11.1.08

Presiden Terus Pantau Kondisi Soeharto

 
----- Original Message -----
Sent: Saturday, January 12, 2008 12:06 PM
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Presiden Terus Pantau Kondisi Soeharto

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0801/12/utama/4160815.htm
=======================

Kuala Lumpur, Kompas - Kepulangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,
Sabtu (12/1) pukul 00.30 waktu Kuala Lumpur, Malaysia, sedang dibahas
bersama staf presiden yang menyertainya.

Demikian Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal lewat layanan
pesan singkat (SMS) kepada Kompas semalam.

Dari Kuala Lumpur juga dikabarkan, Presiden Yudhoyono, Jumat malam,
terus memantau situasi dan kondisi mantan Presiden Soeharto. "Setiap
saat Presiden mengikuti perkembangan Pak Harto yang masih terus
mendapat perawatan," demikian sumber Kompas di Kuala Lumpur, semalam.

Presiden, Jumat sekitar pukul 20.00 waktu setempat, sudah bersiap-siap
untuk kembali ke Indonesia. "Kalau Pak Harto meninggal, Presiden akan
mempercepat kepulangannya ke Tanah Air," kata sumber itu. Rencana
semula Presiden akan kembali ke Tanah Air pada Sabtu siang.

Akan tetapi, belum ada pernyataan resmi tentang rencana Presiden yang
sedang berkunjung ke Malaysia tersebut.

Dari Jakarta, sejumlah korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM)
semasa pemerintahan Orde Baru, yang tergabung dalam Jaringan
Solidaritas Keluarga Korban Pelanggaran HAM, Jumat, juga membesuk
Soeharto di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta. Atas nama
kemanusiaan, mereka menginginkan Soeharto segera sembuh dan mendesak
pemerintah melakukan proses hukum terhadap pelanggaran HAM yang
menjadi tanggung jawab Soeharto.

"Kemanusiaan mengajarkan kami untuk bersimpati kepada siapa pun yang
sakit, termasuk Soeharto," kata Evi Indriyani, anggota keluarga korban
pelanggaran HAM.

Meski tidak diberi kesempatan menjenguk Soeharto, para korban
pelanggaran HAM tetap mengirimkan karangan bunga dengan harapan mantan
presiden itu lekas sembuh. Mereka juga membentangkan poster di depan
lobi RSPP dengan tuntutan tunggal untuk mengadili Soeharto.

Di Ende, Nusa Tenggara Timur, mantan Ketua DPR Akbar Tandjung
mengatakan, kasus hukum yang melibatkan Soeharto tetap harus diusut,
terutama yang terkait kasus perdata. Ini dengan harapan kerugian
negara yang ditimbulkan dapat dikembalikan kepada negara.

Sebaliknya, advokat Adnan Buyung Nasution menilai Soeharto bisa saja
diadili secara in absentia. Ini untuk memenuhi rasa keadilan.

Pertemuan dengan Badawi

Kemarin Presiden Yudhoyono dan Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad
Badawi mengadakan pertemuan Konsultasi Tahunan Indonesia-Malaysia di
Kuala Lumpur.

Pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat membentuk tim yang mencakup
tokoh terkemuka atau eminent person group (EPG) yang terdiri atas
pakar, generasi muda, tokoh masyarakat, ulama, budayawan, tokoh
wanita, dan cendekiawan guna menciptakan saling pemahaman dan
pengertian kedua negara.

"EPG bertugas dan bertanggung jawab memberi arahan, kebijakan bagi
pemimpin kedua negara mengenai upaya-upaya peningkatan hubungan
bilateral di masa datang," kata Presiden Yudhoyono pada konferensi
pers bersama PM Badawi.

Menurut Presiden, sekalipun kedua negara bertetangga, serumpun, dan
sama-sama berpenduduk mayoritas Muslim, tidak bisa dimungkiri hubungan
kedua negara bisa mengalami pasang surut sehingga harus tetap dijaga
dan dipelihara.

Pembentukan EPG ini merupakan salah satu usulan Indonesia sebagai
strategic goals (tujuan strategis) dalam meningkatkan hubungan kerja
sama di segala bidang, seperti mengatasi masalah ketenagakerjaan,
pembalakan liar, kebudayaan, dan masalah perbatasan, yang dibawa
melalui perundingan untuk dicarikan jalan keluarnya.

PM Badawi menyambut baik usulan pembentukan EPG sehingga dapat
ditemukan cara terbaik menyelesaikan suatu masalah yang dihadapi kedua
negara. "Masing-masing negara akan menempatkan tujuh tokoh di EPG yang
mewakili bidang masing-masing," kata Badawi.

Sementara Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik menjelaskan,
usulan pembentukan EPG semula hanya untuk membahas masalah saling
klaim kesenian yang sempat meruncing antardua negara.

"Namun, program pembentukan EPG diterima kedua delegasi dan pemimpin
negara untuk dijadikan sebagai terobosan mengatasi berbagai friksi di
seluruh bidang," kata Jero.

Presiden Yudhoyono didampingi antara lain Menko Polhukam Widodo AS,
Menlu Hassan Wirajuda, Menperdag Mari E Pangestu, Menteri Kehutanan MS
Kaban, Mennakertrans Erman Suparno, Panglima TNI Jenderal Djoko
Santoso, Kepala Polri Jenderal (Pol) Sutanto, dan Kepala BKPM Ahmad Lutfi.

Menurut Yudhoyono, dalam enam bulan terakhir hubungan diplomatik
bilateral RI-Malaysia menghadapi tantangan yang jika kurang ditangani
serius akan menimbulkan situasi yang kurang kondusif bagi peningkatan
hubungan kerja sama bilateral. (INU/MZW/JOS/HAR/ ART/SEM/ANT)

__._,_.___
=====================================================
Pojok Milis Komunitas FPK:

1.Milis komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS
2.Topik bahasan disarankan bersumber dari KOMPAS dan KOMPAS On-Line (KCM)
3.Moderator berhak mengedit/menolak E-mail sebelum diteruskan ke anggota
4.Kontak moderator E-mail: agushamonangan@yahoo.co.id
5.Untuk bergabung: Forum-Pembaca-Kompas-subscribe@yahoogroups.com

KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
Recent Activity
Visit Your Group
Y! Messenger

Quick file sharing

Send up to 1GB of

files in an IM.

New web site?

Drive traffic now.

Get your business

on Yahoo! search.

Improvement Zone

on Yahoo! Groups

Find groups about

New Year's goals.

.

__,_._,___


No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.19.1/1220 - Release Date: 11/01/2008 18:09

Sphere: Related Content

No comments: