13.1.08

Keluarga Cendana Kian Cemas

Banjarmasin Post -Senin, 14-01-2008 | 02:20:25
Peluang Hidup 50 Persen

JAKARTA, BPOST - Kondisi kesehatan mantan Presiden Soeharto semakin memburuk. Keluarga Cendana pun kian cemas. Sejak Minggu (13/1) pagi hingga malam tadi, keluarga berkumpul di lantai 5 Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta.


Kondisi kesehatan Soeharto cukup fluktuatif. Meski masih dalam masa kritis, malam tadi kondisinya berangsur-angsur membaik. Hal itu ditandai kenaikan tekanan darah 120/ 70 mm hg, serta kenaikan kadar haemoglobin.


"Memang membaik. Tapi belum melewati masa kritis," kata seorang anggota Tim Dokter Kepresidenan, dr Djoko Rahardjo.


Ventilator masih dipasang di tubuh Pak Harto. Alat pompa juga terus dipasang untuk mengurangi cairan di tubuh mantan penguasa Orde Baru yang dirawat sejak Jumat (4/1) lalu itu.

Ketua tim dokter, dr Mardjo Soebiandono mengatakan, peluang hidup Soeharto 50:50. Menurutnya, semua organ penting Soeharto rusak. Hanya otak dan alat pencernaan yang masih berfungsi dengan baik. "Kita berdoa supaya Tuhan bisa menyembuhkan penyakit Pak Harto," kata Mardjo.

Tentang peluang hidup Soeharto, tim dokter sudah memberitahukan kepada anak-anak Soeharto yang berkumpul di lantai V RSPP.

"Sudah dua kali kita kumpulkan keluarga untuk memberitahu kemungkinan terburuk. Mereka menyerahkan seluruhnya pada kita dan mengikhlaskan pada Tuhan," ujarnya.

Tim dokter membantah Soeharto dipaksa hidup. "Kalau memaksakan hidup itu artinya sudah mati tapi dipaksa hidup. Ini kan belum," cetus dr Djoko Rahardjo

Sampai kapan Soeharto akan bertahan dengan alat-alat tersebut? Djoko tidak bisa memastikannya.

Dr Mardjo, menjelaskan, karena beberapa organ tidak berfungsi maka alat-alat bantuan yang dipasang pada organ tersebut akan dicabut. Dokter juga terus mengupayakan peningkatan kadar
haemoglobin pada batas normal, dengan melakukan transfusi darah.

"Kemarin dimasukkan (darah) 300cc, dan Hb terangkat dari 7,5 hingga 8,2 gram persen. Sekarang masih berlangsung transfusi lanjutan hingga dua hari mendatang sehingga totalnya 600 cc," timpal Dr Christian Johanes, malam tadi.

Perhatian

Lantai V tempat tempat Soeharto dirawat, sejak Minggu sore terlihat hening. Tidak ada aktivitas seorangpun di ruang tersebut. Hanya beberapa petugas berpakaian batik yang tampak sedang duduk di bangku panjang. Selebihnya situasi lorong lengang dan sepi.

Empat ruangan di lantai V RSPP yakni kamar 536, 534, 532, 530 disewa keluarga Soeharto untuk keperluan perawatan dan menjadi ruang tunggu tamu. Diperoleh informasi makanan yang disediakan Soeharto dipersiapkan oleh bagian rumah tangga Cendana, bukan RSPP.

Tim Dokter Kepresidenan telah memberikan laporan kondisi terakhir kesehatan Soeharto kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Yudhoyono belum mempunyai rencana kembali ke RSPP
menjenguk Soeharto. Dia yakin tim dokter bisa memberikan perawatan terbaik.

"Itu saja yang bisa dilakukan. Kalau datang kan sudah. Kita terus memantau," kata jurubicara kepresidenan, Andi Malarangeng.

Kritisnya kondisi Soeharto menjadi perhatian sejumlah pemimpin negara di dunia. Mantan PM Singapura Goh Chok Tong dan mantan PM Malaysia Mahathir Muhammad dikabarkan akan menjenguk Soeharto.

Minggu siang, mantan PM Singapura, Lee Kuan Yew didampingi mantan Mensesneg Moerdiono selama 15 menit membesuk Pak Harto. Lee menyampaikan rasa keprihatinannya atas kondisi Soeharto saat ini. "Pak Lee dan Soeharto bersahabat selama 30 tahun. Beliau katakan peran Soeharto sangat besar membawa perubahan menuju kemajuan Indonesia, Singapura dan wilayah regional," ujar Moerdiono.

Mantan PM Malaysia Mahathir Muhammad yang dikenal dekat dengan Soeharto, juga mengaku sangat prihatin. "Tun (Mahathir) sangat prihatin dan terus mengikuti perkembangan Pak Harto lewat televisi," kata Sufi Yusuf, sekretaris pribadi Mahathir.

Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah bahkan dilaporkan bersiap-siap ke Indonesia. Sultan Bolkiah bahkan telah memesan kamar hotel di Solo, Jawa Tengah.

Hingga kemarin, sejumlah tokoh masyarakat pejabat negara dan kerabat Cendana terus berdatangan di RSPP. Di antaranya Kapolri Jenderal Sutanto, Kepala BIN Syamsir Siregar, Menag Maftuh Basyuni, Guruh Soekarnoputra, Quraish Shihab, Aa Gym, Arie Sigit beserta istri serta Halimah Bambang Trihatmodjo.


Sphere: Related Content

No comments: