20.1.08

Mbak Tutut Nominasi Capres 2009

Tribun Jabar - Minggu , 20 Januari 2008 , 02:40:38 wib



JAKARTA, TRIBUN - Perebutan kursi RI-1 pada Pemilihan Presiden 2009 mendatang bakal diramaikan oleh putri proklamator dan mantan presiden. Setelah Megawati Soekarnoputri resmi sebagai calon presiden (capres) 2009, disusul PKP Indonesia mengusung Meutia Hatta, giliran Siti Hardianti Rukmana masuk nominasi capres.

Putri sulung mantan Presiden Soeharto yang akrab disapa Mbak Tutut itu disebut-sebut menjadi salah satu capres diungkapkan oleh Ketua Umum Relawan Bangsa Suaib Didu. "Mbak Tutut memang masuk nominasi untuk direkomendasikan relawan bangsa untuk menjadi salah
satu capres, namun ada beberapa nama lain," katanya saat ditemui Persda Network di Jakarta, Sabtu (19/1).

Suaib Didu menyebutkan, nama-nama selain Mbak Tutut yang bakal direkomendasikan sebagai capres 2009 seperti Presiden SBY, Ketua Sri Sultan, PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, mantan Gubernur DKI Sutiyoso, termasuk Megawati, Yusril, Wiranto maupun nama-nama
lainnya. "Sampai saat ini masih terus diwacanakan yang pada akhirnya akan kita tentukan, siapa yang nantinya akan kita dukung," jelasnya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Megawati, putri proklamator yang juga presiden pertama RI Soekarno, resmi dicalonkan sebagai capres 2009 oleh PDIP, partai yang dipimpinnya. Dan belum lama ini, Menteri Wanita Meutia Hatta, putri proklamator Muhammad
Hatta, selain diangkat menjadi Ketua Umum PKP Indonesia juga bakal diusul oleh partainya sebagai capres.

Yayasan Super Semar Siapkan Rp 39 Miliar

Suaib Didu dalam kapasitasnya sebagai Sekjen Pengurus Pusat Keluarga Mahasiswa dan Alumni Penerima Beasiswa Supersemar, mengatakan bahwa Yayasan Super Semar yang kini sedang digugat oleh Kejaksaan Agung tetap memberikan bea siswa kepada seratus lebih siswa untuk tingkat SMU dan perguruan tinggi se-Indonesia. Saat ini, jelasnya, dana yang dipersiapkan sebesar Rp 39 miliar untuk pemberian dana bea siswa periode 2007-2008.

"Tahun ini, Insya Allah akan ada Rp 39 miliar dibagikan sebagai dana bea siswa. Ada sekitar 100 lebih penerima bea siswa Super Semar ini yang berada di seluruh Indonesia. Jadi gugatan
perdata tetap kita hadapi, pemberian bea siswa tetap jalan terus ," ujar Suaib Didu, kemarin.

"Penerima bea siswa banyak sekali, saya hampir tidak hafal satu persatu, ratusan lebih lah. Mulai dari tingkat SMU, SMK sampai tingkat perguruan tinggi. Dana itu didapat dari bunga yayasan dan sama sekali tidak pernah mengambil dari uang pokok untuk pemberian bea siswa ini," jelasnya lagi.

Suaib tegas menyatakan, win-win solution yang ditawarkan Jaksa Agung kepada keluarga Soeharto, dalam menyelesaikan masalah perdata, adalah sebuah keteledoran besar. Yayasan Super Semar, katanya lagi, akan tetap menempuh jalur hukum hingga ada putusan akhir.

"Bagi kami, tawaran Jaksa Agung itu fatal sehingga yang ada, dimainkan secara politik. Kalau ada penyelesaian diluar hukum, hanya membuat situasi menjadi panas. Kami merasa, tidak ada uang negara yang kami pakai dalam yayasan ini. Tidak pernah ada Pak Harto memakai uang negara, yang ada adalah uang donatur," katanya.

Suaib kemudian meminta kepada masyarakat untuk tidak lagi mengutak-atik Soeharto yang kini sudah sepuh dan sakit-sakitan. Ia menyatakan setuju bila proses hukum kepada para kroni Pak Soeharto diteruskan.

"Bagi saya melihat kondisi pak Harto, termasuk hal-hal lainnya, maka TAP MPR soal Soeharto bisa saja dicabut. Namun, kepada para kroninya, ya harus dicarikan jalan keluarnya, diselesaikan secara hukum dengan baik. Kalau sudah bisa diselesaikan hukum secara baik, pasti hidupnya akan tenang, tidak seperti sekarang," ujar Suaib Didu.

"Kalau para kroninya, sampai saat ini masih sehat ya harus diselesaikan secara hukum agar bisa menjalankan hidup secara baik, jangan digantung seperti ini," tegasnya lagi. (Persda Network/yat)


Bursa Capres 2009

Para bakal calon presiden (capres) yang sudah resmi dicalonkan partainya maupun yang masih disebut-sebut berpeluang masuk bursa capres 2009, di antaranya:
* Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
* Wapres Jusuf Kalla.
* Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri.
* Mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
* Ketua Umum Partai Hanura Jenderal (Purn.) Wiranto
* Ketua MPR Hidayat Nur Wahid ("Baru")
* Mantan Ketua MPR Amien Rais.
* Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin ("Baru")
* Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X ("Baru")
* Mantan Gubernur DKI Sutiyoso ("Baru")
* Mantan Mensesneg Yusril Ihza Mahendra.
* Ketua Umum PKP Indonesia Meutia Hatta ("Baru")
* Siti Hardianti Rukmana (Tutut), putri mantan Presiden Soeharto ("Baru")
* dll

Sphere: Related Content

No comments: