
'Ex-Diktator Telah Tiada', 'Bapak Bertangan Besi Indonesia Akan Disemayamkan Hari Ini', namun ada pula yang datar-datar saja 'Bekas Presiden Indonesia Meninggal Dunia'.

Kemarin, Minggu sore sampai malam berita meninggalnya Soeharto disiarkan berita-berita nasional Jerman, tetapi tidak terlalu panjang lebar, biasa-biasa saja. Yang panjang lebar diperoleh dari berita internasional, terutama Aljazeera yang rajin itu. Memang di Jerman ini kalau ingin berita detail suatu kejadian yang aktual, biasanya bisa diperoleh lebih komplet lewat koran-koran (harian maupun mingguan).

Bonn,
-Yanti-

Sphere: Related Content

No comments: