16.1.08

Soeharto, Dari Desa ke Desa Hingga Klompencapir

Umi Kalsum - detikcom
Jakarta - Meski pernah menganggap Soeharto sebagai musuhnya, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur mengakui Pak Harto sebagai mantan Presiden RI yang paling memiliki konsep dalam pembangunan Indonesia.

Tidak aneh jika Soeharto yang kini terbaring kritis mendapat julukan sebagai Bapak Pembangunan.

Di masa kepemimpinannya, Pak Harto selalu membuat program jangka pendek pembangunan yang harus dicapai dalam konsep Repelita-nya atau Rencana Pembangunan Lima Tahun. Tidak hanya itu, program tinggal landas pun dicanangkan.

Dari keseluruhan konsep pembangunan Indonesia yang mengarah pada industrialisasi, Soeharto juga sangat konsern dengan pembangunan di pedesaan. Di era 80-an, tayangan televisi yang masih dimonopoli TVRI kerap menyiarkan berita perjalanan Soeharto ke berbagai pelosok negeri.
Tidak hanya pemberitaan, untuk mensukseskan pembangunan pedesaan, tayangan khusus pun dibuat, mulai Dari Desa ke Desa hingga Klompencapir atau Kelompok Pendengar, Pembaca dan Pemirsa.

Dalam acara Dari Desa ke Desa, biasanya Pak Harto berkunjung ke sebuah daerah. Dia ingin menyentuh langsung sendi kehidupan masyarakat desa. Di tempat yang dituju itu biasanya akan digelar pertemuan antara Presiden dengan perangkat desa dan petani.

Meski terkesan diatur dan pertanyaan yang akan diajukan sudah ditentukan, dalam pertemuan itu terjadinya dialog antara mantan orang nomor satu di republik ini dengan wong cilik.

'Warisan' Pak Harto lainnya yang masih diingat adalah Klompencapir. Tayangan ini menampilkan petani-petani berprestasi dari berbagai daerah. Mereka diadu kepintarannya dan pengetahuannya seputar pertanian, antara lain soal cara bertanam yang baik dan pengetahuan tentang pupuk. Modelnya mirip cerdas cermat.

Tidak lupa juga diperagakan cara bertanam yang benar. Lucu dan informatif. Di tengah minimnya berita hiburan saat itu, tayangan ini cukup menghibur.

Keberhasilan Klompencapir saat itu membuat salah satu menteri Presiden SBY, Sofyan Djalil --saat masih menjadi menteri Komunikasi dan Informasi-- meliriknya.

Sofyan berniat menghidupkan kembali Klompencapir lewat Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Dengan KIM ini, Sofyan berharap masyarakat aktif dalam mencari dan mengolah informasi untuk kepentingan mereka sendiri.

Sofyan beranggapan tidak semua program yang diterapkan di masa Orba jelek.

Program wong cilik itu memang terbukti manjur. Di masa itu Indonesia sempat mencapai swasembada pangan dan mendapatkan penghargaan dari FAO tahun 1984. Namun banyak juga yang menuduh hal itu sebagai keberhasilan semu.
( umi / nrl )

Sphere: Related Content

No comments: