11.1.08

Maaf untuk Soeharto? (1)

Oleh : Yoseph Tugio Taher
12-Jan-2008, 12:32:02 WIB - [www.kabarindonesia.com]

KabarIndonesia - Semenjak Mantan Presiden Indonesia Jenderal Soeharto
jatuh sakit dan dirawat dirumah sakit RSPP Jakarta, banyak para tokoh
politik dan Pemerintahan yang menjadi sibuk. Bahkan Presiden
Indonesia, Susilo Bambang Yudoyono, setelah mengunjunginya di RSPP,
menyatakan bahwa "Kondisi Soeharto Kritis!" Para wartawan dalam dan
luar negeri bergadang berjam-jam di rumah sakit menanti bertita
tentang perkembangan kesehatan Soeharto. Sampai saat ini masih
sekitar 50 wartawan dalam dan luar negeri yang berada di RSPP untuk
memantau perkembangan kondisi kesehatan mantan Presiden Soeharto yang
kini dirawat di rumah sakit tersebut.

Berita-berita tentang kesehatan mantan Penguasa Orde Baru, Jenderal
yang berkuasa sebagai Presiden Indonesia selama 32 tahun itu menjadi
berita-berita utama. Hampir setiap pejabat, baik dari partai politik
maupun Pemerintahan memberikan komentar, mendoakan kesembuhan
beliau, bahkan lebih jauh lagi, mereka, terutama kroni-kroninya
menganjurkan dan meminta agar Pak Harto dimaafkan, dengan alasan
karena "kemanusiaan" dan "jasa-jasa beliau yang besar" bagi negara
Indonesia.

Dari mulai beliau masuk rumah sakit, saya setiap harinya nongkrong di
depan computer, mengikuti berita-berita tentang "kesehatan" beliau
dari bermacam-macam suratkabar dan mass-media online yang dapat saya
klik. Bagi saya, Pak Harto sangat berarti dan merupakan satu tokoh
yang tidak bisa dilupakan. Kepandaian, keahlian, kekuatan, kehebatan
dan sekaligus kebusukan dan kelicikan, kebrutalan dan kebiadaban
beliau, menjadi satu dan senyawa, sehingga kalau benar-benar
ditimbang, mungkin lebih banyak jeleknya dari pada baiknya!

Namun, orang yang selama 32 tahun berkuasa dengan "darah dan besi"
itu, kini terbaring di ranjang rumah sakit mengidap segala macam
penyakit "Sakit Pak Harto cukup kompleks, bengkak-bengkak akibat
timbunan cairan di bagian kaki, tangan dan perut, dan harus dilakukan
cuci darah karena ginjal yang kurang berfungsi, jantung yang
denyutnya mulai melemah, fungsi paru-paru yang menurun, dsb. dsb.
Karena itu, Tim Dokter Kepresiden pun sudah mengumpulkan semua dokter
spesialis, diantaranya ahli jantung (Dr Munawar), ahli ginjal (Dr
Yose dan Dr Winarni) serta hli bedah (Dr Mardjo Subandono dan Dr
Djoki Sanyoto). Kami mohon doa dari seluruh masyarakat dan para
wartawan untuk kesehatan Pak Harto," pungkas Dr Mardjo. (Tulis
myRMnews Jakrta 5/1/08 dengan judul Tim Dokter RSPP minta doa untuk
Soeharto).

Memang, keadaan beliau sudah sangat kritis. Sehingga tidak heran
kalau SBY, Presiden Indonesia, waktu mengunjungi ke rumah sakit,
mengatakan tanpa senyum bahwa Soeharto Kritis, sedang tim dokter
Kepresidenan mengatakan bahwa Soeharto sakit serius. Karenanya, tidak
heran kalau JK & Ulama Bacakan Al Fatihah untuk Pak Harto. "Kami
membacakan Al Fatihah dan doa untuk kesembuhan Pak Harto. Saat
dibacakan, beliau sedang tidur, tapi kemudian sadar dengan menggerak-
gerakkan tangan," bebernya. Memang sesungguhnya, menurut kepercayaan,
kalau seseorang sudah "diambang pintu", dan dibacakan Al Fatihah,
maka hasilnya akan bisa menjadi baik atau sebaliknya, yaitu bablas!
Bagaimana dengan Pak Harto?

Sumber MyRMNews di Istana menyebutkan, sempat dibahas secara khusus
untuk mengantisipasi hal darurat menyangkut kelangsungan Pak Harto.
Mulai dari menentukan lokasi persemayaman dan pemakaman hingga
pemberian gelar pahlawan nasional bagi Bapak Pembangunan tersebut.

Sesungguhnya, menurut hukum[an], dia sudah tinggal menunggu detiknya!
Kendatipun 25 orang dokter ahli dikerahkan untuk menangani dan
mengusahakan kesembuhan Soeharto, namun Soeharto bukannya Adam yang
bisa hidup sampai 930 tahun, atau Nuh yang hidup 950 tahun!
Kendatipun, seluruh hasil yang diperolehnya selama menjadi presiden
Indonesia 32 tahun digunakan untuk membayar kesembuhannya, namun
manusia bukanlah robot yang onderdilnya bisa setiap saat diganti. Dan
para keluarga beliau, juga menyadari, dan sudah pada berkumpul, di
samping merasa bersyukur, karena Pak Harto bisa mencapai usia 86
tahun dalam kehidupan yang penuh gembira serba mewah dan kuasa
dengan kekayaan yang melimpah ruah sebagai orang terkaya di
Indonesia, hingga keluarganya bisa membuat kembang dari uang kertas
puluh ribuan yang diuntil-until untuk kado para hadirin saat
pernikahan cucu Soeharto.

Sebagai sesama umat manusia yang diciptakan Allah, kita hanya bisa
menanti dan menunggu untuk kemudian mengucapkan "Selamat Jalan,
Innalillahi wainalillahi rojiun, For dust you are, and to dust you
shall return!" Namun, sebagai manusia Indonesia, kita mendoakan agar
beliau segera sembuh! (bersambung)

 

Sphere: Related Content

No comments: