12.1.08

Relakan Pak Harto

 
----- Original Message -----
From: Sunny
Sent: Sunday, January 13, 2008 5:29 AM
Subject: [zamanku] Relakan Pak Harto

 
Sabtu, 12 Jan 2008,

 
Relakan Pak Harto

LAMBAIAN PERPISAHAN: Pak Harto melambai kepada wartawan saat pulang dari perawatan di RSPP sebelum sakit yang sekarang ini.

JAKARTA - Kondisi kesehatan mantan Presiden Soeharto tadi malam (12/1) memasuki titik paling kritis. Ini adalah saat-saat paling mengkhawatirkan selama delapan hari dirawat intensif di RS Pusat Pertamina. Begitu gawatnya, tim dokter yang merawatnya sempat memberikan keterangan lewat selembar kertas yang menjelaskan terjadinya kegawatan pada pukul 17.00.

Dalam situasi kritis itu, seluruh putra-putri penguasa Orde Baru tersebut berkumpul di lantai V, tempat Soeharto dirawat. Biasanya, para anak Soeharto datang bergantian, tapi tadi malam mereka semua berkumpul. Probosutedjo yang masih dalam status terpidana di Lapas Sukamiskin, Bandung, pun ikut hadir.

Sudwikatmono, salah satu kerabat dekat Soeharto, menceritakan semua anak Soeharto sudah hadir. "Keluarga sudah kumpul semua. Semua pada nangis," ujar pengusaha yang berjaya di era Orba itu.

Menurut sumber, yang selalu mendampingi Pak Harto di kamar 536 hanya Mbak Tutut. Semua keluarga yang lain hanya keluar masuk untuk melihat kondisi ayahnya.

Suasana tegang saat Wakil Presiden Jusuf Kalla dan istri muncul pukul 19.53. Ini adalah kedatangan kali kedua petinggi negara itu untuk menjenguk Soeharto. Kalla tidak bicara satu kata pun dengan wartawan. Dari raut mukanya terlihat begitu serius. Turun dari mobil langsung menuju lantai V.

Kedatangan Kalla secara mendadak dan lengkapnya kehadiran putra-putri Cendana itu sempat memunculkan berbagai spekulasi di kalangan wartawan yang memadati lobi dan RSPP. Beberapa kabar yang tak jelas sumbernya menyebut Soeharto meninggal dunia. Berbagai SMS pun beredar mulai dari yang menyebutkan dalam kondisi kritis hingga meninggal dunia berseliweran.

Spekulasi itu baru berhenti setelah tim dokter yang dipimpin dr Mardjo Soebandono SpB pada pukul 20.15 menjelaskan bahwa kondisi Soeharto dibantu alat pernapasan. (Lihat grafis dan baca Ventilator Upaya Terakhir).

"Pukul 17.00 tadi (kemarin, Red) terjadi kegawatan. Kesadaran menurun. Pernapasannya memburuk, cepat, dan dangkal," ujar Ketua Tim Dokter Kepresidenan Mardjo Soebiandono. Dia menyebutkan, tekanan darah Soeharto menurun hingga 90/45 mm Hg.

Atas kondisi tersebut, lanjut Mardjo, tim dokter mengambil tindakan dengan memasang ventilator untuk mengatur pernapasan Soeharto. Selain itu, diberikan obat-obat untuk mengatasi kondisi kegawatan tersebut. "Seluruh alat bantu dilepas, kecuali alat bantu pernapasan," ujarnya.

Mardjo menjelaskan, kondisi kegawatan tersebut merupakan akibat kegagalan multiorgan dalam tubuh Soeharto. Yakni, jantung, otak, ginjal, dan paru-paru. "Sekarang kami tidurkan sama sekali dengan mengatur pernapasan agar bisa kembali normal," paparnya. Dokter membantah Soeharto dalam kondisi koma. "Bukan koma. Kami tidurkan," imbuhnya.

Seberapa efektif kerja ventilator yang dipasang? Mardjo tidak menjawab tegas. "Pokoknya, kami buat supaya normal," katanya. Apakah bisa bertahan dalam waktu lama? Mardjo menjawab, "Insya Allah. Kami akan maksimal. Tuhan yang mengatur."

Sementara Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Muhammad Nuh menyatakan saat ini kondisi Soeharto sepenuhnya berada di tangan para dokter.Meskipun sedang melakukan kunjungan kerja ke Riau, M Nuh mengatakan dirinya selalu memantau perkembangan kesehatan Soeharto dari laporan yang diterimanya dari RSPP. "Info yang saya dapat tidak berbeda dengan yang diterima media, semua alat bantu, kecuali alat bantu pernafasan, sudah dilepas dari Pak Harto. Tim dokter juga sudah meminta agar seluruh keluarga rela dengan apa yang akan terjadi," katanya.


Cendana Ditutup

Suasana berbeda terlihat di kediaman Soeharto di Jl Cendana tadi malam. Sekitar pukul 20.00, sebuah kendaraan pickup tampak menurunkan sejumlah kursi. Setidaknya tiga kali mobil pickup itu bolak-balik.

Setelah diturunkan, beberapa orang langsung membawa kursi-kursi tersebut ke belakang rumah melewati jalan samping. Suasana di halaman depan rumah di Jl Cendana itu masih tampak seperti biasanya. Namun tak berapa lama, petugas keamanan mulai berdatangan. Mereka adalah gabungan dari Polres Jakarta Pusat dan Polsek Menteng.

Wakapolres Jakarta Pusat, Herri Wibowo mengaku belum mendapat informasi tentang keadaan terakhir Soeharto. Namun pihaknya berinisiatif untuk datang ke kediaman di Jl Cendana atas dasar ketertiban umum. Sebab, di tempat tersebut telah berkumpul puluhan wartawan. "Kita siapkan satu peleton termasuk Polantas, hanya untuk berjaga-jaga supaya tidak ada keributan," ujarnya.

Para wartawan tadi malam dilarang masuk ke halaman rumah Soeharto, sehingga mereka hanya hanya bisa berdiri dan duduk-duduk di luar pagar. Sekitar pukul 21.30 tadi malam, petugas keamanan berangsur-angsur membersihkan Jl Cendana dari mobil-mobil yang parkir. Kendaraan para wartawan pun hanya bisa diparkir di ujung jalan.

Sekitar pukul 22.30 WIB, aktivitas di rumah Soeharto mulai kelihatan ramai. Dari pantauan di depan rumah, sekitar tiga orang terlihat mengusung karpet-karpet dari samping menuju ke belakang rumah. Setidaknya sembilan gulung karpet dibawa ke belakang. Sementara, di depan rumah, beberapa petugas keamanan yang mulai bergabung nampak berbincang-bincang.

Tak lama berselang, seseorang berjubah putih, bernama Habib Husein bin Syeh Abubakar, yang mengaku sebagai pimpinan Pondok Pesantren Alquran Al Fakhriyah, Lenteng Agung, Depok datang ke rumah Soeharto. Begitu turun dari mobil sedan, wajahnya terlihat tegang. Tampaknya, penjaga rumah Soeharto sudah hapal, sehingga sang habib langsung diperbolehkan masuk.

Soal kedekatannya dengan Soeharto, Habib Husein mengaku hanya tidak begitu dekat.. Ketika ditanya soal maksud kedatangannya, dia hanya menjawab hanya ingin mendoakan Soeharto. Kalau hanya itu, mengapa tidak dari rumah saja? Sang Habib menjawab, tidak ada salahnya datang langsung ke rumah Soeharto. Apakah kedatangannya karena diapanggil anggota keluarga Soeharto? Dia menjawab tidak. "Saya merasa ada panggilan hati," jelasnya
(fal/bay/gen/wir/tof/kum

__._,_.___

Ingin bergabung di zamanku? Kirim email kosong ke: zamanku-subscribe@yahoogroups.com

Klik: http://zamanku.blogspot.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___


No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.19.2/1221 - Release Date: 12/01/2008 14:04

Sphere: Related Content

No comments: