18.1.08

Paru-paru Soeharto masih terendam air

Jakarta, 18 Januari 2008 12:10
Tim Dokter Kepresidenan mengatakan, secara umum kondisi mantan presiden Soeharto pada Jum'at pagi (18/1) atau hari ke-15 dirawat di Rumah Sakit Umum Pertamina (RSPP), Jakarta, lebih buruk dibanding pada Kamis malam (17/1), dan paru-parunya masih "terendam" air.

"Kesimpulannya, secara umum pagi ini (Jum'at, 18/1) memburuk dibanding tadi malam tapi lebih baik dibanding kemarin pagi (Kamis pagi, 17/1)," kata Ketua Tim Kepresidenan dr Mardjo Soebiandono saat jumpa pers di RSPP Jakarta, Jum'at (18/1).

Jumpa pers tersebut dihadiri pula mantan menteri sekretaris negara Moerdiono.

"Kita juga didampingi Pak Moerdiono mewakili keluarga. Jadi apa yang kita paparkan dari keluarga mengetahui," kata Mardjo.

Tim Dokter Kepresidenan juga melihat bahwa paru-paru Soeharto masih terendam air.

"Paru-parunya terendam air, kadang banyak, kadang sedikit. Hal ini karena gangguan pada jantung," kata Hadiyanto.

Sementara itu, infeksi yang cukup berat yang mengakibatkan terjadinya perubahan sistemis, misalnya detak jantung menjadi cepat, napas menjadi cepat, ada organ rusak, masalah pasokan oksigen, asam laktat meninggi, dan bekuan darah pada darah tepi, mulai berkurang.

"Hal ini pada permulaan memang ada pada Pak Harto tapi sudah mulai banyak berkurang. Kriteria itu mulai menyempit mendekati infeksi biasa," kata Hadiyanto.

Sementara itu, pihak rumah sakit mengimbau kepada para wartawan yang meliput kondisi Soeharto untuk bekerja sama terkait dengan pelayanan rumah sakit tersebut.

"Pada rekan-rekan wartawan kita minta kerja sama supaya tidak mengganggu alur pasien," kata pejabat sementara Direktur Utama RSPP dr Djoko Sanjoto SpB.

Ia juga meminta para wartawan tidak merokok di rumah sakit sesuai dengan ketentuan Pemerintah Daerah. Selain itu juga meminta parkir mobil dan kendaraan bermotor ditata dengan baik.

Pada Jum'at pagi (18/1), puluhan wartawan cetak dan elektronik, dari dalam negeri dan luar negeri, masih bersiaga meliput kondisi Soeharto. [EL, Ant]

sumber:

Sphere: Related Content

No comments: