11.1.08

Soeharto dan "kurangnya" kesadaran ideologis"

Jika Soeharto meninggal hari ini, akan sangat menarik melihat pemberitaan media tentangnya. Bagaimana media akan menempatkan Soeharto dalam konteks sejarah Indonesia kontemporer.

Apakah ia akan lebih dipandang dalam frame "positif" (pahlawan, pejuang kemerdekaan, bapak pembangunan, bapak yang sayang keluarga, dan sebagainya), atau dalam frame "negative" (koruptor kakap, diktator, pelanggar HAM kelas berat, nepotisme, dan seterusnya). Atau media mencoba bersikap proporsional?

Apakah dalam liputan itu, media lebih mengedepankan pendekatan "elitis" (dari sudut pandang kepentingan elite politik, elite ekonomi, dan elite militer)? Atau, pendekatan "populis" (dari sudut kepentingan rakyat kecil, korban-korban pelanggaran HAM, warga yang tersisih dan tertindas selama pemerintahan Orde Baru, dan sebagainya).

Frame dan cara pendekatan itu bisa kita baca dari pilihan topik, judul, dan lead yang digunakan, dan narasumber-narasumber yang dipilih. Kita sudah tahu, siapa saja figure atau tokoh yang selama ini jadi loyalis Soeharto. Siapa pula yang terang-terangan jadi musuh-musuh Soeharto. Dan, ada pula yang mencoba menempatkan diri di tengah.

Sejumlah media patut dicermati pemberitaannya, karena kedekatan dari figur pemilik media tersebut terhadap Soeharto dan keluarganya. Atau di media-media yang masih ada saham keluarga (anak-anak) Soeharto di dalamnya. Kepemilikan modal jelas bisa mempengaruhi kebijakan redaksional media.

Yang saya sesalkan, banyak wartawan muda sekarang yang kurang punya "kesadaran ideologis." Mereka pintar secara akademis, karena lulusan universitas ternama, tetapi "polos" dan "lugu" secara politis. Tanpa disadari, mereka jadi mudah "disetir" dan "dikendalikan" untuk membawakan isu-isu, yang sarat kepentingan tertentu.

Masalah Soeharto dan keluarganya adalah salah satu topik yang sarat kepentingan. Cara pemberitaan media kini menjadi salah satu ukuran, sampai seberapa jauh daya kritis dan PEMIHAKAN para wartawan kita. Mudah-mudahan, pandangan bahwa wartawan sekarang banyak yang "kurang punya kesadaran ideologis" itu cuma kesan saya saja. Mudah-mudahan… ***


 
Satrio Arismunandar
Producer "Jika Aku Menjadi" (tayang tiap Minggu, pukul 18.00 WIB) -
News Division, Trans TV, Lantai 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4026,  Fax: 79184558, 79184627
 
 
"Berhasil tidak dipuji, gagal dicaci maki, hilang tidak dicari, mati tidak diakui...."
 
 

Sphere: Related Content

No comments: