15.1.08

Paranormal bentengi rumah Pak Harto

PARANORMAL Limbad atau Mbah Lim secara tak terduga mendatangi rumah kediaman Mantan Presiden Soeharto (Pak Harto) di Jalan Cendana No 8 Jakarta, Senin (14/1), dini hari. Kedatangannya membuat sejumlah polisi dan wartawan yang nongkrong di kediaman Pak Harto jadi bertanya-tanya. Apa apa gerangan Mbah Lim datang tengah malam ke rumah Pak Harto? Di saat Pak Harto dikabarkan oleh tim dokter kepresidenan dalam kondisi kritis?

Pertanyaan itu terjawab setelah Mbah Lim diizinkan masuk oleh penjaga rumah Pak Harto. Lalu di halaman rumah bercat hijau yang luas itu, Mbah Lim melakukan ritual mistik. Aksi ritual Mbah Lim tergolong aneh. Dia mengambil sebatang ranting kering dan menggosokkannya dengan abu berwarna putih serta kertas koran. Lalu dari situ muncul sepercik api yang membentuk lafal "Allah".

Paranormal kondang yang senang dengan busana hitam itu lalu membaca mantra. Wartawan dan polisi yang menyaksikan adegan ritual itu hanya bisa melongo. Mbah Lim mengaku aksi ritualitas itu dilakukan untuk membentengi Pak Harto dari pengaruh jahat. "Orang banyak mendoakan Pak Harto. Itu bagus. Dan begitulah cara saya menjaga Pak Harto. Saya mengusir roh jahat yang hendak mengganggu beliau," kata Mbah Lim.

Roh jahat dari mana? Dia menyebut terdapat pada tiga benda utama Pak Harto. Pertama pada benda berbentuk batu, keris dan bentuk lainnya pada patung. "Yang terjadi saya melihat ada tanda-tanda dalam 21 hari ini ada sesuatu yang buruk atau baik terjadi pada beliau,"kata Mbah Lim.

Dalam melakukan aksi ritualnya di kediaman Pak Harto, Mbah Lim tergolong diistimewakan. Dia diperkenankan petugas rumah Pak Harto memasuki halaman rumah Pak Harto untuk membacakan mantra. Beda dengan perlakuan yang dialami oleh beberapa warga Jakarta lainnya yang hendak bertamu ke rumah mantan penguasa orde baru tersebut.

Mereka tidak diperkenankan memasuki halaman rumah Pak Harto. Yulianti misalnya. Perempuan paruh baya yang hendak bertandang ke rumah Pak Harto sore itu hanya bisa berada di luar pagar. Tingkah perempuan ini juga tergolong aneh. Dengan mengenakan busana serba hitam (baju, celana, dan kerudung hitam) dia berdoa depan pagar rumah Pak Harto.

Dan ketika didekati oleh polisi, dia mengaku membawa sepucuk surat dari daerah tempat tinggalnya di Cempaka Putih, Jakarta, untuk diserahkan ke Pak Harto. Setelah dicek isinya ternyata berisi doa untuk Pak Harto.

Sejak Pak Harto dinyatakan oleh tim dokter kepresidenan dalam keadaan sakit kritis sejak beberapa hari ini sejumlah warga dari berbagai latar belakang keahlian datang ke rumah Pak Harto. Hadi Kristianto, seorang pelukis asal Jawa Tengah ini datang ke rumah Pak Harto, sore
harinya. Dia hendak melaporkan kasus lukisan Ibu Tin Soeharto, yang dijual seorang menteri di tahun 1990-an. "Saya ke sini untuk ikhlaskan lukisan itu,"katanya.

Tak lama berselang, lima orang yang mengaku pendeta datang ke rumah Pak Harto. Dari pengakuan mereka, kedatangan itu dimaksudkan untuk mendoakan Pak Harto. Tak jelas apakah mereka pendeta atau bukan karena petugas keamanan tidak membiarkan mereka berdoa di rumah tersebut.(PersdaNetwork/Hasanuddin Aco)

http://kompas.com/ver1/Nasional/0801/15/010910.htm

Sphere: Related Content

No comments: