12.1.08

Gaya Pembesuk Soeharto, Dari Mantan Petinju Hingga Terpidana

Tribun Timur Makassar.
Minggu,  13-01-2008  
                              
 
                                  
                                BERKUMPULNYA ratusan wartawan dari
berbagai media nasional dan asing di Rumah Sakit Pusat Pertamina
(RSPP) Jakarta untuk meliput perkembangan kesehatan mantan Presiden
Soeharto nampaknya mengundang minat banyak orang untuk membuat
sensasi.
                                Tujuannya tidak lain agar sensasi
yang mereka lakukan itu menarik perhatian wartawan, kemudian di
shooting, di foto, dan diliput. Beritanyapun akan tersebar luas ke
seluruh penjuru dunia.
                                 
                                Sepanjang hari Sabtu (12/1) kemarin,
mulai dari pagi sampai malem selalu ada saja orang atau kelompok
yang datang ke RSPP untuk membuat sensasi. Mulai dari orang yang
terkenal sampai mantan terpidana. 

                                Sensasi pertama dibuat oleh mantan
juara tinju kelas super terbang IBF Ilyas Pical bersama teman-
temannya. Ada sekitar lima orang. Rombongan Ilyas Pical ini datang
ke RSPP sekitar pukul 09.30 WIB. Begitu sampai di depan RSPP tempat
para wartawan memantau perkembangan kesehatan Soeharto, mereka
langsung menggelar spanduk putih bergambar Soeharto dan
bertuliskan, "Bapak Pembangunan Indonesia Kami Tidak Pernah
Melupakanmu". 

                                Setelah sekitar dua menit mengelar
spanduk, mereka diminta meninggalkan RSPP oleh pihak keamanan.
Selang sekitar 30 menit, datang seorang pria renta berbalut seragam
veteran pejuang untuk yang mengaku ingin menjenguk Soeharto. 

                                Pria yang sudah mulai kesulitan
untuk berjalan dan suaranya sudah tidak terdengar jelas ini mengaku
pernah berjuang bersama-sama Jenderal Besar Soeharto. Ia mengaku
teman akrap Soeharto. Sebagai teman ia merasa berkewajiban menengok
saat sedang sakit seperti ini. 

                                Lelaki renta ini langsung naik ke
lantai lima tempat Soeharto dirawat. Tapi tak sampai 2 menit, ia
sudah keluar lagi. Nampaknya pihak keamanan tidak diperbolehkan ia
menengok Soeharto. 

                                Siang hari saat matahari menyengat,
datang dua pria membawa tampah berisi aneka kue. Dua pria tersebut
mengaku disuruh aktor terkenal Ray Sahetappy. "Kami hanya disuruh
Pak Ray Sahetappy mengantar kue ini untuk keluarga Pak Harto,"
ungkapnya. 

                                Sekitar setengah jam kemudian datang
seorang laki-laki membawa karangan bunga untuk ukuran 1 x 0,5 meter.
Karangan bunga yang dibawa Teuku Raja Sayang ini juga aneh. Ia tidak
menghiasi papan ucapan untuk Soeharto itu dengan bunga, tapi dengan
uang. Uang lembaran-lembaran Rp 1.000, Rp 5.000, dan 10.000 yang
dirangkai seadanya untuk menghiasi karangan bunga tersebut. 

                                "Kalau pakai bunga, kan, nanti hanya
dibuang jadi sampah. Kalau pakai uang, pasti akan ada yang
memanfaatkan," kata pria sekitar 60 tahun ini memberi alasan. 

                                Tak mau ketinggalan, eks terpidana
kasus kematian Munir, Pollycarpus Budihari Priyanto, juga ikut
nongol di RSPP. Polly yang kemarin memakai kemeja biru, begitu
sampai di RSPP langsung naik lift ke lantai lima. Ia juga ingin
menjenguk mantan Presiden Soeharto. 

                                Dengan penuh percaya diri Polly
masuk ke RSPP. Tapi nasibnya Polly seperti veteran perang, hanya
sekitar dua menit Polly sudah keluar lagi. Nampaknya Polly ditolak
oleh pihak keamanan. 

                                Wartawan yang jenuh menungui
perkembangan kesehatan Soeharto, selalu tertarik dengan berbagai
sensasi yang dibuat oleh orang- orang tersebut. Mereka selalu ramai-
ramai membidikan kamera dan mewancainya. "Pingin masuk TV, ya, pak?"
salah satu pertanyaan yang selalu terlontar pada orang-orang yang
membuat sensasi tersebut.

Sphere: Related Content

No comments: