18.1.08

Takut dilabrak, rumah Mayang dijaga ketat

JAKARTA (Pos Kota) - Hanya berselang sehari vonis Pengadilan Agama Jakarta Pusat mengabulkan gugatan Bambang Trihatmojo untuk menalak Halimah Agustina Kamil, beredar kabar rumah Mayangsari kembali akan diserang.

Kabar itu mendekati kebenaran karena di rumah penyanyi asal Purwokerto tersebut di Jln. Simprug Golf XV/36, Permata Hijau, Jakarta Selatan, sejak kemarin dijaga ketat puluhan petugas dari berbagai unsur.

Rumah mewah seharga Rp 4 milyar di kompleks prestisius tersebut, tampak dijaga tak hanya anggota Polri dari Polda Metro Jaya dan Pospol Permata Hijau, tetapi juga dari Polisi Militer (PM).

Kepala Pospol Iptu Yusroni tampak ikut berada di lokasi. Dia mengaku penjagaan itu digelar karena ada kabar rumah Mayangsari akan didemo warga.

Sedangkan Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Priyono, mengatakan mendengar kabar ini dari wartawan sehingga tak perlu turun ke lapangan. "Tetapi bukannya Mayangsari sudah pindah ke Menteng?" tanyanya.

Bantahan juga dikemukakan pengacara Halimah, lelyana Santosa. Dia menegaskan tidak mungkin Halimah melakukan penyerangan lagi. "Saya memang belum jumpa Bu Halimah. Cuma telepon saja. Tetapi dia amat tegar kok," tegasnya.

Pernyataan senada juga dikemukakan pengacara Bambang Tri, Juan Felix Tampubolon. "Saya nggak dapat kabar. Saya nggak yakin itu terjadi lagi," ujarnya.

Bila Halimah terbukti melabrak rumah bercat krem dan berpagar hitam tersebut, maka ini
menjadi peristiwa kedua dan dalam situasi yang sama, yakni saat sang mertua, Soeharto, sedang terbaring di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).

Bambang Tri berkelahi


Pada 21 Mei 2006, Pk. 22:00, Halimah bersama putra putrinya Gendis dan Panji serta empat pengawalnya dengan mengendarai mobil BMW hitam X5, mendatangi rumah artis Mayangsari sekira pukul 22. 00 WIB.

Mereka bergegas masuk ke rumah Mayang di Jln. Simprug Golf XV/36 Jakarta Selatan, sambil berteriak-teriak setelah terlebih dahulu menerobos pintu pagar yang sudah roboh.

Panji, putra kedua Bambang Trihatmodjo dengan Ny. Halimah, langsung meminta Mayangsari atau siapa saja yang berada di dalam rumah keluar. Tetapi bukannya Mayangsari yang keluar, namun Bambang.

Melihat ayahnya di rumah Mayang, Panji tambah emosi. Anak dan bapak tersebut kemudian terlibat perkelahian. Akibatnya wajah Bambang lebam-lebam. Sedangkan Gendis sang kakak, hanya menyaksikan adiknya berkelahi dengan sang ayah.

Sebelumnya, pagar rumah Mayangsari dirusak dengan cara ditabrak mobil. Setelah pintu pagar terbuka, mereka masuk dan melempar kaca depan rumah Mayang dengan sebuah botol. Saat kejadian, Mayangsari dan anaknya, Siti Kirania Trihatmodjo, sempat diamankan ke rumah tetangga.

(santosa/percoyok/awang/aw).


sumber:
http://poskota.co.id/news_baca.asp?id=44072&ik=3

Jumat 18 Januari 2008, Jam: 9:47:00

Sphere: Related Content

No comments: