25.1.08

Parpol baru , ada partai pro-Soeharto

Jakarta (Bali Post) - Kini ada 105 parpol baru terdaftar di Departemen Hukum dan HAM, namun sebagian besar belum memenuhi syarat. Tetapi ada yang menarik dari parpol baru itu. SPAN class="SpellE">Tujuh parpol baru itu menggunakan gambar banteng sebagai logo partai. Ada yang menghadap ke kanan, ada yang menghadap ke kiri dan ada banteng mendengus. Meski bermacam-macam, ketujuh parpol itu menggunakan logo kepala banteng yang hampir mirip dengan PDI Perjuangan. Demikian dijelaskan Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Depkum dan HAM Syamsudin Manan Sinaga, Jumat (25/1) kemarin.

Selain itu, ada satu partai yang sangat pro-Soeharto. Partai ini bernama Partai Karya Pelita Soeharto (PKPS). Partai yang bermarkas di Bekasi, Jawa Barat itu diketuai Pandara HR, Sekretaris Saladin Padanta Rangkuti dan Bendahara Mursin.

Kata Syamsudin, dari 105 parpol baru yang mendaftar, ternyata 95 partai belum memenuhi persyaratan administrasi sebagai sebuah badan hukum. Sebagian besar belum memiliki kepengurusan di tiap kabupatendan propinsi.

Syarat lainnya yang perlu dilengkapi, parpol dituntut menyertakan 30 persen keterwakilan perempuan dalam kepengurusan. Meski dianggap mudah, untuk memenuhi sangat sulit. Selain persyaratan 30 persen keterwakilan perempuan, ada juga persyaratan akta notaris yang memuat pengurus paling sedikit 50 WNI. Memiliki rekening atas nama partai, bukan pribadi. Parpol juga tidak boleh bertentangan dengan Pancasila dan UUD 45.

Diungkapkan pula, Depkum dan HAM tengah membentuk tim khusus untuk verifikasi parpol baru tersebut. Tim ini nantinya bertugas mengaudit seluruh persyaratan formal dan subtansial bagi parpol yang telah mendafar. Selain tim verifikasi, juga disiapkan dua tim khusus lainnya yakni tim pendaftaran dan tim persamaan persepsi. Tim persamaan persepsi bertugas untuk menyamakan persepsi mengenai nama dan logo partai.

Proses verifikasi parpol akan dimulai awal Maret nanti. Verifikasi hingga penerbitan SK dari Depkum HAM, diperkirakan memerlukan waktu paling lama dua bulan. Artinya, 45 hari untuk verifikasi dan 15 hari penandatanganan SK. (kmb3

http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2008/1/26/p1.htm

Sphere: Related Content

1 comment:

BROADCAST OWNER said...

Bagaimana sosok mantan orang nomor satu di Indonesia ini? Soeharto di mata Sweden, adalah sosok yang patut diikuti dan dipanuti. "Kenapa? Karena beliau itu, di mata saya tidak ada cacatnya," ungkapnya kepada Virgie Baker, pewawancara.

Sweden menuturkan, Soeharto bukanlah orang yang suka becanda, namun ia tak pernah melihatnya marah-marah. Kalau pun marah pun, menurut Sweden, Soeharto hanya diam.

Masa-masa Soeharto sebelum masuk rumah sakit, lanjut Sweden, dihabiskan dengan kegiatan-kegiatan rutin, seperti shalat subuh, melakukan shalat tahajjud, dan ibadah shalat lainnya. Itu pun dilakukan di atas kursi, karena Soeharto sudah tidak bisa lagi melakukannya sambil berdiri. Selepas beribadah, Soeharto mengisi pagi hari dengan sarapan dan minum kopi non-kafein.

Ketika ditanya, apakah Soeharto suka mengungkapkan keinginannya berjalan-jalan ke luar rumah, Sweden mengungkapkan, perintah itu kerap datang mendadak. Tiba-tiba saja Soeharto memintanya untuk membawanya ke luar rumah. "Karena saya tidak punya pengawal, kalau saya mau keluar (dengan Soeharto), saya lapor pada putra-putrinya, terutama Mbak Tutut (putri sulung Soeharto, Red)." Singkat cerita, ke mana pun Soeharto pergi, di situ harus ada Sweden.

Sweden mengungkapkan, jika atasannya itu ingin berjalan-jalan keluar rumah, ia harus mengusahakannya sendiri. "Tak ada protokoler, jadi saya harus usaha sendiri, sehingga aman di jalan."

Pria asal Bali yang mau mempelajari sedikit bahasa dan tatakrama Jawa ini berprinsip, apa pun tugas yang diberikan padanya, harus diupayakan dengan maksimal, walau pun kelihatannya mustahil. "Saya betul-betul ikhlas. Saya juga berterima kasih sekali kepada istri saya. Saya bisa menjaga sampai akhir hayat beliau. Kenapa? Istri saya tidak pernah mengeluh juga," tutur Sweden.

Menjelang Soeharto menghembuskan nafasnya yang terakhir, menurut Sweden, tak ada baginya. Namun, ada sebuah pesan yang disampaikan sang mantan presiden, yang sempat didengar oleh beberapa orang yang hadir di di kamar rawat Soeharto di RSPP, Jakarta. "Sekarang ini, semoga rakyat ini banyak dapat pekerjaan, dan semoga Indonesia jaya dan makmur. Amin!" ucap Sweden, menirukan ucapan atasannya.
lalu pak Harto pingsan danmenghembuskan nafas terakhir
semoga doa beliau mustajab, Amien