11.1.08

Media kita lebih memihak Soeharto?

Cerita di bawah ini saya kutip dari seorang teman wartawan (yang kebetulan juga aktivis). Dia dapat cerita bahwa Rabu lalu, saat SCTV menayangkan talk show mengenai Suharto dengan pembicara Assegaf, Saldi Irza, pengamat, Moerdiono dan Titik Prabowo. Seharusnya Adnan Buyung Nasution sebagai salah satu pembicara juga di segmen 3 tapi Abang (demikian ABN dipanggil) pulang dengan kesal, tidak mau jadi nara sumber karena melihat bagaimana Rosi wawancara Moerdiono yang mengelu elukan Suharto sebagai bapak pembangunan. Kemudian dilanjutkan statement Titik Suharto yang mengatakan sekali lagi Suharto banyak jasanya bagi Indonesia

Teman saya, yang mengikuti wawancara tersebut sejak awal sampai akhir juga sangat kecewa karena sebagai wartawan "independen" seharusnya kalau memang Moerdiono dan Titik dijadikan nara sumber, mengapa tidak ada korban korban Suharto yang diwawancara. Kenapa tidak ada korban DOM Aceh, tidak ada korban dari Papua, tidak ada korban Talangsari, tidak ada keluarga orang hilang, korban 65, dan masih banyak lagi. "Apakah karena Titik Suharto pemegang saham SCTV? Walahualam. ..", ujar teman saya yang wartawan itu. ***


Satrio Arismunandar
Producer "Jika Aku Menjadi" (tayang tiap Minggu, pukul 18.00 WIB) -
News Division, Trans TV, Lantai 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4026,  Fax: 79184558, 79184627
 
http://satrioarismunandar6.blogspot.com
http://satrioarismunandar.multiply.com 
 
"Berhasil tidak dipuji, gagal dicaci maki, hilang tidak dicari, mati tidak diakui...."

 

Sphere: Related Content

No comments: