16.1.08

Roy Suryo: Supersemar yang Beredar Palsu

Jakarta, 17 Januari 2008 11:20
Pengamat multimedia dan pakar telematika, Roy Suryo berkeyakinan bahwa
naskah Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) yang beredar selama ini
adalah palsu.

"Saya mengatakan, naskah yang beredar itu palsu," kata Roy, Jakarta,
Rabu malam (16/1).

Dalam kesempatan itu, Roy bahkan membagikan selebaran yang berisi empat
buah versi Supersemar yang diberi tanda huruf A,B,C,dan D. Roy kemudian
menunjuk perbedaan Supersemar yang menurut dia palsu dan asli.

Dari selebaran tersebut, memang ada perbedaan terutama pada bentuk tanda
tangan Presiden Soekarno, tata cara atau justifikasi penulisan spasi,
rata kanan-kiri, jarak penulisan antar-huruf pada kata Jakarta di akhir
surat, serta adanya logo pada kepala surat. "Naskah supersemar A,B,dan C
sumbernya tidak jelas dan tidak bisa dipertanggungjawabk

an. Sedangkan
naskah yang D, ada dalam film selluloid asli yang dimiliki oleh Arsip
Nasional Republik Indonesia (ANRI)," papar Roy.

Film selluoid asli milik ANRI juga merekam kejadian bersejarah saat
ketiga pejabat militer pembawa Supersemar yaitu Brigjen Amir Machmud,
Mayjen Basuki Rachmat, dan Brigjen M Yusuf, pulang dari Istana Bogor
dengan membawa sebuah naskah kepada Presiden Soekarno.

"Awalnya dari sini, entah bagaimana kemudian bisa beredar beberapa
naskah," katanya.

Oleh karena itu, Roy menegaskan, tidak perlu dipertanyakan lagi bahwa
yang asli surat yang ada filmnya yang ada pada ketiga jenderal dan itu
ada adalah naskah yang D.

Saat pidato kenegaraan terakhir Presiden Soekarno pada tanggal 17
Agustus 1966, tambah Roy, juga jelas disebutkan bahwa supersemar
sebenarnya bukan pengalihan kekuasaan, melainkan pengalihan pengamanan.

Perintah pengamanan jalannya pemerintahan, dan perintah pengamanan
keselamatan Presiden Soekarno. "Saya berani menyimpulkan, karena yang
lain-lain tidak pernah jelas sumbernya. Tapi, kalau yang D jelas saat
surat itu terbit," katanya.

Roy menambahkan, dirinya bukan orang yang pertama meragukan kebenaran
supersemar yang beredar. Karena itu, menurutnya, perlu dimulai dari
sekarang untuk meneliti dan melakukan verifikasi lebih lanjut oleh
sejarawan dan para pakar lainnya. [EL, Ant]





http://www.gatra.com/artikel.php?id=111334


Sphere: Related Content

1 comment:

Kojek said...

KRMT RS,

Nggak kapok-kapok aja bikin sensasi...
Ck...ck...ck...