16.1.08

Neraka Rezim Soeharto

Peluncuran Buku & Diskusi

"Neraka Rezim Soeharto"

(Misteri tempat-tempat penyiksaan Orde Baru)

Sepekan sudah mantan Presiden Indonesia, Soeharto dirawat karena kegagalan beberapa fungsi organ tubuh. Sepekan itu pula sorotan publik, terutama melalui media, terpusat pada mantan orang terkuat dimasa Orde Baru tersebut. Polemik yang muncul sejak ia mengundurkan diri, akibat desakan gerakan massa demokratik, semakin meruncing. Hal tersebut dipicu oleh kondisi kesehatannya yang kritis, sehingga mengemuka berbagai silang pendapat mengenai status hukumnya sebagai tersangka untuk kasus korupsi yayasan Supersemar. Publik terpecah dalam dua pendapat. Pendapat pertama adalah membatalkan segala tuntutan hukum dan mengampuni Soeharto atas dasar jasa-jasanya, sementara pendapat lain justru meneruskan proses hukum dan tetap mengadilinya meski secara in-absentia berdasar rekam jejak kekuasaannya yang bergelimang darah dan sarat kejahatannya di bidang ekonomi, politik serta HAM.

Soeharto memulai kekuasaannya di Indonesia sesaat setelah pergolakan akibat "pemberontakan" yang disinyalir dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI). Sejak itu pula, terjadi kejahatan kemanusiaan yang terus berlangsung selamadan bahkan setelahia berkuasa, demi menstabilkan kewenangan yang ia miliki dalam menjalankan pemerintahan di Indonesia.

Tak terhitung berapa korban nyawa yang telah jatuh karena kejahatan kemanusiaan yang telah dilakukan oleh Soeharto. Sebut saja tapol-tapol kasus G30S, Peristiwa Malari, Peristiwa Tanjung Priok, Peristiwa Talangsari, penghilangan paksa 1998 dan lain-lain. Belum lagi mereka yang diseret ke penjara dan bahkan dibunuh tanpa proses pengadilan yang terbuka. Banyak dari mereka yang diculik dan disekap selama berbulan-bulanbahkan bertahun-tahunhanya karena memiliki sudut pandang dan keberanian dalam mengungkapkan segala hal yang dianggap mengancam kekuasaan Soeharto.

Di tengah santernya usaha dalam memperbaiki citra Soeharto yang dilakukan melalui "kampanye halus" di media-media mainstream, penerbit Spasi dan VHR Book menerbitkan sebuah buku berjudul "Neraka Rezim Soeharto". Buku ini mengulas "neraka-neraka" yang diciptakan Soeharto, dalam bentuk tempat-tempat penyiksaan bagi mereka yang diculik dan ditangkap secara semena-mena selama Soeharto berkuasa, juga merekam kesaksian blak-blakan dari mereka yang pernah mengalami siksaan rezim Orde Baru.

Dalam upaya untuk mencegah berbagai upaya politik Impunitas terhadap Soeharto dan para penguasa orde baru, maka Voice of Human Rights (VHR) News Centre dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menggelar acara Launching buku & Diskusi yang akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal           :    

Jum'at, 18 Januari 2008     

Waktu                    :    

Pkl. 14:00 s.d. 16:00

Tempat                   :    

Gedung Komisi Nasional Hak Asasi Manusia,

                                   

Jln. Latuharhary No. 4 B Jakarta 10310

Narasumber           :    

1.   Joseph Adi Prasetyo (Anggota Komnas HAM)

                                   

2.   Mugiyanto (Ketua Ikatan Keluarga Orang Hilang --IKOHI)

                                   

3.   Saksi Korban Kasus Tanjung Priok

                                   

4.   Margiyono (Penulis buku & Jurnalis VHR News Centre)

Moderator              :    

Raharja Waluya Jati

 

Sphere: Related Content

No comments: