17.1.08

Roy Suryo: Supersemar yang Beredar Itu Palsu

Jakarta - Lambat laun misteri keabsahan naskah Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) yang beredar selama ini terkuak seiring masa waktu. Ahli telematika Indonesia Roy Suryo beryakinan bahwa naskah Supersemar yang beredar selama ini adalah palsu. "Saya mengatakan, naskah yang beredar itu palsu," ujarnya kepada wartawan usai menghadiri Malam Penghargaan People of the Year 2007 Koran Sindo, Jakarta, Rabu (16/01/2008).

Penjelasannya, kedua naskah diperbandingkan, dapat dilihat bentuk tanda tangan Presiden Soekarno, tata cara/justifikasi penulisan, rata kiri dan kanan pun berbeda, jarak antara penulisan Jakarta berbeda serta letak logo naskah (A) dan (B) pun berbeda. Sehingga, Roy berani memastikan, naskah yang beredar palsu. "Tidak usah dipertanyakan lagi, sudah jelas," tegasnya.

Saat ini, pidato kenegaraan terakhir Presiden Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1966 yang sempat ter-shoot dalam film selluloid milik Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) mengatakan, arti Supersemar sebenarnya bukan pengalihan kekuasaan melainkan untuk pengalihan pengamanan atau perintah pengamanan jalannya pemerintahan antara Presiden Soekarno dengan Soeharto pada tahun 1966.

Film selluoid asli milik ANRI juga merekam kejadian bersejarah saat ketiga pejabat militer pembawa Supersemar yaitu Brigjen Amir Machmud, Mayjen Basuki Rachmat dan Brigjen M Yusuf pulang dari Istana Bogor dengan membawa sebuah naskah yang juga terdokumentasikan sekilas. "Saya berani mengatakan, awalnya dari sini, entah darimana naskah itu kemudian beredar menjadi beberapa naskah," jelas Roy. (fit)

Kamis, 17 Januari 2008 - 07:34 wib
Aries Setiawan - Okezone

http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/01/17/1/75874/roy-suryo-supersemar-yang-beredar-itu-palsu


Sphere: Related Content

No comments: