8.1.08

Lokomotif KKN Diampuni Kroni Soeharto Selamat

 
----- Original Message -----
From: Sunny
Sent: Wednesday, January 09, 2008 4:46 AM
Subject: [media-intim] Lokomotif KKN Diampuni Kroni Soeharto Selamat

 
WASPADA Online
Selasa, 08 Januari 2008 00:47 WIB
 
 
Lokomotif KKN Diampuni Kroni Soeharto Selamat PDF Cetak E-mail


Kalau tokoh-tokoh Golkar memperjuangkan Pak Harto untuk bisa bebas dari jeratan hukum dalam perkara megakorupsi dan pelanggaran HAM yang dituduhkan padanya tentu saja hal itu wajar. Sebab, Golkar pernah besar, berkuasa karena jasa Soeharto selaku Presiden selama 32 tahun.

Di masa lalu, sebelum Pemilu berlangsung sudah dapat ditebak kemenangan Golkar lengkap dengan persentasenya. Luar biasa "canggih"nya mesin politik Golkar di masa lalu. Soeharto merupakan satu-satunya orang kuat di negeri ini. Tak ada yang berani membuat kebijakan tanpa persetujuannya. Semua pejabat harus meminta petunjuk terlebih dahulu darinya.

Soeharto bisa berkuasa begitu lama secara diktator juga atas andil dan 'jasa' Golkar plus partai politik di masa lalu yang bisa dikebirinya. Apalagi ABRI berada di "ketiak" Soeharto maka tak ayal lagi kalau dia bisa berbuat apa saja di republik ini. Justru itu, kalau Golkar dan ABRI (TNI/Polri) ingin merehab nama baik dan memberikan penghargaan kepada Soeharto kita bisa memakluminya.

Tapi bagaimana dengan rakyat? Hemat kita, rakyat tidak semudah itu mengampuni dosa-dosa dan kekejaman Soeharto dan kroninya di masa lalu. Hal itu terlihat saat reformasi bergulir 10 tahun lalu. Rakyat marah pada pemerintahan Soeharto, pada Golkar dan ABRI yang dinilai berpihak pada rezim berkuasa. Kroni Soeharto ikut terkena getahnya. Mereka pun berusaha melarikan diri, hilang dari permukaan. Sebagian berganti baju dan masih tetap bercokol di pemerintahan, di elite kekuasaan dan bidang ekonomi/bisnis, berlagak punya andil dalam menggulingkan rezim Soeharto.

Sebenarnya, momentum reformasi sangat pas untuk memulai pekerjaan berat memberantas KKN di negeri ini. Sayangnya, pasca Soeharto tumbang, pemerintahan berikutnya tidak punya nyali untuk menegakkan supremasi hukum. Kesannya, masih punya rasa segan menyeret Soeharto dan kroninya ke pengadilan. Dan itulah yang terjadi selama 10 tahun belakangan ini. Desakan mengadili Soeharto terus berjalan.

Namun desakan itu kandas karena diganjal oleh orang-orang yang pro-Soeharto dan pro-statusquo. Lihat saja, sudah berapa kali Presiden dan Jaksa Agung berganti-ganti sejak reformasi, tapi semua sama, tidak ada yang punya nyali politik untuk menegakkan kebenaran dan supremasi hukum. Walau Allah mengatakan semua penyakit ada obatnya, kecuali mati, namun dokter bisa-bisanya mengatakan Soeharto tak lagi bisa diobati, penyakitnya sudah permanen!
Adalah tidak benar di mata hukum kalau hanya Soeharto saja yang dibebaskan dari jeratan hukum.

Sebab, di mata hukum setiap orang sama, tidak boleh pilih kasih. Soal jasa Soeharto terhadap bangsa dan negara ini kita tidak bisa menutup mata memang ada, namun proses hukum harus dijalankan. Kalau tidak maka masa depan hukum dan khususnya pemberantasan korupsi dipastikan gagal memenuhi keinginan masyarakat banyak (wong cilik).

Lain halnya jika hukum sudah dijalankan. Soeharto divonis mati atau seumur hidup, misalnya, maka bisa saja hukuman itu dianulir atau diputihkan sehingga akhirnya dia dibebaskan dari jeratan hukum mengingat jasanya dan faktor kesehatan dll. Presiden SBY bisa memberi grasi, amnesti dll.

Kalau disebutkan oleh tokoh Golkar bahwa pengesampingan perkara atau deponering itu hanya berlaku bagi kasus hukum yang terkait untuk mantan Presiden Soeharto saja, bukan bagi anak-anaknya maupun kroni-kroninya, tentu saja tidak mungkin. Hal itu merupakan trik atau pesan sponsor dari para kroni Soeharto. Masalahnya, kalau Kalau Soeharto dibebaskan tanpa vonis hakim di pengadilan, maka kasus hukum terhadap kroni-kroni Soeharto pasti bakalan kandas.

 Sebab, semuanya akan mengalihkan permasalahannya kepada Pak Harto yang sangat berkuasa di masa Orde Baru lalu. "Saya hanya mengikuti perintah atasan (Soeharto), kilah kroninya saat diperiksa jaksa maupun hakim di pengadilan nantinya. Tentyu saja semua kroni Soeharto akan selamat dari jeratan hukum bila lokomotif KKN (Soeharto) dibebaskan begitu saja.

Tak pelak lagi, mengenyampingkan kasus hukum Soeharto tidak dapat dilakukan karena jelas-jelas menyimpang dari tatanan hukum yang berlaku di negeri ini. Bisa menjadi putusan yang sangat menyakitkan bagi rakyat. Blunder dan bumerang buat penegakan hukum kita di masa mendatang. Kalau itu dilakukan Presiden SBY maka bisa dipastikan rakyat akan marah dan risikonya SBY takkan bisa terpilih lagi dalam Pipres tahun depan. Paling yang akan memilih SBY simpatisan dari Golkar, sementara mayoritas rakyat masih mengharapkan keadilan ditegakkan di negeri ini.

Apalagi mereka melihat hasil reformasi sepuluh tahun lalu belum kelihatan, malahan kondisi rakyat semakin parah, sulit mendapatkan pekerjaan, semua harga kebutuhan pokok mahal. Rakyat miskin semakin banyak, yang kaya semakin kaya sementara yang miskin semakin kian terjepit. Kesimpulannya, lokomotif KKN harus bisa disidangkan untuk menjerat para kroni Soeharto lainnya.+

__._,_.___
Untuk bergabung silakan kirim email kosong ke: media-intim-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://media-intim.blogspot.com
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Finance

It's Now Personal

Guides, news,

advice & more.

Need traffic?

Drive customers

With search ads

on Yahoo!

Yahoo! Groups

Real Food Group

Share recipes

and favorite meals.

.

__,_._,___


No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.17.13/1213 - Release Date: 07/01/2008 9:14

Sphere: Related Content

1 comment:

Syamsuri Rifa'i said...

Pak Harto: Dosa Politik diampuni atau tidak diampuni oleh Allah swt?
Oleh: Syamsuri Rifai

Perjalanan politik pak Harto kotroversial. Ada yang mencintai dan ada yang membenci, ada yang mengagumi dan ada yang merendahkan, ada yang menghormati dan ada yang menghina. Dan ada juga yang biasa-biasa saja, tidak mencintai dan tidak membenci. Tentang kepergian pak Harto, ada yang berduka, ada yang bergembira, ada yang merasa kehilangan, ada yang mensyukuri. Dan ada juga yang biasa-biasa saja, tidak berduka, juga tidak bergembira.

Semua itu bergantung pada pikiran kita memahami perjalanan politik pak Harto, dan hati kita merasakannya dalam masa pemerintahan pak Harto. Atau lebih luas lagi bergantung pada kaca mata yang kita gunakan untuk memahami dan merasakannya.

Sepanjang sejarah kehidupan manusia perjalanan politik dan kekuasaan tidak pernah terlepas dari pro dan kontra. Kekuasaan itu baik atau jahat, suci atau penuh noda, adil atau zalim. Manusia tidak dapat terlepas dari kepentingan dirinya. Ketika kepentingannya dipenuhi, paling tidak, diperhatikan ia akan pro terhadap pimpinan dan penguasanya. Sebaliknya, jika kepentingannya tidak dipenuhi atau tidak diperhatikan ia akan kontra padanya. Dua sikap ini sangat melekat pada diri manusia.

Inti persoalannya adalah apakah kepentingan kita itu adalah dalam keadilan atau kezaliman, kemuliaan atau kehinaan, duniawi atau ukhrawi, kerakusan atau kesucian dan keseimbangan. Sebenarnya inilah ukuran yang esensial yang harus dijadikan tolok ukur untuk menilai pemimpin dan penguasa.

Kita semua tahu dari sejarah Qur’ani, para pemimpin zalim seperti Namrud, Fir’un, dan lainnya; para pemimpin Ilahiyah, para nabi dan rasul dari nabi Adam hingga Rasulullah saw, selalu menghadapi pro dan kontra. Bahkan pro dan kontra ini hingga akhir zaman. Pemimpin kebenaran dan keadilan seperti Imam Husein bin Ali bin Abi Thalib (sa) ditantang oleh kaum muslimin dan dibunuh secara tragis oleh pedang kaum muslimin. Padahal Al-Husein (sa) oleh Rasulullah saw dijuluki sebagai penghulu pemuda ahli surga. Dan Yazid bin Muawiyah yang terkenal sebagai penguasa zalim dan pemabuk didukung oleh kaum muslimin. Pro dan kontra ini tidak pernah terlepas dari kepentingan manusia. Ada yang berkepentingan pada dunia dan kerakusan, ada yang berkepentingan pada kebenaran, keadilan, kesucian, keseimbangan dan akhirat. Inilah yang dimaksud kepentingan diri manusia dalam pro dan kontra terhadap pemimpin dan penguasa.

Jika kita buka sejarah Islam, kita akan jumpai pro dan kontra soal kepemimpinan pasca Rasulullah saw sampai terjadi pembunuhan di antara para sahabat Nabi saw. Mengapa mereka saling berebut kekuasaan dan saling membunuh? Bahkan sebagian sahabat Nabi saw memusuhi dan mengancam keluarga Nabi saw, mantu dan puterinya Ali dan Fatimah Az-Zahra’ yang oleh Rasulullah saw dijuluki sebagai penghulu perempuan sedunia. Padahal ajaran Islam yang disampaikan oleh Rasulullah saw masih segar di telingan, pikiran dan hati mereka? Jawabannya adalah kepentingan.

Tentang pak Harto, apakah ia akan diposisikan sebagai penguasa yang baik atau yang buruk, yang adil atau zalim? Tergantung pada penilainya. Bagi orang-orang dekat pak Harto, mereka akan menilai beliau pemimpin yang baik, perhatian terhadap bawahannya, dan perduli terhadap rakyat kecil. Tentu mereka akan menunjukkan dalil-dalil dan bukti-bukti program beliau: kemajuan pembangunan di bidang pendidikan, ekonomi, dan lainnya; kemajuan pertanian yang telah dirasakan oleh para petani, harga-harga kebutuhan pokok yang terjangkau oleh masyarakat kecil, dan lainnya.

Bagi orang-orang yang jauh dari pak Harto, orang-orang yang tidak dipuaskan kepentingannya, yang dikecewakan dan musuh-musuh politiknya, mereka akan memposisikan pak Harto sebagai pemimpin yang buruk dan zalim. Tentu mereka juga akan menunjukkan dalil-dalil dan bukti-bukti, misalnya: kekayaan pak Harto dan keluarganya, para kroni dan sahabatnya, orang-orang tak berdosa yang dibunuh di zaman pak Harto, langsung atau tidak langsung, dan lainnya.

Dosa Politik diampuni oleh Allah swt?
Masalah dosa politik sebenarnya tidak hanya berlaku pada pak Harto, tetapi juga berlaku pada semua pemimpin, penguasa, politisi, ekskutif, legislatif dan yudikatif. Bukan hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia; dahulu, sekarang dan yang akan datang.

Ketika kita akan membuat pernyataan apakah dosa politik itu diampuni atau tidak diampuni oleh Allah swt, itu jelas bergantung pada pemahaman kita tentang Al-Qur’an dan hadis. Al-Qur’an dan hadis bisa dipahami bermacam-macam oleh manusia apalagi yang tidak mendaminya. Yang mendalaminya saja bisa berbeda-beda memahaminya dan dalam mengambil kesimpulan darinya. Sebagai contoh firman Allah swt berikut ini:

مَن يُضلِلِ اللَّهُ فَلا هَادِى لَهُ وَ يَذَرُهُمْ فى طغْيَانهِمْ يَعْمَهُونَ
“Barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka baginya tidak ada orang yang memberi petunjuk.Dan Allah membiarkan mereka terombang ambing dalam kesesatan” (Al-A’raf:

تُضِلُّ بهَا مَن تَشاءُ وَ تهْدِى مَن تَشاءُ أَنت وَلِيُّنَا فَاغْفِرْ لَنَا وَ ارْحَمْنَا وَ أَنت خَيرُ الْغَفِرِينَ
“Dengan cobaan itu Engkau sesatkan orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau memberi petujuk orang yang Engkau kehendaki. Engkaulah pemimpin kami, maka ampuni kami dan sayangi kami, Engkau Pemberi ampunan yang paling baik.” (Al-A’raf: 155).

مَّنْ عَمِلَ صلِحاً فَلِنَفْسِهِ وَ مَنْ أَساءَ فَعَلَيْهَا وَ مَا رَبُّك بِظلَّمٍ لِّلْعَبِيدِ
“Barangsiapa yang melakukan amal kebajikan itu karena dirinya, dan barangsiapa yang melakukan keburukan maka itu karena dirinya. Sekali-kali Tuhanmu tidak menzalimi hamba-hamba-Nya.” (Fushshilat: 46).

Jika kita perhatikan tiga ayat tersebut nampak kontra. Nampaknya dari dua ayat pertama bahwa Allah otoriter dalam hal petunjuk dan kesesatan. Seolah-olah manusia tidak punya hak pilih atau tidak punya kemampuan dalam hal petunjuk dan kesesatan, semuanya otoritas Allah swt. Sedangkan ayat yang ketiga nampaknya manusia memiliki kebebasan penuh untuk menentukan sikap: mau melakukan kebaikan atau keburukan. Seolah-olah Allah swt tidak terlibat di dalamnya.

Jika dalam memahami dua ayat yang nampak kontra itu sulit dikomromikan, maka juga halnya masalah dosa politik. Karena pengambilan kesimpulan: Apakah dosa politik itu diampuni atau tidak diampuni oleh Allah swt, sangat bergantung pada pemahaman kita terhadap Al-Qur’an dan hadis.

Misalnya, ini hanya sebagai bahan renungan dan pemikiran. Pernyataan yang terkenal di kalangan ummat Islam adalah Allah swt Maha Pengampun dan Maha Penyantun. Tidak ada dosa besar sebesar apapun jika manusia mau benar-benar bertaubat, Allah akan menerima taubatnya dan mengampuni dosanya. Dan tidak ada dosa kecil sekecil apapun jika dilakukan berulang-ulang itu akan menjadi dosa besar dan Allah swt murka padanya.

Pernyataan lain yang juga masyhur di kalangan kaum muslimin: dosa yang berhubungan orang lain, palagi publik (hablum minan nas), Allah swt tidak akan mengampuninya kecuali manusia itu mengampuninya. Nampaknya dari pernyataan ini: pengampunan Allah swt bergantung pada pengampunan manusia. Benarkah pernyataan ini? Benarkah Allah swt bergantung kepada manusia? Benarkah kemahakuasaan Allah swt dibatasi oleh kekuasaan manusia? Benarkah kemahapengampunan Allah swt dibatasi oleh kehendak manusia?

Pertanyaan ini perlu dijawab secara teliti, cermat dan bijaksana. Untuk menerapkan dua pernyataan itu tidak boleh pilih kasih: hanya berlaku pada pak Harto. Tetapi juga berlaku kepada siapa saja, semua pengusa dan politisi, dimanapun dan kapanpun, dahulu, sekarang dan yang akan datang. Dari zaman nabi Adam (as) hingga zaman Rasulullah saw, sahabat, tabi’in, zaman kita sekarang, dan yang akan datang.

Mohon maaf sebelumnya, pertanyaan berikut ini hanyalah suatu renungan dan unek-unek saya: Jika kita berkesimpulan: dosa politik, dosa pak Harto tidak diampuni oleh Allah swt, bagaimana dengan dosa politik para khalifah pasca Rasulullah saw? Padahal kaum muslimin sangat menghormatinya, mereka orang-orang yang paling berjasa terhadap Islam dan ummatnya pasca Rasulullah saw? Siapa yang dizalimi oleh pak Harto, dan siapa yang dizalimi oleh para khalifah pasca Rasulullah saw?

Allah swt tidak pilih kasih dalam membuat keputusan: mengampuni atau tidak mengampuni. Apakah ia orang yang terkemuka atau orang yang terbelakang. Apakah mereka pengikut para nabi atau sahabat Nabi saw, atau yang bukan. Ala kulli hal, hukum Allah swt berlaku untuk siapa saja, muslim atau non-muslim. Mari kita kaji persolan ini secara teliti dan bijaksana. Semoga kita mendapat bimbingan dari Allah swt.

Tentang perlakukan jahat orang lain terhadap diri kita, Allah swt memberikan dua pilihan kepada kita: membalas dengan setimpal atau memaafkan. Allah swt berfirman:

وَ جَزؤُا سيِّئَةٍ سيِّئَةٌ مِّثْلُهَا فَمَنْ عَفَا وَ أَصلَحَ فَأَجْرُهُ عَلى اللَّهِ إِنَّهُ لا يحِب الظلِمِينَ
“Balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal. Tetapi, barangsiapa yang memaafkan dan berbuat kebajikan, maka pahalanya berada dalam (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim” (Asy-Syura: 40)

Dalam suatu hadis disebutkan: “Jangan kamu berlebihan dalam mencintai sesuatu, karena suatu saat kamu akan membencinya. Dan janganlah berlebihan dalam membenci sesuatu, karena suatu saat kamu akan mencintainya.”

Selamat jalan pak Harto. Semoga amal baikmu diterima di sisi Allah swt, dosa-dosamu diampuni oleh-Nya, dan rakyat yang tersakiti sengaja atau tidak disengaja, langsung atau tidak langsung, semoga mereka memaafkanmu. Hanya Allah swt Yang Maha Mengetahui keputusan dan kebijakan-Nya. Dialah Yang Maha Adil dan Maha Bijaksana, Maha Pengampun dan Maha Mengetahui. Dia Maha Penyayang dan Tidak Menzalimi hamba-Nya.

Artikel2 Islami, Amalan Praktis dan doa-doa pilihan, klik di sini:
http://shalatdoa.blogspot.com
http://syamsuri149.wordpress.com

Milis artikel2 Islami, shalat2 sunnah, amalan2 praktis dan doa-doa pilihan serta eBooknya, klik di sini:
http://groups.google.com/group/keluarga-bahagia
http://groups.yahoo.com/group/Shalat-Doa

Yang berminat shalat hajat yang diajarkan oleh Rasulullah saw khusus utk penyembuhan, Rahasia ayat kursi dan rumus2 yang lain, juga doa2 yang bersifat khusus, klik di milis :
http://groups.google.co.id/group/feng-shui-islami

Peluang Kerjasama "Mobile Magazine"
Mobile Magazine adalah majalah periklanan bermacam2 produk Handphone dan elektronik. Perkembangannya cukup pesat, berpusat di Jakarta, dan telah memiliki cabang di Surabaya. Usaha ini milik salah seorang murid saya. Siap bekerjasama untuk buka cabang di kota2 dan daerah2 di seluruh Indonesia, juga kerjasama pemasangan iklan. Tehnis kerjasamanya secara detail, hubungi: Redaksi Jl. Tebet Timur Dalam VII E No. 17 Jakarta Selatan 12820.
Phone : 62-21-835.2103. Fax : 62-21-837.91251
Majalah ini juga bisa didownload secara gratis, di:
www.mobile-indonesia.com

Yang berminat info situs2 periklanan dan bisnis online, klik di sini :
http://pengusahaonline.com/?id=Syamsuri
http://infor-indo.blogspot.com