13.1.08

Kasus Soeharto: Beranikah Jaksa Agung Bertindak Sendiri?

14/01/2008 05:28

Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah dinilai tidak pada tempatnya menawarkan penyelesaian kasus hukum di luar pengadilan kepada keluarga mantan Presiden Soeharto. Di saat Pak Harto berjuang melawan sakit, pemerintah terkesan memaksakan perdamaian melalui negosiasi membayar sejumlah uang.

Kisah bermula ketika Jaksa Agung Hendarman Supandji datang ke ruang perawatan Pak Harto pada pukul 02.00 WIB, Sabtu kemarin. Jaksa Agung mengaku mewakili pemerintah untuk bernegosiasi dengan keluarga Pak Harto. Namun kedatangan ini dianggap keluarga tidak etis karena membicarakan uang di saat Pak Harto sedang berjuang melawan maut [baca: Kuasa Hukum Soeharto Tolak Usulan Pemerintah].

Babak berikutnya malah mencengangkan. Ppresiden Susilo Bambang Yudhoyono terpaksa mempersingkat kunjungan kenegaraan di Malaysia dan langsung memimpin rapat terbatas di Cikeas. Dalam pidatonya, Presiden secara tak langsung seperti tak mengakui bahwa Jaksa Agung datang atas perintah resmi [baca: SBY: Hentikan Polemik soal Status Hukum Soeharto].

Jaksa Agung yang ditemui usai mengikuti rapat menolak mengomentari pernyataan Presiden tentang langkah yang telah diambilnya. Namun yang pasti, komentar Presiden melahirkan pertanyaan baru apakah mungkin seorang Jaksa Agung berani bertindak sendiri? Padahal selama ini Hendarman dikenal sebagai orang yang sangat patuh terhadap Presiden.(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)

Sphere: Related Content

No comments: