13.1.08

Dokter Optimis, Soeharto Sembuh

Bangka Pos - Minggu, 13 Januari 2008

                        JAKARTA, POS BELITUNG -- Tim dokter
kepresidenan mengaku tetap optimistis mantan Presiden Soeharto akan
dapat keluar dari masa kritis. Mereka optimistis,  nyawa Soeharto
masih tertolong.

                        Penyataan itu disampaikan Ketua Tim Dokter
Kepresidenan, Dr Mardjo Soebiandono, saat memberikan pernyataan
kepada wartawan di aula Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Sabtu
(12/1). "Kami melihat dari segi medis kok masih bisa. Kami tetap
optimistis," kata Dr Mardjo.

                        Menurutnya, pihak keluarga memang sudah
mengikhlaskan jika Soeharto sudah dipanggil Yang Maha Kuasa. Ia
menuturkan, semula keluarga tidak menghendaki pemasangan inkubasi
pemasangan ventilator. "Tapi, kami beritahu masih bisa, ada respon
dan sesaknya hanya sedikit. Dan setelah kami kasih ventilator, cukup
membantu," kata Dr Mardjo.

                        Ia mengatakan sampai Sabtu pagi, ventilator
(alat bantu pernafasan) masih terpasang. Dokter juga menyebut,
Soeharto saat ini masih ditidurkan. Dr Mardjo menyebut, secara umum
keadaan umum jauh lebih baik dan kesadaran mulai menunjukkan
respons. Tekanan darah stabil 90-100/40-50 mmHg.

                        Bahkan, Dr Mardjo menyebut fungsi otak sudah
membaik. Meski, kadar sel dara merah atau hemglobin (Hb) menurun
menjadi 7,5 gr persen.

                        "Tadi pagi jam 5, Pak Harto mengangguk saat
menjawab pertanyaan saya," jelas Dr Mardjo.
                        Entah bagaimana sebenarnya kondisi mantan
Presiden Soeharto. Namun, menurut salah seorang tim dokter, saat ini
kondisi Soeharto sudah membaik. Soeharto sudah bangun dan sadar.

                        "Kondisinya membaik. Dia sudah bangun.
Tadinya kita tidurkan secara ringan. Tapi sekarang dia sadar," kata
dr Christian, salah seorang tim dokter, saat ditemui wartawan di
lift bagian belakang RSPP, Jl. Kyai Maja, Jakarta Selatan, Sabtu
(12/2).

                        Saat ditanya mengenai kabar bahwa fungsi
otak turun, Christian meluruskannya. "Fungsi rusaknya yang turun.
Kalau mobil kita masukin bengkel, kita betulin, kan jadi bagus,"
ujar dia.

                        Lain lagi komentar Menkes Siti Fadilah
Supari, menurutnya Pak Harto sempat berhenti bernafas. "Saya sempat
dilapori pukul 18.00 WIB, dia (Soeharto) sempat berhenti bernafas,"
kata Ibu Menkes saat dihubungi wartawan via ponsel, Sabtu (12/1).

                        Menurut Siti, dia dimintai pendapat apakah
perlu dipasangi ventilator. "Saya bilang tidak usah, kasihan,"
akunya.
                        Namun pendapat Bu Menteri tidak diindahkan
keluarga Pak Harto. Mbak Tutut tetap minta dipasangi
ventilator. "Dia (Mbak Tutut) lebih berhak, kita bisa apalagi? Pukul
21.00 WIB saya mendapat kabar bahwa alat tersebut sudah terpasang di
Soeharto," ujarnya lagi.

                        Ketika ditanya kemungkinan berapa lama Pak
Harto bisa bertahan dengan alat tersebut, Siti menjawab, "Kita tidak
bisa menentukan, bisa panjang, bisa pendek," jawabnya singkat.

                        Namun keterangan Menkes justru dibantah oleh
anggota tim dokter kepresidenan. "Ada satu hal yang perlu
diluruskan, beliau tidak pernah berhenti bernafas. Maksudnya ada
yang bilang dia meninggal. Itu tidak betul," tegas ahli anastesi tim
dokter kepresidenan Christian.

                        Christian meluruskan kabar tersebut kepada
sejumlah wartawan di RSPP, Jalan Kyai Maja, Jakarta, Sabtu (12/1).

                        Jangankan meninggal dunia, koma pun Soeharto
tidak mengalaminya. Kondisi Soeharto mengalami kegawatan pada Jumat
petang. Seluruh organ tubuh mengalami kegagalan, sehingga
pernafasannya dibantu mesin. Tim dokter juga sengaja menidurkannya.

Sphere: Related Content

No comments: