19.1.08

Nyawa dan kekayaan haram

Chalik Hamid:


Nyawa dan kekayaan haram


Di rumah sakit terbaring seorang kakek
kondisinya makin memburuk makin jelek
empat puluh dokter ahli dikerahkan
semua alat canggih dipergunakan.

para pengunjung menampakkan muka
dari presiden sampai para menteri tercinta
pejabat baru dan sahabat lama.

di seluruh negeri umat memanjatkan doa
agar kakek sehat seperti semula
andai dipanggil yang maha kuasa
bersihkan dulu semua dosa
diampuni rakyat dan negara
agar selamat di jalan rata.

jutaan doa sudah dipanjatkan
kesehatan kakek makin berantakan
multi organ tak berfungsi
tidak hidup tapi tak juga mati.

di rumah sakit terbaring seorang kakek
bekas jendral berbintang lima
mantan presiden bertangan besi
pembunuh 3 juta rakyatnya sendiri
penjual negara dan kekayaan negeri
memperkaya keluarga dan seluruh kroni.

di rumah sakit terbaring seorang kakek
di sini para sahabat berdatangan
di sini para cecunguk berkeliaran
di sini doa didengungkan
di sini kekayaan haram dipertehankan.

di pojok negeri rakyat dilanda banjir
lumpur menyembur manusia tersingkir
di kampung dan desa tanah longsor
betapa sulit mencari seorang dokter.

ketika nyawa kakek sedang dipertahankan
di sekitanya tawar-menawar kekayaan haram
diselesaikan dengan hukum atau di luar pengadilan.

Medan, Januari 2008

e-mail: chalik.hamid@yahoo.co.id

____________________________

TANGGAPAN

Sajak ini lebih baik dari sudut logika dan rasa kemanusiaan yang wajar. Tapi ada manusia lain yang bahkan ex korban langsung perbuatan keji dan kejam Suharto yang bahkan langsung pernah menikmati surga pulau Buru ciptaan Suharto (saingan neraka Tuhan) yang bahkan minta dilaungkan doa-doa yang dipanjatkannya dengan membaca Yassin, berzikir siang malam agar katanya Tuhan memaafkan semua dosa Suharto dan agar Tuhan memberikan semua yang terbaik untuk Suharto tapi juga sambil memaki maki Suharto untuk mengimbangi hati "mulia" dan "jiwa besar" yang dipunyainya agar diakui orang-orang sebagai reklame yang paling "berseni" untuk memuja Suharto sang penyiksanya itu. Orang itu menggunakan agama Islam sebagai landasan pemikirannya untuk memugar keadaan Suharto yang sudah setenganh mayat setengah berada di ahirat . Tapi seorang penganut Islam yang normal ,akan pasti merasa heran akan perilaku ummat Tuhan yang satu itu karena dia berdoa siang malam agar Tuhan menyembuhkan dan memaafkan seorang penjahat, koruptor besar, pembunuh 3 juta manusia tidak bersalah, diktator yang hampir menyamai kekuasaan Tuhan dan seorang haji yang bernama Suharto yang telah terkenal perbuatan jahatnya di seantero dunia. Orang itu mendesak Tuhan agar Tuhan mengabulkan kemauannya dengan jalam minta disebarkan lengkingan doa-doanya ke seluruh penjuru tanah air, memaksa Tuhan agar Tuhan segra menyembuhkan dan memulihkan kesehatannya yang sudah di ambang pintu ahirat. Orang itu , juga menyindir bahwa orang yang tidak bisa memaafkan Suharto adalah orang yang berhati binatang . Padahal orang yang memaksa dan mendesak agar Suharto disembuhkan dan diampuni dosanya itu harus diberikan kepada seorang musuh Tuhan yang selama hidupnya melawan perintah Tuhan. Orang itu tidak yakin kalau Tuhan akan bisa berbuat adil, tidak yakin kalau Tuhan akan adil dalam memutuskan sesorang ummatnya sebagai calon masuk neraka atau masuk sorga dan dia sangat bingung, sangat ragu kalau Tuhan berbuat lain daripada yang dikehendakinya dan kepentingan pribadinya .

Jadi orang akan cepat mengerti, terlebih lagi kalau sesorang itu adalah juga penganut agama Islam, bahwa orang yang selalu ragu akan pertimbangan Tuhan tapi sambil memuja-muja kebesaraan Tuhan, adalah termasuk orang munafik. Dan semua orang munafik adalah musuh Tuhan karena mereka semua adalah pembohong dan penipu tapi selalu berpura-pura taat dan setia kepada Tuhannya. Semua orng tahu keputusan Tuhan tidak bisa didesak dan dipaksa-paksakan untuk kepentingan manusia munafik yang bahkan musuh Tuhan yang bergelimang samudra dosapun harus diampuni Tuhan meskipun tidak mau bertonbat. Kaum munafik tidak bisa mengemudikan kebijaksanaan Tuhan meskipun dengan doa-doa setiap hari, membaca Yassin setiap hari agar Tuhan membatalkan semua kebijaksanaan yang sudah ditetapkannya, merubah keputusan hukum yang sudah ditetapkannya, tidak bisa merayu Tuhan untuk berbuat timpang terhadao keadilan. Tapi memang kaum munafik selalu mendua hati, tidak jujur terhadap Tuhan dan manusia dan selalu ingin menipu orang lain dengan menggunakan ayat-ayat kitab suci yang ditafsirkannya untuk kepentingan dirinya sendiri dan orang-orang sekaumnya yang juga sama-sama munafik.

Orang -orang juga tahu bahwa Tuhan menghadiahkan kebahagiaan dan menimpakan kecelakaan kepada ummat yang dikehendakinya. Semua itu rahasia Tuhan dan tak seorangpun yang bisa mengetahui rahasia itu dengan pasti. Seorang ahli sufi Sjek Muzaffer Ozak dalam kumpulan cerita-cerita Sufi-nya "Liefde is de Wijn"menceritakan dalam sebuah kisahnya bahwa seorang ummat yang disangka manusia lainnya sebagai seorang yang suka memusuhi Tuhan, tidak melakun sembahyang, tidak puasa tapi selalu berbuat baik terhadap tetangganya, suka menolong orang, tidak suka memaki orang dan dia menerima kehidupan bahagia selama di dunia dan mendapat kebahagiaan abadi di samping Tuhan. Tapi sebaliknya seorang ummat Tuhan yang lain yang sangat taat melakukan sembahyang dan puasa, setiap hari berdoa agar masuk surga, tapi punya kelakuan buruk, suka bertengkar dan memaki maki tetangganya dan sangat tidak sosial, menerima kehidupan yang tidak bahagia, sering mendapat kecelakaan dan ketika mati tidak berada di dekat Tuhan yang artinya tidak kebagian surga yang diidam-idamkannya selama masih hidup. Jelas manusia seperti itu termasuk manusia munafik yang adalah musuh Tuhan meskipun dosanya belum setitik nila dosanya Suharto. Tuhan memberikan kematian yang lunak kepada ummatnya yang baik dan memberikan kematian yang sungguh celaka dan derita panjang kepada ummatnya yang jahat, penuh dosa dan tidak mau bertobat. Inipun adalah juga rahasia Tuhan yang tidak bisa diketahui oleh manusia dan juga tidak bisa dirubah oleh manusia betapuan sejuta doa telah dipanjatkan, setiap detik, setiap jam, setiap hari bahkan sepanjang hidupnya. Tuhan telah memberikan mata dan hati serta otak kepada manusia agar manusia bisa menilai sendiri apa itu dosa dan pahala, apa itu kebaikan dan keburukan, apa itu kejujuran dan kebohongan. Dan yang pasti dosa serta kejahatan Suharto terhadap bangsa dan rakyat Indonesia adalah sangat jelas sehingga Tuhan tidak bisa dipaksa, didesak apalagi didikte agar Tuhan memaafkan dan mengampuni orang yang tidak mau bertobat. Urusan Tuhan tidak bisa dicampuri manusia apalagi dicampuri seorang munafik yang selalu musuh Tuhan betapapun dia tersamar dan pandai menyamarkan dirinya di tengah -tengah manusia. Suara lantangnya yang sumbang yang dia coba sebarkan ke mayapada akan hanya sebagai gas busuk tak berharga dan bahkan akan hilang sirna begitu saja yang hanya sempat membuat orang menutup lubang hidung untuk sesaat.

BISAI ( asahan aidit).

Sphere: Related Content

No comments: