13.1.08

Konspirasi media ampuni Soeharto

Selamat atas terbentuknya simpati kapada H M Soeharto, setidaknya
opini publik telah terbentuk untuk pengampunan mantan penguasa orba
itu. Semua adalah hasil karya media di tanah air yang mampu menggiring
simpati rakyat seperti itu, melaui peliputan yang bombastis. Sekaligus
membuat ingatan kolektif bangsa akan keslahan orba porak - poranda
alias kita menjadi goblok bersama.

Terlepas disengaja atau tidak konspirasi itu terbentuk. Bisa
disengaja, karena kepentingan ekonomi media besar (termasuk
kepemilikan) masih di tangan sebagian besar kroni Soeharto atau
penerusnya. Kepentingan politik menjelang pemilu juga perlu untuk
menarik basis masa orba yang masih ada dan setia baik secara sadar
atau hasil penyadaran palsu masa orba. Bisa juga tidak disengaja murni
karena kepentingan dagang dan politik

Tetapi kita tetap harus mengurut dada atas kerja media yang hanya
melayani kepentingan elite dari pada kepentingan warga. Kita juga lupa
memperhitungkan sejauh mana dampak politis dan sosial atas konspirasi
tadi, seakan kita tidak memiliki ingatan akan kesalahan orba, sehingga
akan melahirkan bangsa yang tidak bisa melihat yang salah dan yang
benar, semuanya menyatu dalam emosi kolektif yang buruk.

Kenyataan ini seharusnya menyadarkan kita betapa berbahayanya
kepemilikan dan penguasaan media di tangan pedagang dan politisi. Oleh
karenanya pagar api kepemilikan, manajemen dan editorial harus
ditegakkan, untuk menghindari kehancuran bangsa akibat konspirasi
destruktif semacam ini.

 

Kaka Sumita

Sphere: Related Content

No comments: