16.1.08

Pernyataan Sikap Aktivis 98: Tukarkan 117 Ribu Narapidana dengan Seorang Soeharto

JAKARTA, KCM - Perhimpunan Nasional Aktivis 98 (PENA 98) mengeluarkan pernyataan sikap terkait penanganan kasus hukum yang menjerat Mantan Presiden Soeharto. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional PENA 98, Adian Napitupulu mengatakan kejahatan Soeharto jauh lebih besar dibandingkan kejahatan ratusan ribu narapidana yang ditahan di lembaga pemasyarakatan saat ini.

"Kalau disuruh pilih bebaskan Soeharto, atau 117 ribu narapidana. Maka dengan senang hati kami akan memilih membebaskan 117 ribu narapidana. Kejahatan mereka tak sampai menyengsarakan ratusan juta rakyat Indonesia, tapi kejahatan Soeharto mengorbankan jutaan nyawa," kata Adian, dalam jumpa pers di salah satu cafe di kawasan Barito, Jakarta Selatan, Rabu (16/1) siang.

Oleh karena itu, lanjutnya, penyelesaian kasus Soeharto tetap harus di jalur pengadilan. "Yang diuntungkan Pemerintah sekarang, yaitu SBY-JK. Jadi kami tetap menginginkan diselesaikan di pengadilan resmi," lanjutnya.

Mengenai pemberitaan sakitnya Soeharto, menurut Adian, media telah membentuk opini dan mencitrakan Soeharto seolah-olah sosok yang harus disanjung-sanjung karena jasanya. "Media memberikan porsi yang sangat besar untuk berita sakitnya Soeharto. Coba investigasi, telusuri bagaimana dulu Pemerintah memperlakukan Proklamator kita, Soekarno. Dulu, Soekarno hanya dirawat oleh seorang dokter hewan, hubungan dengan keluarga dibatasi, dijadikan tahanan rumah. Tanpa Soeharto, Indonesia masih tetap ada, tapi tanpa Soekarno Indonesia tidak pernah ada".

Saat ini, PENA 98 tengah mengkonsolidasikan ribuan aktivis 98 yang dulu melakukan gerakan melengserkan Soeharto. Rencananya, mereka akan mengepung RSPP menuntut penuntasan kasus hukumnya. "Selesaikan sekarang atau tidak sama sekali," tegas Adian. (ING)
 
 

Sphere: Related Content

No comments: