8.1.08

Kondisi Pak Harto kembali memburuk

Kondisi Pak Harto kembali memburuk
 
Mantan presiden Suharto
Mantan presiden Suharto lahir pada Juni tahun 1921
 
 
Tim dokter menyatakan, kondisi mantan Presiden Suharto memburuk dengan gejala pendarah dalam dan penimbunan cairan di paru. Menurut tim Dokter kepresidenan, kondisi Soeharto saat ini tidak stabil yang ditandai tidak sinkronnya gerak otot jantung dan bertambahnya cairan di paru-parunya. Pak Harto, 86 tahun, dilarikan ke RSPP, Jakarta, 4 Januari dalam kondisi kritis.
 
Dokter mengatakan, dia menderita anemia dan tekanan darah rendah yang dipicu oleh gangguan jantung dan ginjal. Pak Harto mulai berkuasa pada tahun 1996 dan memimpin pemerintahan Orba yang bertahan 32 tahun.
 
Perjalanan karir Pak Harto
Di rumah sakit, Suharto menjalani dialisis untuk mengatasi gangguan ginjal dan perawatan ini menyebabkan kondisinya membaik. Mardjo Soebiandono, ketua tim medis yang merawat Pak Harto mengatakan, kondisinya memburuk lagi.
 
"Kondisinya lebih buruk dari kemarin....dia akan tetap berada dalam perawatan intensif, sehingga dia bisa dipantau secara seksama," kata Mardjo dari tim dokter kepresidenan. Semakin banyak cairan memasuki parunya, dan darah terlihat di faeses dan air seni yang menyebabkan haemoglobin turun"
 
Dengan mempertimbangkan kondisi ini, tim dokter memutuskan akan memasukkan sebuah alat khusus pada tubuh Soeharto, untuk mensinkronkan kerja jantung kanan dan kirinya. Namun menurut anggota tim dokter kepresidenan, Ismoyo Sunu, penggunaan alat ini beresiko sehingga kondisi Soeharto harus stabil.
 
Pembesuk dibatasi
Walaupun kondisinya menurun, tim dokter menegaskan kesadaran Soeharto dalam keadaan baik, dan mampu menunjukkan reaksi jika dilakukan kontak komunikasi. Selama proses pemulihan ini, tim dokter melarang Soeharto dikunjungi, kecuali oleh keluarganya. Mantan pemimpin Orba ini beberapa kali keluar masuk rumah sakit dalam beberapa tahun terakhir akibat mengalami sejumlah masalah kesehatan, termasuk stroke.
 
Pak Harto hidup di Jakarta sejak lengser dari kekuasaan pada tahun 1998 di tengah gejolak politik yang dipicu oleh krisis keuangan Asia. Kasus pidana dengan tuduhan menyalahgunakan uang publik selama sekitar tiga dasawarsa kekuasaannya digugurkan karena pertimbangan kondisi Pak Harto.
 
 

Sphere: Related Content

No comments: