14.1.08

Moerdiono melulu, Harmoko kemana?

Jum’at malam lalu, beberapa acara tv berkali-kali diselingi “breaking news” soal kondisi kesehatan Soeharto yang dikabarkan kritis. Mungkin kalau Soeharto bukan mantan presiden dan bukan juga orang miskin yang tidak punya kartu gakin, tidak perlu menunggu sampai berhari-hari ‘nkali. Lha wong, waktu kudu nebus uang muka opname rumah sakit aja pasti udah kena serangan jantung dulu, he he he…

Masuknya Soeharto ke rumah sakit, menyebabkan beberapa tokoh “terpaksa” ketahuan saat menjenguk beliau. Moerdiono kayaknya menjadi selebriti dadakan disana, meski sekarang kayaknya lagi dibantu dengan alat bantu pendengaran ( kalo wartawan infotainment yg berkumpul, kira2 hal yang ditanyakan apa kabar machica muchtar ? ). Kemudian beberapa mantan menteri dan pembantunya di masa orde baru, minus Harmoko yang tampaknya sudah tidak mempan dikasih petunjuk bapak presiden lagi.

Lalu ada barisan pengacara2-nya yg nongol memberi komentar agar kasus hukumnya diberhentikan saja, oh ya adakah dari mereka yg juga merangkap sebagai pengacara kasus Munir, kasus kerusuhan Mei, kasus Semanggi, kasus Lapindo, dan sebagainya ? Btw, siapa yang kebagian ngurus surat wasiat untuk anak2-nya yach ?

Lalu jurnalis2 gosip tampaknya lebih menyoroti apakah artis2 macam Mayangsari atau Lulu Tobing ikut datang menjenguk ? Kenapa Halimah nggak datang bareng Bambang ? Dan ending yg mungkin ditunggu adalah perihal warisan kekayaan Soeharto yg pernah ditaksir majalah puluhan milyar dollar, siapa bakal dapat apa gitu.

Sebenarnya saya kasihan dengan pak Soeharto, sejak beliau lengser masih belum jelas sebenarnya Soeharto hendak dituntut perkara apa sich ? Masa untuk mencari barang buktinya saja sampai butuh waktu hampir 10 tahun begini ? Lebih baik focus aja dech ke masalah KKNpara kroninya, tukang nyolong duit rakyat biar segera diadili.


Budi Dharma

e-mail: budiprestasi@yahoo.co.id

Sphere: Related Content

No comments: