10.1.08

Pak Harto Minta Makan Pizza

Bali Post.

            Jumat Pon, 11 Januari 2008                  
                             

                  Pak Harto Minta Makan Pizza
                  Arah Tempat Tidur juga Diminta Diubah ---

                  Jakarta (Bali Post) -
                  Makin pulihnya kondisi Soeharto, membuat selera
makannya juga membaik. Ternyata pada Rabu (9/1) malam, jenderal
besar berbintang lima itu sempat makan pizza isi tomat dan keju.
Keluarga tak bisa bilang apa-apa, karena itu keinginan Pak
Harto. ''Namanya orang sakit, mau apa saja harus dituruti,'' kata
penasihat hukum keluarga Cendana, OC Kaligis, usai menjenguk bosnya
tersebut.

                  Sebelum menuruti permintaan kliennya itu,
lanjutnya, pihak keluarga sempat meminta nasihat tim dokter.
Ternyata, hal itu tidak dilarang dan diperbolehkan. Hal ini
dimungkinkan karena kadar hemoglobinnya sudah meningkat dari
sebelumnya. Justru dengan meningkatnya selera makan Pak Harto,
kondisinya bisa cepat pulih.

                  Sementara itu, mantan Mensekneg Moerdiono
mengatakan bekas bosnya tersebut sudah bisa bercanda dan tertawa.
Tetapi belum diperbolehkan banyak berkomunikasi, karena
dikhawatirkan bisa menyita tenaga dan pikirannya. ''Orang-orang yang
tengah sakit, berbicara bisa memakan energi sangat banyak, karena
memerlukan kemampuan untuk mengingat. Makanya, obrolannya cukup yang
ringan-ringan saja,'' selorohnya.   

                  Dari cerita Moerdiono, ternyata ada kekhawatiran
dari pihak keluarga Soeharto. Hal ini tak lain terkait permintaan
Pak Harto untuk mengubah posisi tempat tidur perawatannya yang
disesuaikan ke arah petunjuk salat. Padahal, pihak keluarganya
sempat memberi tahu bahwa dalam keadaan sakit, hal itu tidak perlu
dilakukan. ''Tetapi karena sang kepala keluarga itu terus ngotot
memintanya, mau tidak mau akhirnya keinginan tersebut dituruti,''
ungkapnya. (kmb3)
                  

                  Empat Liter Cairan Dikeluarkan dari Paru-paru

                  Jakarta (Bali Post) -
                  Kondisi mantan Presiden Soeharto masih labil.
Secara umum kesehatannya belum melewati masa kritis. Hal ini
disebabkan fungsi ginjal dan jantung belum normal. Bahkan, ia masih
mengeluh sesak napas. Tetapi tingkat kesadarannya dan tekanan darah
serta kadar hemoglobinnya cukup baik. Hal itu berkat upaya transfusi
darah yang dilakukan terhadapnya.

                  Demikian keterangan Ketua Tim Dokter Kepresidenan
dr. Mardjo Soebiandono, Kamis (10/1) kemarin. Namun, berdasarkan
foto paru-paru, tetap memperlihatkan adanya penumpukan cairan yang
bertambah. Hingga kini sudah sekitar 4.000 cc (4 liter - red) cairan
itu disedot untuk dikeluarkan. Keadaan ini yang membuat tim dokter
belum bisa memasang alat pacu jantung.

                  ''Kami masih perlu menunggu kondisi Pak Harto
optimal. Pemasangan alat CRT (cardio resynchronization therapy atau
alat pacu jantung - red) harus menunggu kadar hemoglobin di atas 10
gram persen dan tanpa adanya cairan dalam paru-paru. Tetapi sampai
sekarang penumpukan cairan di paru-paru bertambah,'' jelas dokter
senior tersebut.

                  Selain dengan alat bantu penyedot cairan, tambah
dr. Mardjo, sangat diharapkan mantan penguasa Orde Baru itu bisa
mengeluarkannya secara normal. Pengurangan itu dengan mengeluarkan
urine lebih banyak. Dengan cara alami itu penumpukan cairan dalam
tubuhnya bisa cepat berkurang dan alat pacu jantung bisa cepat
dipasang. Pemasangan alat itu bertujuan untuk mensinkronisasikan
fungsi dan gerakan bilik kanan dan bilik kiri jantungnya.

                  Sementara itu, Pjs. Dirut RS Pertamina Pusat dr.
Djoko Sanjoto menyatakan tim dokter masih mengkategorikan
keseluruhan kondisi kesehatan Pak Harto belum memuaskan. Atas dasar
itu masih dibutuhkan perawatan intensif. Dia pun harus tetap dirawat
di ruang intensif care unit (ICU). Dikhawatirkan sewaktu-waktu
kondisinya bisa menurun drastis.

                  Tim dokter terus memantau dan membuat laporan
perkembangan Pak Harto tiap 12 jam. Transfusi darah terus kami
lakukan. ''Untuk memberikan kesempatan beristirahat memulihkan
kesehatannya, kami hingga kini masih membatasi kunjungan tamu,''
tuturnya.

                  Hingga kemarin malam, Presiden ke-2 RI itu masih
dikunjungi puluhan tamu. Bahkan, pagi-pagi mantan istri Tommy
Soeharto, Tata, terlihat mendatangi mantan bapak mertuanya tersebut.
Tetapi mulai masuk RSPP sampai keluar, Tata terus menutup rapat
bibirnya. Pertanyaan wartawan hanya dijawabnya dengan senyum oleh
ibu beranak dua yang kini menetap sementara di Singapura itu.

 

Sphere: Related Content

No comments: