15.1.08

Prihatin kepada Pak Harto, beberapa acara ditunda

Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla mengakui pemerintah prihatin dengan kondisi kesehatan mantan Presiden Soeharto. Oleh karena itu, rapat evaluasi di sejumlah departemen yang pekan lalu intens dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Kalla
tampak terhenti.

Ditanya soal ini di kantornya di Jakarta, Senin (14/1), Wapres mengatakan, "Ya, sebenarnya (kunjungan dan paparan) harus segera jalan lagi. Ini, semua, karena kita prihatin dengan Pak Harto yang kondisinya tiba-tiba saja.... Namun, itu akan segera berjalan lagi."

Meski agenda kerja dikosongkan, Wapres Kalla mengakui, ia tetap bekerja dan masuk ke kantor serta memberikan instruksi kepada Menko Perekonomian Boediono, Menteri Pertanian Anton Apriyantono dan Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar untuk membahas melonjaknya harga kacang kedelai.

Selain itu, kemarin pagi Wapres sempat mengadakan pertemuan dengan para fungsionaris Partai Golkar di kediamannya.

Keprihatinan terhadap Pak Harto bukan hanya melingkupi Wapres dan keluarga besar Jalan Cendana, Jakarta. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, setidaknya dalam tiga hari terakhir, tidak bisa melewatkan konsentrasinya ke Pak Harto.

Ditunda

Sejumlah agenda Presiden dan Wapres yang sudah direncanakan dibatalkan atau ditunda.

Presiden Yudhoyono membatalkan beberapa agenda kunjungannya di Malaysia dan memilih mempercepat kepulangannya ke Tanah Air, Sabtu lalu. Wapres membatalkan rencana kunjungan kerjanya ke Riau pada hari yang sama. Padahal rombongan wartawan yang menyertai kunjungan itu telah diberangkatkan ke Riau. Mereka terpaksa pulang setelah menginap semalam di sana.

Sekembali dari Malaysia, sambil memantau kondisi kesehatan Soeharto, Presiden bersama sejumlah pembantunya menggelar rapat dan menyampaikan pernyataan tentang Soeharto di kediaman pribadi Presiden Yudhoyono di Puri Cikeas Indah, Bogor, Jawa Barat.

Sebetulnya, rapat sebelumnya sudah direncanakan di Halim Perdanakusuma. Namun, rapat ini dibatalkan dan dipindah ke Cikeas.

Hari Minggu Presiden dan Wapres terus memantau dan melalui bantuan teknologi mendengarkan laporan tim dokter kepresidenan mengenai perkembangan kondisi kesehatan Soeharto. Kedua pemimpin berada di kediaman masing-masing. Presiden di Cikeas dan Wapres di Menteng.

Kondisi kesehatan Soeharto yang berusia 86 tahun itu membuat Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Myanmar sepakat menunda kunjungan Wakil Perdana Menteri Myanmar Thein Sein, 14-15 Januari 2008. Menurut Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal, penundaan kunjungan yang sudah lama direncanakan ini dilakukan mengingat situasi psikologis di
Indonesia terkait dengan kondisi kesehatan Soeharto.

Senin (14/1) Presiden dan Wapres berkantor di istana masing-masing, tetapi semua acara dilakukan secara internal tertutup bagi media massa. "Besok (Selasa) acara Presiden berlangsung seperti biasa," ujarnya.

Namun, perhatian tetap ditujukan kepada kondisi kesehatan Soeharto. "Presiden tetap mendapat laporan secara berkala dari tim dokter kepresidenan," ujar Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng.

Dalam keadaan seperti ini, Senin kemarin para pembuat tahu dan tempe berunjuk rasa di depan Istana Merdeka. Mereka meneriakkan nasib nestapa mereka karena harga kedelai yang menggila. (INU/har)



Sphere: Related Content

No comments: