13.1.08

Pak Harto atau Soeharto?

Hari Minggu ini saya menerima SMS dari seorang wartawan, "Mas Andreas, aku mau bilang aja, di metro tv ada instruksi harus menyebut suharto dgn pak harto. Dan tdk boleh juga sebut tersangka korupsi."

"Kemaren aku coba tulis mantan presiden yg juga tersangka korupsi jend suharto. Gerah sudah. Dan katanya semua tv begitu."

Saya jawab bahwa istilah "Pak Harto" dan "Suharto" adalah pilihan bebas masing-masing wartawan.

Sejak zaman Suharto berkuasa ada permintaan agar dia tak boleh disebut namanya saja. Harus "Presiden Suharto" atau "Pak Harto." Maksudnya, ini penghormatan kepada orang tua atau orang berkuasa.

Permintaan itu bahkan berubah jadi larangan walau tak ada aturannya. Pada 1980an atau 1990an, tak ada satu media pun yang terbit berani menulis nama "Suharto" tanpa embel-embel. Bisa kena bredel!

Semuanya! Dari Sinar Harapan hingga Kompas, dari Pedoman hingga Tempo. Tak ada satu pun media berani menulis nama "Suharto" tanpa embel-embel "Pak" atau "Presiden" atau "Bapak."

Ketika Suharto mundur pada Mei 1998, permintaan dari keluarga Suharto masih bergaung di berbagai televisi dan suratkabar, terutama yang sahamnya terkait keluarga Cendana. Halimah, isterinya Bambang Trihatmodjo, saya tahu, beberapa kali minta televisi-televisi Cendana memakai istilah "Pak Harto."

Kalau hari ini, policy macam Metro TV itu muncul lagi, dan saya kira juga pada media lain, saya kira kita mengambil langkah mundur dalam dalam menjaga mutu jurnalisme kita.

Ini kebijakan salah. Wartawan harus bebas memilih istilah apa. Saya tak keberatan istilah "Pak Harto" namun saya tak setuju bila istilah itu dijadikan kewajiban.

Dalam menulis, terkadang kita bisa informal, terkadang harus formal. Ini tergantung kebutuhan. "Sukarno" bisa diubah "Bung Karno" atau "Presiden Sukarno." Semua sumber pada galibnya harus diperlakukan sama.

Kalau Suharto dapat perlakuan khusus, bagaimana pula dengan Sukardal si tukang becak? Tidakkah kita harus panggil dia "Bang Kardal" atau "Pak Kardal"? Terima kasih.

--
Andreas Harsono
Pantau
Jalan Raya Kebayoran Lama 18 CD
Jakarta 12220
Tel. +62 21 7221031 Fax. +62 21 7221055
Website www.pantau.or.id
Weblog www.andreasharsono.blogspot.com

Sphere: Related Content

No comments: