6.1.08

Soeharto sudah bisa buang air kecil

Bangka Pos.

Tidak lepas dari adanya alat bantu yang ditanamkan dalam tubuh.

                        Sudah Bisa Buang Air Kecil

                        edisi: Senin, 07 Januari 2008

                        TIM dokter kepresidenan yang merawat
Soeharto belum bisa memprediksi sampai kapan mantan Presiden RI ke-2
itu dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta.
Pernyataan ini disampaikan tim dokter kepresidenan kepada wartawan,
saat menggelar jumpa pers di RSPP, Minggu (6/1) pagi, di Jl Kiai
Maja, Jakarta Selatan.

                        "Mohon maaf, hari ini kami belum bisa
memprediksi sampai kapan beliau akan dirawat di RSPP. Kami masih
harus mengadakan observasi jam demi jam. Tindakan kami sangat
tergantung dari kondisi badan beliau. Kami harus hati-hati. Kami
tidak bisa melakukan tindakan pengobatan yang terlalu cepat yang
tidak bisa diterima badan beliau karena usia Pak Harto (Soeharto-
red) yang sudah mencapai 86 tahun," ujar Djoko Rahardjo, salah satu
anggota tim.

                        Meski belum mengetahui kapan Soeharto
diperbolehkan pulang, Djoko menegaskan bahwa sejak dirawat di RSPP,
Jumat (4/1) lalu, kondisi Soeharto yang sehari sebelumnya sempat
dinyatakan kritis, sudah membaik.
                        Hanya saja Djoko mengatakan, tekanan darah
mertua artis cantik Mayangsari itu 100/50 mmHg, dibawah normal.
Sedangkan jantung dan paru-paru Soeharto sudah agak membaik,
terutama penumpukan cairan di seluruh tubuh mulai berkurang,
terutama di paru-paru. Sementara hasil pemeriksaan laboratorium
memperlihatkan Heumoglobin (Hb) sebesar 8,3 gram.

                        Bahkan, anggota dokter kepresidenan
spesialis menangani ginjal, dr Christian Johannes mengatakan sejak
Minggu (6/1) kemarin pagi, Soeharto sudah bisa kencing. "Itu berarti
ginjal beliau sudah berfungsi," kata Christian.

                        Ia menambahkan, sejak kemarin pagi Soeharto
sudah mulai tersenyum, dan sedikit bisa berkomunikasi. "Namun,
karena kondisinya masih lemah, Soeharto masih akan mendapat
perawatan intensif dan pengawasan ketat. Beliau tetap dirawat di
kamar yang disulap jadi intensive care unit (ICU)," ujar Rahardjo.

                        Membaiknya kondisi Soeharto tidak lepas dari
adanya alat bantu yang ditanam ditubuh presiden yang memimpin
Indonesia selama 32 tahun itu. Di antaranya alat bernama CVVHF
(Continous Venous Vena Haemo Filtrage) yang berfungsi mengeluarkan
cairan di tubuh Soeharto. Selama sehari kemarin, dokter menyebut
bahwa sudah satu liter cairan berhasil dikeluarkan dari tubuh pak
Harto sehingga bengkak-bengkak di tubuhnya mulai menyusut. "Ini kan
kemarin baru 1 liter, rencananya akan kita keluarkan 1 liter lagi,"
katanya.

                        Proses pengeluaran cairan itu menurut dokter
masih akan berlanjut meski tidak bisa drastis karena khawatir darah
Soeharto akan kembali menurun. Selain itu membaiknya kondisi
Soeharto juga karena adanya peran alat bantu lain dalam perawatan,
seperti alat bantu jantung dan ginjal. Pjs Direktur RSPP, Djoko
Sanjoto, menilai alat bantu yang mereka gunakan efektif untuk
menarik sebagian cairan yang ada di dalam ditubuh Soeharto.
Buktinya, kata Djoko, bengkak di tubuh Soeharto sejak, Sabtu (5/1),
sudah mulai berkurang.

                        "Tapi jangan mendramatisir hidupnya Pak
Harto tergantung alat bantu. Intinya ini kan hanya membantu. Nanti
setelah keadaan beliau normal, perlahan-lahan pemakaian alat bantu
akan kita kurangi. Termasuk juga penggunaan obat," ujar Djoko.

Sphere: Related Content

No comments: