16.1.08

Pernyataan Sikap Aktivis Keluarga Besar Universitas Indonesia 98

"Menolak Kembalinya ORBA melalui Sakitnya Soeharto"

Pernyataan Sikap Aktivis Keluarga Besar Universitas
Indonesia 98
(KB-UI 98)

Pemberitaan, eskalasi dan mobilisasi opini yang muncul
seputar krisis kesehatan Soeharto telah menjurus ke
arah yang membahayakan sendi-sendi demokrasi
Indonesia. Kami memandang fakta ini dengan
kekhawatiran, oleh karenanya kami menyampaikan
pandangan sebagai berikut:

Pertama, kami menilai bahwa segala upaya itu telah
secara sengaja mengarahkan publik untuk menerima,
memaafkan secara sukarela dan buta kesalahan-kesalahan
Soeharto semasa dia berkuasa. Selain itu, mobilisasi
itu juga telah menjungkirbalikan logika dan
menyederhanakan persoalan politik Soeharto menjadi
semata-mata persoalan dan simpati pribadi dengan
melupakan peran utamanya selaku mantan penguasa Orde
Baru yang telah memerintah secara otoriter lebih dari
tiga dasawarsa.

Kedua, kami menilai bahwa masalah sakitnya Soeharto
ini telah dimanfaatkan sedemikian rupa tidak hanya
untuk memobilisasi untuk memaafkan Soeharto, lebih
dari itu ia juga telah diarahkan untuk mencetak `cek
kosong' buat kroni-kroninya yang selama Soeharto
berkuasa ikut mengambil manfaat dalam penyalahgunaan
kekuasaannya.

Ketiga, yang sangat tidak sehat dari segala proses ini
adalah adanya upaya untuk`mencendanakan ' seluruh
kehidupan publik. Publik didorong untuk bersikap
senada dan seirama sebagaimana mantan para pembantu
dan orang sekitar Soeharto.

Dengan dasar pandangan di atas kami menyatakan sikap
sebagai berikut:

Pertama, dengan pengalaman 32 tahun Orde Baru
memerintah dan fakta sepuluh tahun reformasi ini, kami
mengajak setiap orang untu tidak melupakan dan terus
mengingat akibat-akibat kedikatatoran Soeharto dan
kroninya terhadap kehancuran kemanusiaan,
ketidakadilan dan keterbelakangan rakyat selama masa
berkuasanya.

Kedua, dengan mengenang seluruh pengalaman tragedi
itu, kami menolak berbagai upaya untuk menyatukan kami
dan seluruh rakyat Indonesia dalam satu kesatuan
politik dengan Soeharto dan kroni-kroninya. Kami dan
sebagian besar rakyat Indonesia tidak pernah merasa
berhutang apapun kepada Soeharto dan kroni-kroninya.

Ketiga, pada akhirnya kami mengimbau kepada
pemerintahan SBY untuk tetap berpegang pada amanat
reformasi, amanat yang menghantarkan dirinya dan
seluruh kepolitikan saat ini kepada kursi kekuasaanya
sekarang. Kami menuntut pemerintah untuk terus
melanjutkan upaya hukum untuk terus mengungkap
berbagai penyalahgunaan kekuasaan selama Soeharto dan
kroninya berkuasa.

Jakarta, 16 Januari 2008

Pendukung:

Abdul Qodir (FH-UI angkatan 96)
Atnike Nova (FISIP-UI angkatan 94)
Budi Arie Setiadi (FISIP-UI angkatan 90)
Daniel Hutagalung (F.Sastra-UI, angkatan 90)
Ikravany Hilman (FISIP-UI, angkatan 92)
Yostinus Tommy (FISIP-UI angkatan 94)
Bivitri Susanti (FH-UI angkatan 93)
Soekarman Dj. Soemarno (F Sastra UI angkatan 90)
Robertus Robet (FISIP-UI angkatan 91)
Emanuel Rahmat (F. Teknik angkatan 94)
Benediktus Dwi (F . Ekonomi angkatan 94)
Firliana Purwanti (F. Hukum-UI angkatan 96)
Samuel Gultom (FISIP-UI angkatan 93)
Hendrik Boli Tobi (FISIP-UI angkatan 91)
Donny Ardyanto (FISIP-UI angkatan 92)
Sahat K Panggabean (F.Sastra angkatan 95)
Satya Utama (FISIP-UI angkatan 94)
Arsil Usman (FH-UI 96)
Derry Irmantara (FISIP-UI 92)
Agus Mediarta (F.Satra angkatan 94)
Tito Sianipar (FISIP-UI angkatan 97)
FX. Supiarso (FISIP-UI angkatan 93)
Aria Perdana (F. Ekonomi UI angkatan 93)
Taufik Basari (F. Hukum angkatan 95)
Rieke Dyah Pitaloka (F.Sastra angkatan 94)
Nugroho Dewanto (FISIP-UI angkatan 89)
Suma Mihardja (F.Hukum-Ui angkatan 92)
Veronika Iswinahyu (FISIP-UI angkatan 97)
Alfani (F.Sastra angkatan 95)
Umar Idris (F.Sastra angkatan 97)
Iin Purwanti (F.Sastra angkatan 96)
Tony Doludea (F. Sastra angkatan 99)
Sugianto (F.Sastra angkatan 90)

Kontak Person:

Ikravany Hilman (telp 021-93370750)
Abdul Qodir (telp 021-98596212)

Sphere: Related Content

No comments: