19.1.08

Berita soal Soeharto sakit sudah menjenuhkan!

Bagi rakyat Indonesia yang tidak merasa berkepentingan langsung untuk mengikuti perkembangan sakitnya Soeharto, tak akan tertarik membaca artikel apa pun tentang perkembangan sang ex-pemimpin Orde Baru saat ini.

Masyarakat umum di Indonesia baru akan menoleh dengan 'lapar' ke kisah aktuel Soeharto kalau persoalannya mulai lain, yaitu jika beritanya berjudulkan soal kematian sang Jenderal.

Sebaiknya media-media lokal maupun nasional sekarang ini tidak perlu bersusah payah antri panjang untuk mendapatkan gambar baru wajah Soeharto di RS kalau memang sulit mendapatkannya. Selain membuang-buang waktu, juga sejak sekian hari ini isi beritanya sudah
sangat menjenuhkan, soal itu-itu saja (berkisar sekitar naik turunnya hemoglobin darah, sudah bisa tersenyum kembali, sudah lebih baik lagi, kemudian kritis lagi, etc.).

Kembali saja nanti ke masalah Soeharto ini kalau memang sudah ada 'breaking news'-nya.

Kalau memang tersisa ada ruang di halaman koran yang kosong untuk tema-tema seputar Soeharto, isi saja dengan isu-isu yang lebih edukatif, seperti soal HAM, isu-isu perkara korupsi, maupun isu-isu latar belakang sejarah yang semuanya berhubungan dengan masa-masa
kekuasaan Soeharto.

Walaupun sudah banyak dipublikasikan dalam bentuk buku-buku, tema-tema di atas untuk pembaca koran dan penonton tv (khalayak lebih luas) dianggap lebih 'sexy', dibandingkan dengan berita tentang perkembangan sakitnya atau sembuhnya itu sendiri.

Atau kalau sudah jenuh juga dengan masalah HAM, korupsi, etc, marilah kita isi berita-berita di koran dan media secara umum dengan masalah lingkungan hidup yang sudah sangat mendesak di bumi Indonesia ini.

Salam dari bumi Khatulistiwa Kalbar
(Kunjungan pertama)!

- Yanti Mirdayanti-

e-mai: mirdayanti@yahoo.com

Sphere: Related Content

No comments: