28.1.08

Jenazah Soeharto dilepas dengan tradisi Jawa

www.suarapembaruan.com


[JAKARTA] Pelepasan jenazah mantan Presiden Soeharto di kediaman Soeharto, Jalan Cendana Nomor 8, Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus) dilakukan dengan prosesi militer dan adat Jawa. Upacara pelepasan jenazah dilakukan pada Senin (28/1), tepat pukul 07.00 WIB.

Upacara pelepasan jenazah di kediaman Soeharto dipimpin oleh inspektur upacara Ketua DPR Agung Laksono dengan komandan upacara Kolonel Saptono, selaku Danrem Wijaya I Jakarta Timur. Setelah Agung Laksono memberikan sambutan pelepasan, keluarga melakukan tradisi "Brobosan Peti Jenazah" atau "Terobosan Peti Jenazah".

Dalam adat Jawa, tradisi melewati bawah peti jenazah bermakna sebagai penghormatan terhadap keluarga. Upacara itu dilakukan oleh seluruh keluarga Soeharto, mulai dari anak, menantu, cucu hingga cicit. Mereka melewati peti jenazah sebanyak tiga kali searah jarum jam.

Setelah itu, anak sulung Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut) memecahkan piring, kelapa, dan kendi di halaman rumah. Seluruh keluarga mengenakan baju hitam. Sekitar pukul 07.10 WIB, peti jenazah dibawa keluar dari dalam rumah menuju mobil jenazah.

Sebanyak delapan orang mengusung peti jenazah. Di depan peti jenazah, sebanyak sepuluh orang membawa gendang, karangan bunga, dan foto berjalan perlahan menuju mobil jenazah.

Seluruh pasukan, sebanyak 12 pleton atau 450 pasukan, berjajar rapih di sepanjang Jalan Cendana. Mereka berpakaian kedinasan lengkap, terdiri dari sembilan pleton TNI dan tiga pleton Polri.

Sekitar pukul 07.20 WIB upacara selesai. Saat iring-iringan mobil jenazah dan bus keluarga sebanyak lima bus keluar jalan Cendana, masyarakat yang berdiri di trotoar melemparkan bunga tabur ke jalan yang akan dilalui mobil jenazah dan juga ke arah mobil jenazah.


Jenasah mantan Presiden Soeharto tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma pukul 08.18 WIB. Jenazah dibawa mobil Mercy MB 100 dari Garnisun dengan nomor 6703. Rombongan pengantar, termasuk keluarga diangkut dengan lima bus pariwisata ditambah bus-bus TNI dan mobil-mobil pribadi. Jenazah sempat berhenti sebentar di pintu gerbang masuk landasan. Wartawan mengira jenazah diturunkan dari mobil dan diusung menuju pesawat Hercules VIP A 1341. Ternyata, jenazah diantar mobil hingga pesawat dan baru diturunkan dan diusung enam anggota TNI dari Kopasusus, Marinir, Paskas, dan Brimob.

Jenazah yang diselimuti bendera merah-putih dimasukan perlahan-lahan-lahan lewat pintu belakang sebelah kiri, tepat pukul 08.27 WIB. Tetapi, pesawat pengangkut jenazah tidak langsung berangkat karena harus menunggu dua pesawat yang mengangkut rombongan keluarga, yaitu Pelita Air dan Trans Wisata take off pada pukul 08.39 WIB dan pukul 08.41 WIB. Sedangkan Hercules VIP A 1341 baru take off pukul 08.43 WIB. [L-10/M-16/A-21]

Sphere: Related Content

No comments: