28.1.08

"Srengenge Kembar" tak muncul hari ini

Dulu, di Jogjakarta saya pernah mendengar bahwa Srengenge Kembar, Matahari Kembar, telah muncul saat pemakaman seorang Sultan atau Sunan yang agung, yang saat pemerintahannya negeri dan negara menjadi seperti yang diceriterakan oleh Ki Dalang dalam kisah pewayangan, yaitu gemah ripah loh jinawi. Yaitu negara yang makmur, kaya, negerinya subur dan rakyatnya bahagia (Peter Suwarno: "Dictionary of Javanese
Proverbs and Idiomatic Expressions")
Ataupun tokoh yang menguasai banyak ngelmu kehidupan dan kejiwaan, seorang mistik yang sangat mumpuni. Yang sebagai resi atau begawan sangat disegani ajaran serta kelakuan dan sepak terjangnya dan dijadikan suri teladan oleh banyak orang diseluruh negeri.
Apa yang pernah saya dengar itu tentunya sekarang dapat diterangkan oleh ilmu alam. Dan cerita itupun dapat saja termasuk ke dalam ranah folklore, cerita atau legenda rakyat yang sebagai mitos disebarkan dari mulut ke mulut. Namun bila betul pernah terjadi, mengapa fenomena itu justru terjadi pada saat pemakaman tokoh yang bersangkutan? Hal itu dan hubungan-hubungannya telah mengusik saya beberapa hari ini ketika menyimak kejadian-kejadian yang begitu panjang lebar diliput oleh media nasional di Indonesia.
Peliputan yang begitu massive dan menimbulkan kesan bahwa seakan-akan tidak ada masalah lumpur Lapindo, harga-harga yang menjulang, kemiskinan yang menjalar dan lain-lain serta bencana alam ataupun banyaknya petaka sosio-ekonomis.
Namun dalam membolak-balik berita media dijagad maya itu, ternyata tidak saya temukan bahwa hari ini, tanggal 28 Januari 2008, di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, telah terjadi fenomena Srengenge Kembar. Yang diberitakan adalah tumpahnya air dari langit, hujan deras dan hembusan angin.
Apakah alam telah "lupa"? Atau memang tidak ada mantan penguasa yang teramat agung, dan atau yang sangat mumpuni, dan juga telah amat berjasa menjadikan seluruh negeri dan negara menjadi gemah ripah loh jinawi sampai kini, yang dimakamkan?
Entahlah.
Bismo DG, Praha

Sphere: Related Content

No comments: