15.1.08

Kunjungan Habibie ke RSPP: Kompas "kecolongan"

Oleh Arya Gunawan
 
Salah satu berita di halaman muka Kompas edisi Rabu 16 Januari 2008 (hari
ini), adalah tentang kunjungan Habibie dan istri ke RSSP untuk membezoek
Soeharto. Saya kutipkan penggalannya di bawah ini. Di berita itu tercantum
kalimat yang "menggantung": Habibie tak menyebutkan siapa dari pihak
keluarga Soeharto yang menerima kedatangannya. Mengapa Kompas tidak mencoba
memastikannya? Kelihatannya ini remeh-temeh, namun menurut hemat saya publik
perlu tahu bagaimana persisnya, karena ini akan menunjukkan wujud hubungan
Habibie dan Soeharto. Kita tahu, hubungan keduanya tidak mulus lagi tak lama
setelah Soeharto mengundurkan diri.

Keingintahuan publik mengenai masalah ini bisa terjawab di Koran Tempo, juga
edisi Rabu ini. Pada halaman A-3, Koran Tempo menurunkan berita yang sama,
namun selangkah lebih maju karena Koran Tempo kelihatannya cukup berhasil
menerapkan jurnalisme investigatif dalam bentuk kecil-kecilan. Reporternya
mendapatkan narasumber yang tak diungkapkan jatidirinya. Informasi dari
narasumber ini menyiratkan bahwa Habibie seperti "ditelantarkan" oleh
keluarga Soeharto. Ada kalimat di bagian menjelang akhir berita Koran Tempo
tersebut: Sementara itu, anak-anak Soeharto yang berada di ruang perawatan
tak satu pun menemui Habibie dan istrinya. "Bu Ainun (istri Habibie)
berusaha menenangkan Habibie," ujar sumber itu tadi malam.

Jika kita menganggap informasi Koran Tempo ini benar, berarti Kompas memang
telah tertinggal selangkah. Dalam istilah slang jurnalistik: Kompas "kecolongan".

Salam,
Arya Gunawan
-------------------------------

Soeharto Sakit
Habibie Menengok Bersama Keluarga

Jakarta, Kompas - Mantan Presiden RI BJ Habibie bersama istrinya Ny Ainun
Habibie, Selasa (15/1) malam, menengok mantan Presiden Soeharto di Rumah
Sakit Pusat Pertamina (RSPP).

Habibie bersama istrinya bertolak dari Jerman dan setibanya di Bandar Udara
Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, langsung menuju RSPP.

Dalam keterangan persnya di lobi bawah RSPP, Habibie mengatakan tidak bisa
berdialog dengan Soeharto karena yang bersangkutan masih tidur. "Tujuan saya
datang ke sini untuk menengok dan berdoa, semoga Pak Harto lekas sembuh,"
ujarnya.

Karena Soeharto masih tidur, demikian Habibie, ia bersama keluarganya berdoa
di ruang sebelah kamar tempat Soeharto dirawat. Doa dipimpin Quraish Shihab.
Dalam kunjungan itu, Habibie didampingi Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional
(Lemhanas) Muladi.

Saat ditanya bagaimana perasaannya bisa mengunjungi Soeharto, Habibie yang
mengenakan batik berwarna coklat menjawab," Silakan baca buku saya." Buku
Habibie berjudul "Detik-detik yang Menentukan Jalan Panjang Indonesia Menuju
Demokrasi", terbitan tahun 2006.

Habibie tak menyebutkan siapa dari pihak keluarga Soeharto yang menerima
kedatangannya.
 

Sphere: Related Content

No comments: