15.1.08

Kondisi Soeharto Memburuk

Tribun Kaltim.
     
Rabu, 16-01-2008 | 05:09:01  
 
 

      JAKARTA, TRIBUN - Membaik, memburuk, kritis, membaik lagi,
lalu kembali memburuk . Keadaan yang bagai roller coaster itu terus
terjadi pada kondisi mantan Presiden Soeharto dirawat di Rumah Sakit
Pusat Pertamina (RSPP) sejak Jumat (4/1) lalu. Pada hari ke-12,
Selasa (15/1) kemarin, kondisi Soeharto kembali memburuk.

      "Keadaan umum Pak Harto pagi ini kembali memburuk .
Hemodinamik juga cenderung menurun. Dan fungsi jantung masih belum
stabil," ujar Dr Mardjo Soebiandono, kepala tim dokter kepresidenan
kepada wartawan di RSPP, Jakarta, Selasa (15/1).

      Namun, lanjut Dr Mardjo, berbeda dengan sebelumnya, kondisi
buruk kali ini diiringi ancaman baru, yakni mulai terjadinya infeksi
sistemik yang menggerogoti jantung, paru-paru, dan ginjal.

      Selain itu keracunan darah Soeharto juga sudah sangat parah.

      Menurutnya, saat  sakit, daya tahan tubuh menurun sehingga
kuman akan mengalami perubahan sifat: yang tadinya bersahabat
menjadi kuman patogen. Inilah yang ditakutkan menjadi sepsis atau
infeksi dalam aliran darah (sistemik).

      "Beberapa yang hari lalu memang kita temukan ada infeksi di
paru-paru Pak Harto, dan sekarang di tempat-tempat lain kemungkinan
juga ada," kata Dr Sutji Maryono, dokter spesialis pulmonologi yang
merawat Soeharto.

      Lalu, apa ancaman baru infeksi sistemik tersebut bagi kondisi
Soeharto ? Menurut Dr Sutji, setidaknya ada tiga ancaman. Selain
penyembuhan akan menjadi lebih lama, keadaan Soeharto akan menjadi
lebih berat.

      "Obat-obatan juga menjadi tidak sensitif lagi. Ini yang harus
kita cegah. Kami akan telusuri di mana letak kumannya agar tidak
bertambah meluas," lanjut Dr Sutji.

      Ironisnya, terjadinya sepsis tersebut adalah implikasi dari
satu dari sekian pilihan sulit yang harus dihadapi tim dokter. Kuman
yang masuk itu diindikasikan berasal dari alat bantu pernafasan
(ventilator) yang dipasang tim dokter sejak Jumat (11/1). Dokter
sendiri mengaku sudah mengantisipasi terjadinya hal tersebut.

      "Itu salah satu komplikasi. Tapi ventilator memang sangat
diperlukan. Sebab kalau tidak dipasang ventilator, saya tidak tahu
apa yang terjadi," tegas Dr Mardjo.

      Kondisi memburuk itu membuat rencana tim dokter mengurangi
asupan obat tidur kepada Soeharto dibatalkan. Soeharto sendiri saat
ini tengah dalam kondisi ditidurkan. "Tadinya kita berniat
mengurangi untuk menidurkan Pak Harto. Tapi karena kondisinya
menurun kita batalkan,"  ujar Dr Mardjo.

Sphere: Related Content

No comments: