11.1.08

Soeharto sakit, rakyat biasa saja

Oleh: Yanti Mirdayanti
 
 
Saya perhatikan, sejak seminggu saya berada di tanah
air, masyarakat Indonesia tidak begitu ramai
membicarakan soal Soeharto di Rumah Sakit.

Teman-teman, saudara, maupun tetangga yang sempat saya
temui, di setiap pembicaraan dengan saya tak pernah
menyingung tentang Soeharto sakit. Padahal di koran
dan tv soal ini ramai diliput.

Selama ini saya belum sempat menonton tv, lupa terus!
Jadi, berita tentang Seharto hanya saya dapatkan dari
koran-koran.

Mungkin saat ini bagi kebanyakan rakyat Indonesia,
soal Soeharto sakit di RS tak begitu menarik untuk
dibicarakan. Atau mungkin karena umumnya saya
berinteraksi dengan rakyat biasa, bukan dengan para
pejabat.

Tapi saya kira, kalau umpamanya muncul berita
kematian, maka suasana akan lain dan tema pembicaraan
di kalangan rakyat biasa pun akan lebih ramai.

Tapi hari Jumat ini agak sedikit lain: begitu saya
sampai rumah dari acara jalan-jalan di toko buku
Gramedia, kakak dan suaminya seperti dikomando
langsung menyambut saya dengan kalimat: 'Tadi di
berita tv kondisi Pak Soeharto diberitakan parah.'

Sayangnya saya datang agak larut malam, sudah tak ada
berita lagi di tv.

Jadi, kesimpulan sementara saya, masyarakat umum
Indonesia akan mulai menaruh perhatian ke soal
Soeharto sakit, jika dua hal terjadi: Kondisi sakit
yang sudah parah sekali dan berita meninggal dunia.

Oh ya, orang-orang yang kebetulan berinteraksi dengan
saya hampir semuanya mengeluhkan soal semakin beratnya
beban hidup. Penghasilan bulanan kakak-kakak saya yang
pegawai negeri misalnya tidak pernah cukup untuk
memenuhi kehidupan sehari-hari untuk sebulan penuh.
Sebelum setengah bulan perjalanan, uang gaji sudah
tekor!

Memang harga-harga d Indonesia cukup mahal untuk
ukuran penghasilan rakyat biasa dan pegawai negeri
secara umum. Harga uang rupiah tak begitu memiliki
nilai. Sejuta rupiah sekarang untuk saya pribadi
nilainya seperti seratus ribu atau dua ratus ribu
rupiah ketika saya mengunjungi Indonesia tiga tahun
lalu. Atau mungkin ini perasaan saya saja.

Makanya, saya pikir, rakyat bawah Indonesia mana ada
waktu dan minat untuk memperhatikan masalah Soeharto
sakit. Untuk survive sehari-hari saja sudah cukup
merepotkan!

(Jabar, Jan. 2007)
 
 

Sphere: Related Content

No comments: