14.1.08

Melacak Jejak Soeharto Keturunan Tionghoa (3/3)


Mashuri SH, Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1969-1974):
"Ibu Soeharto Bertapa di Genting"

Kelinuwihan Soeharto tidak saja dari ibunya. Tapi juga dari lelaki
sakti asal Wonogiri, Jawa Tengah. Lelaki itu sering disebut dukun.
Namanya Daryatmo. Itu sebabnya nama Daryatmo begitu melekat pada diri
Soeharto.

Silsilah Soeharto yang selama ini dipublikasikan – tentunya selama
Soeharto masih berkuasa – yang benar hanya muncul dari sisi ibunya.
Tentang bapaknya, di berbagai tulisan tentang otobiografi Soeharto –
yang ada saat ini – hampir semuanya salah. Lalu mana yang benar?
Tidak jelas. Campur baur. Antara orang Cina dan Jawa. Dia bisa
disebut lembu peteng (sebutan untuk anak-anak yang dilahirkan tanpa
ayah yang jelas, Red). Saya yakin ayah Soeharto keturunan Cina.

Ada cerita-cerita yang berkembang di Jawa Tengah. Tepatnya di
Yogyakarta, pada awal abad 19 ada pedagang Cina cukup terpandang. Dia
rajin berhubungan dengan rakyat Jawa Tengah. Namanya pun cukup
populer masa itu. Maklum, dia tidak saja menjual barang dagangannya
yang dibeli dari daerah lain, tapi juga karena dia membeli hasil bumi
penduduk untuk diperdagangkan.

Bertapa di Genting

Pedagang ini akhirnya berkenalan dengan wanita miskin tapi berwajah
lumayan. Namanya Soekirah. Dia berasal dari daerah Kemusuk,
Argomulyo, Bantul, Yogyakarta.

Saya tidak tahu pasti bagaimana hubungan Soekirah dengan pedagang
ini. Yang pasti, Soekirah itulah ibu kandung Soeharto, yang konon
dari hubungannya dengan pedagang Cina tersebut.

Soekirah memiliki beberapa kelebihan. Ulet, daya juang hidup cukup
tinggi. Dan setelah Soeharto lahir, memiliki daya linuwih. Ini karena
dia pernah bertapa di atas genting rumahnya selama 40 hari.

Kegiatan bertapa itu dilakukan setelah Soeharto lahir. Karena itu
wajar bila Soeharto juga memiliki kelebihan, yang berasal dari
warisan sang ibu. Aura ibunya. Dengan demikian wajar pula bila
Soeharto sulit dikalahkan.

Kelinuwihan Soeharto tidak saja dari ibunya. Tetapi juga dari lelaki
sakti asal Wonogiri, Jawa tengah. Lelaki itu sering disebut dukun.
Namanya Daryatmo. Itu sebabnya nama Daryatmo begitu melekat pada diri
Soeharto.

Dalam buku otobiografi Soeharto. Soeharto: Ucapan dan Tindakan Saya,
nama Daryatmo sering disebut-sebut. Soeharto mengakui bahwa Daryatmo
banyak memberi inspirasi dalam perjalanan hidupnya.

Bahkan sampai Soeharto menjadi presiden, sedikitnya sebulan sekali
Soeharto menemui Daryatmo. Di sana dia minta petunjuk khusus apa yang
harus dijalankannya. Dan semua petunjuk dari sang dukun itu pasti
dilakukan oleh Soeharto.

Tekad Orang Kaya

Ketika di Wonogiri, Soeharto kecil hidup miskin. Bahkan pernah
menjadi pembantu pada keluarga kaya. Ketika menjadi pembantu itu
Suharto bertekad menjadi orang kaya. Tekad itu dibentuk oleh
dendamnya yang kuat.

Dia dendam karena keluarga kaya yang menjadi majikannya itu
memperlakukannya tidak baik. Soeharto tidak digaji dan makannya dari
makanan sisa sang majikan. Dendam untuk menjadi orang kaya itu pula
yang mengantar Soeharto berjuang, berpindah-pindah tempat, sampai
akhirnya menemukan `orangtua' yang menyekolahkannya. Sampai kemudian
Soeharto berkarier di militer melalui KNIL. Banyak yang menyebut
kalau Soeharto mengerti bahwa dirinya keturunan Cina.

Itu sebabnya, barangkali, dia kemudian dekat dan berpartner dengan
Liem Sioe Liong dan Bob Hasan. Konon orang Cina yang juga dijadikan
partner oleh Soeharto bernama Tek Kiong.

Pria ini disebut-sebut sebagai adik Soeharto. Bisa jadi tidak hanya
Tek Kiong adik Soeharto. Di Solo berkembang pula nama Ma King Boo
yang disebut-sebut sebagai adik Soeharto (satu ayah lain ibu). *har*

Tabloid X-file edisi 49/tahun I, 21 Desember 2000 – 3 Januari 2001

Sphere: Related Content

No comments: