13.1.08

Memaafkan Soeharto? Jangan-jangan Kita yang Gede Rasa!

 
(berpolitik.com):  Seperti nyanyian dalam kaset kusut. Setiap terbetik kabar Soeharto menderita sakit, wacana memaafkan Soeharto selalu berpendar.
 
Pada tahun 2001, umpamanya, lagu memaafkan Soeharto sudah didendangkan. Contohnya adalah pendapat Iclasul Amal, yang ketika itu Rektor UGM. Kata dia, "Di masa tuanya, Pak Harto sudah cukup dikuya-kuya (dianiaya secara psikologis- red). Saya kira Pak Harto lebih baik diberi pengampunan
secara politis."
 
Lagu serupa juga kembali dilantun ulang tahun 2005 silam. "Apapun yang dituduhkan kepada beliau, jasanya banyak sekali kepada negeri ini," kata mantan Menteri Kehakiman, Muladi, SH. Menurut tokoh Golkar ini, berbagai ketimpangan yang terjadi pada masa lalu merupakan kesalahan kolektif bangsa, bukan kesalahan Soeharto semata. "Karena semua langkah Pak Harto mendapat dukungan dari lembaga legislatif," jelasnya.
 
Selengkapnya baca di
 
 
 

Sphere: Related Content

No comments: