10.1.08

Soeharto Masih Labil

Bangka Pos.

                        Soeharto Masih Labil

                        edisi: Jum'at, 11 Januari 2008

                        KESEHATAN mantan Presiden Soeharto belum
menunjukkan perbaikan pada hari ketujuh perawatan di RSPP. Tim
dokter kepresidenan dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis
(10/1) pagi mengatakan kondisi fisik Soeharto masih lemah.

                        "Kondisi fisik beliau masih labil, dengan
pernafasan yang belum sepenuhnya baik, disertai keluhan sesak
nafas," kata Dr Mardjo Soebiandono, Ketua Tim Dokter Kepresidenan di
Jakarta.

                        Meski begitu, Mardjo menyebut bahwa
kesadaran Soeharto hingga pagi hari kemarin masih baik. Tekanan
darahnya berkisar 110-120/50 mm Hg. Kabar baik lainnya, lanjut
dokter, adalah meningkatnya kadar Haemoglobin (HB-darah merah) dalam
tubuh Soeharto. Upaya tim dokter melakukan tranfusi darah sejak
kemarin membuahkan hasil.

                        "Kadar Hb pagi ini naik menjadi 10,6 gram
persen. Ini tercapai setelah tranfusi darah sebanyak tiga labu sejak
kemarin," jelas Mardjo.

                        Sehari sebelumnya, kadar Hb Soeharto hanya
7,9 gram persen setelah sehari sebelumnya hanya sebesar 7,6 gram
persen. Dan jumlah kadar Hb 10,6 gram itu berarti sudah memenuhi
syarat untuk pemasangan CRT (alat pacu jantung). Namun, dokter
spesialis jantung dan ginjal tim dokter kepresidenan, Dr Djoko
Rahardjo menuturkan bahwa CRT belum bisa dipasang. Penyebabnya
adalah kondisi keseluruhan Soeharto yang masih labil dan lemah.
Faktor lainnya adalah foto paru-paru memperlihatkan penumpukan
cairan yang bertambah.

                        "Hb memang stabil. Tapi kondisi umum pak
Harto tidak stabil. Untuk bisa memasang CRT itu harus memenuhi
beberapa syarat. Selain Hb, banyaknya cairan di tubuh, juga kondisi 
jantung. Dan sampai saat ini belum tercapai kondisi yang memuaskan,"
ujar Djoko.

                        Sepanjang hari ketujuh perawatan ini, tim
dokter akan fokus pada  memperbaiki kondisi paru-paru, memperbaiki
keseimbangan cairan dengan target mengurangi cairan sebanyak 180 cc
per jam. Juga etap menjaga kadar HB agar tetap diangka 10 gram
persen.

                        "Jantung yang paling berat. Jantung kiri
mengalami pembengkakan, sedangkan yang kanan masih lemah," kata
Djoko.

Sphere: Related Content

No comments: