5.1.08

Kondisi Soeharto Sempat Membaik

Tribun Timur Makassar.

                                Minggu, 06-01-2008 
                                Kondisi Soeharto Sempat Membaik
                                
                                Jakarta, Tribun - Kondisi kesehatan
mantan Presiden RI, Soeharto (82), dilaporkan memburuk di Rumah
Sakit Pusat Pertamina, Jakarta, Sabtu (5/1).
                                Bahkan, mantan pengusaha Orde Baru
selama 32 tahun dikabarkan dalam kondisi kritis. Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla
mengkhawatirkan kondisi Soeharto yang mendapat alat bantu cuci darah
dan pacu jantung.
                                 
                                SBY dan Kalla membesuk Soeharto.
Usai membesuk, SBY menggelar jumpa pers dan mengatakan kondisi sang
jenderal perlu penanganan khusus.
                                Hal sama juga disampaikan Menteri
Kesehatan Siti Fadilah Supari. "Kritis, tidak bisa bicara lagi,"
kata menkes usai membesuk.

                                Lemah
                                Sebelumnya, tim dokter kepresidenan
yang diketuai Mardjo Soebandono menyebutkan kondisi kesehatan
Soeharto belum menunjukkan kemajuan berarti sejak dirawat di RSPP
pada Jumat (4/1) lalu.
                                Secara umum, keadaannya masih lemah
dengan tekanan darah 80/50 mmHg, jantung dan paru-paru juga masih
belum membaik dengan obat-obatan yang diberikan.
                                "Penumpukan cairan di seluruh tubuh
makin bertambah, terutama di paru-paru. Pemeriksaan di laboratorium
memperlihatkan Hb menurun 8,3 gr persen dan fungsi ginjal juga makin
turun. Dengan pertimbangan di atas, tim dokter memutuskan tindakan
yang lebih intensif dengan monitoring yang sangat ketat," tutur
Soebandono saat menggelar konferensi pers di auditorium Rumah Sakit
Pertamina, kemarin.
                                Soebandono menambahkan tim dokter
sudah melakukan transfusi darah guna mendongkrak kadar hemoglobin
darah yang sehari sebelumnya diketahui rendah.
                                Meski demikian, seiring kondisi
kesehatan yang masih turun, tim dokter belum berani memutuskan untuk
melakukan transfusi lagi.
                                Menurut Soebandono, pembengkakan
yang dialami Soeharto dikarenanya jantung sebelah kanannya yang
kurang kuat untuk memompa cairan di dalam tubuh.
                                Penumpukan cairan mulai bisa di
atasi di bagian kaki dan tangan. Namun, untuk di bagian perut, tim
dokter belum melakukan.

Sphere: Related Content

No comments: