16.1.08

Kroni Soeharto Senang Jika TAP MPR Dicabut

JAKARTA, BANGKA POS - Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid menolak usul pencabutan Tap MPR No XI Tahun 1998 tentang penyelenggara negara yang bebas dan bersih dari KKN, yang di dalamnya terkait soal mantan Presiden Soeharto.



"Kalau itu dicabut, saya khawatir isu ini ditunggangi oleh kroni-kroni Soeharto. Sebab, kalau Tap MPR ini dicabut kroni-kroninya semakin tidak tersentuh (hukum)," kata Hidayat di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa (15/1).


TAP MPR Nomor XI/MPR/1998 Pasal 4 Ketetapan MPR ditegaskan upaya pemberantasan KKN harus dilakukan secara tegas terhadap siapapun juga baik pejabat negara, mantan pejabat negara, keluarga dan kroninya maupun pihak swasta/konglomerat termasuk mantan presiden Soeharto dengan tetap memperhatikan prinsip praduga tak bersalah dan HAM.


Menurut Hidayat kroni Soeharto akan bahagia kalau Tap MPR itu dicabut karena alasannya para kroni ini telah menikmati buah dari kebijakan Soeharto selama 32 tahun menjadi presiden RI.


"Dalam kondisi sekarang Pak Harto sakit, para kroni ini juga menikmatinya, apalagi kalau Pak Harto dinyatakan bebas dari segala tuntutan hukum tentu saja para kroni Pak Harto ikut bahagia," katanya.


Bila ada keinginan kuat untuk mencabut Tap MPR itu maka Hidayat memberi dua solusi yakni membuat produk hukum tersendiri sejenis Undang-Undang (UU) khusus oleh DPR dan pemerintah. "Dan bisa juga dengan melaksanakan ketentuan Tap MPR dan setelah itu dengan sendirinya, Tap (MPR No XI Tahun 1998) itu tidak berlaku," tambah Hidayat.


Ia mengatakan, MPR saat ini tidak sama dengan MPR masa lalu, sebab MPR sekarang bukan lagi lembaga tertinggi negara yang bisa memutuskan dan mencabur Tap MPR. "MPR sekarang adalah lembaga tinggi negara," katanya.


Sebelumnya, Aktivis 98 Budiman Sudjatmiko memiliki pandangan serupa soal kroni Soeharto. Menurutnya pihak yang menghendaki tuntutan hukum atas Soeharto adalah para kroni Soeharto
yang takut dilibatkan dalam kasus pengadilan mantan penguasa Orde Baru itu. "Para kroni Soeharto itu mulai dari pengusaha, politikus, sampai pejabat. Jadi wajar para kroni ini kuatir kalau-kalau Soeharto diadili," kata Budiman.

Bangka Pos - Rabu, 16 Januari 2008
PersdaNetwork/bian

Sphere: Related Content

No comments: