14.1.08

SBY Mengaku Pecinta Tahu-Tempe

Tribun Kaltim.

     
Senin, 14-01-2008 | 21:37:18  

      SOAL rasa memang tidak pernah mengenal kasta dan tahta. Tahu-
tempe yang dijual per potong hanya ratusan rupiah ini, dan banyak
dijadikan makanan lauk pauk pokok masyarakat kecil Indonesia,
ternyata diam-diam digilai Presiden RI, yakni Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono.

      "Presiden Yudhoyono ini pencinta tempe dan tahu. Beliau setia
sejak dahulu," kata Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng usai
melakukan pertemuan tertutup dengan perwakilan pengrajin tahu tempe
yang berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Senin (14/1).

      Bentuk kecintaan SBY terhadap tahu tempe, memang tidak
diwujudkan dalam pertunjukan di meja makan. Presiden Yudhoyono
memilih bentuk kecintaan terhadap tahu tempe dalam pertunjukan yang
lain. Saat terjadi demo besar-besaran pengrajin tahu tempe di depan
Istana Kepresidenan, Jakarta, karena tengah terancam gulung tikar
lantaran harga kedelai (sebagai bahan baku tahu-tempe) melonjak naik
akibat kelangkaan produksi kedelai di negara produsen, Presiden
Yudhoyono dengan sigap memberi instruksi kepada Menteri Perdagangan
Mari Elka Pangestu dan Menteri Pertanian Anton Apriantono serta Juru
Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng untuk menerima perwakilan
pengunjuk rasa.

      Dalam pengamatan Persda Network, sikap Presiden Yudhoyono
berupa instruksi tersebut bukan bualan belaka. Mendag dan Mentan
yang didampingi Jubir Kepresidenan, terlihat di gedung Bina Graha
dengan serius mendengarkan keluhan sekitar tujuh orang perwakilan
pengrajin tahu tempe yang berunjuk rasa di depan Istana Merdeka.

      "Kedua menteri ini diinstruksikan langsung oleh presiden untuk
bertemu dengan kawan-kawan (perwakilan pengunjuk rasa) ini sehingga
bisa menjelaskan beberapa hal yang menjadi aspirasi kawan-kawan,"
tukas Andi ketika memberikan keterangan pers bersama perwakilan
pengrajin tahu-tempe.

      Lebih lanjut Andi menyebut, pertemuan tak hanya berhenti di
gedung Bina Graha, Mendag Mari Elka Pangestu dan Mentan Anton
Apriantono juga akan merapat kembali ke kantor Menko Perekonomian
untuk membahas permasalahan harga kedelai yang hampir ratusan
pengrajin tahu tempe gulung tikar.

      Terlepas dari sikap pemerintah tersebut, tahu dan tempe
Indonesia memang tersedia dalam berbagai versi dan rasa. Mau pilih
tahu Bandung yang berwarna kuning, tahu Cina yang halus, atau tahu
Sumedang yang kulitnya tebal, semua tersedia di berbagai pengrajin
tahu di tanah air.

      Lalu bagaimana dengan tempe. Soal tempe juga tidak kalah
hebat. Tersedia mulai dari tempe bungkus kecil-kecil, tempe mendoan
yang khas Banyumas, hingga tempe bungkus plastik ukuran besar, tempe
masih menjadi primadona masyarakat Indonesia. Selain enak, harga
kedua makanan ini murah. Harga tak bakal sampai Rp 400 per potong.
Tahu Cina ukuran besar yang tak habis dimakan sendiri misalnya, cuma
Rp 225 di pabrik. Tahu Sumedang atau tahu sayur, cuma Rp 30 per
potong.

      Begitu pun dengan tempe besar yang cukup untuk makan warga
satu RT, harganya cuma Rp 2.000 per potong. Oncom yang dibuat dari
ampas tahu dan berwarna merah jamur, harganya lebih murah lagi, cuma
Rp 500 per potong ukuran raksasa sekitar 20 x 40 sentimeter.

Sphere: Related Content

No comments: